
Elkan benar-benar merawat Mira. Seolah-olah, hari ini Elkan khususkan untuk istrinya. Walau begitu, ada pekerjaan yang Elkan kerjakan dari rumah. Hanya untuk pekerjaan yang benar-benar mendesak saja.
"Aku minggu depan juga mulai kerja di Agastya Properti, Honey," kata Elkan kepada istrinya.
"Kenapa Kak?" tanya Mira.
"Pegawai biasa saja. Hanya datang dua hari dalam sepekan, untuk support IT katanya Papa," balas Elkan.
Mira menganggukkan kepalanya. Memang suaminya itu belajar Teknik Informatika secara otodidak dan sudah diterapkan dalam beberapa pekerjaan Agastya Properti. Tak heran jika Papa Belva mempekerjakan Elkan.
"Kayak jadi part time yang bisa kerja banyak hal di Drakor itu yah, Kak," balas Mira.
Sekilas Mira teringat dengan bekerja di beberapa drama Korea, di mana mereka yang bekerja part time bisa bekerja lebih dari satu jenis pekerjaan. Tidak menetap di satu tempat. Mungkin seperti itu juga gambaran Elkan yang kadang ke Store Coffee Bay dan juga kadang ke Agastya Properti. Namun, terlihat jelas bahwa Elkan menggeluguti pekerjaannya dengan baik.
"Iya, Honey. Mumpung masih muda, bekerja yang giat dulu. Untuk kamu dan baby kita. Semoga nanti kalau pengambilan ovum bisa dibuahi dengan baik, lalu penanaman embrio nanti berhasil yah," kata Elkan.
Itu adalah cara Elkan untuk menstabilkan emosi Mira. Daripada istrinya terus-menerus bersedih, lebih baik dengan mencerita hal-hal lain yang membangkitkan harapan. Sembari membayangkan masa depan yang indah bersama.
"Kok bentuk rahimku bisa kayak gitu yah Kak? Yah, bukan berarti gak bisa hamil, tapi susah yah. Kalau enggak periksa, gak tahu bentuk hamilnya yah," balas Mira.
Secara medis, bentuk rahim Mira disebut dengan Rahim Retrofleksi di mana rahimnya terbalik. Bentuk atau kondisi rahim berada pada posisi lurus ke belakang, menghadap ke an*s atau tulang belakang. Padahal biasa wanita memiliki rahim yang menghadap ke depan, ke arah perut dan berada di atas kandung kemih atau bisa disebut Antefleksi.
__ADS_1
"Berarti keputusan kita program hamil setidaknya ada penyebabnya ya, Honey," balas Elkan.
"Kalau begitu, usai bayi tabung, misal mau punya baby lagi, tidak bisa normal yah Kak?" tanya Mira lagi.
Elkan tersenyum, pria itu merangkul istrinya itu. Dalam hati, Elkan ingin tahu berapa banyak anak yang diinginkan Mira. Sampai berpikir lagi setelahnya.
"Kamu memangnya mau baby berapa?" tanya Elkan.
"Banyak gak apa-apa, Kak. Masih muda juga. Penting sih jaraknya jangan terlalu dekat, takut enggak bisa mengasuh semuanya," balas Mira.
Elkan kemudian tertawa. "Wah, kalau istri memberi lampu hijau banyak anak tidak apa-apa, suaminya jadi semangat 45 dong. Kerja keras terus, tidak apa-apa."
Elkan menganggukkan kepalanya. "Iya-iya, suamimu ini pasti akan bekerja keras kok. Seperti Papa Belva dan Papa Bram, pokoknya akan kerja keras untuk kamu dan buah hati kita. Jangan dipikirin sakitnya ya, Honey ... dipikirkan indah dan bahagianya nanti kalau program kita berhasil saja."
Mira terdiam. Benar, kalau sekarang merasa sakit memang sakit, tapi Elkan benar bahwa harus mensugesti diri sendiri untuk memikirkan indah dan bahagianya nanti kala buah hati mereka sudah lahir. Mira mengangguk perlahan.
"Makasih ya, Kak ... kamu orang positif, jadi aku belajar untuk berpikir positif juga," balasnya.
"Sama-sama, Honey. Biar tidak membebani diri sendiri juga. Setidaknya di sini support sistem kita lebih banyak, Honey ... ada keluarga kita yang siap menolong kita kapan pun. Tenang saja, kita tidak sendiri," balas Elkan.
Setelah itu, kemudian Elkan berbicara lagi dengan Mira. Kali ini ada topik pembicaraan lainnya yang harus mereka sharingkan.
__ADS_1
"Ingat pesannya Mama dan Papa tempo hari, Mama dan Papa berharap kamu dan Kak Andin bisa akrab dan rukun. Jadi, lakukan pendekatan, Honey," kata Elkan.
"Kak Andin itu orangnya gimana, Kak? Yah, aku belum terlalu kenal sih ... ya kelihatannya baik, cuma kayak ada yang ditahan-tahan yah. Yah, ini kacamataku saja mungkin," balas Mira.
Elkan mengedikkan matanya. "Kurang tahu juga, Honey. Hanya saja dulu Kak Evan harus nikahin siri kakaknya dulu katanya, untung hanya sebulan. Habis itu pembatalan nikah, dan Kak Evan langsung gerak cepat untuk menikahi Kak Andin. Walau Kak Andin masih kuliah. Dia adiknya artis terkenal, Honey. Pernah dengar nama Arine Sukmawati, sudah sering stripping sinetron dan Web Series juga," kata Elkan.
Jujur Mira tidak tahu siapa artis itu. Terlebih ketika tinggal di Australia, Mira tidak mengikuti kabar infotainment seperti itu. Hanya saja, Mira sempat kaget ketika Kakak Evan harus menikahi kakaknya Kak Andin terlebih dahulu. Mira yakin, bukan salahnya Kak Evan, pasti ada pihak yang berusaha mengambil kesempatan. Hanya saja, dari cara Kak Evan memandang Andin, terlihat jelas bahwa Kak Evan sangat mencintai istrinya itu.
"Gak kenal, Kak ... mungkin selama ini gak pernah lihat sinetron dan lihat gosip artis," balas Mira dengan terkekeh geli.
Elkan pun mengangguk. "Yah, intinya begitu ... Kak Andin itu putri pengusaha terkenal Sukmajaya, tapi dia terlihat biasa saja sih. Yah, semoga nanti bisa lebih akrab dengan kakak ipar sendiri. Apalagi cewek sama cewek kan bisa lebih akrab."
"Kakak Ev kok bisa kenal Kak Andin di mana, Kak?" tanya Mira.
"Katanya sih, magang gitu di Agastya Properti. Kan ada anak-anak mahasiswa yang PPL di perusahaan. Nah, kenalnya di situ. Coba lain kali kamu main-main, ngobrol sama Kak Andin," balas Elkan.
Mira menganggukkan kepalanya. Benar dengan apa yang baru saja disampaikan Elkan, memang Mira bisa berteman dengan kakak iparnya sendiri. Semoga saja nanti lama-lama bisa akrab dengan kakak iparnya sendiri. Toh, harapan Mama Sara dan Papa Belva demikian, selain itu Mira juga akan berusaha untuk akrab.
"Iya Kak ... kalau aku sudah sembuh nanti, dan kalau Kakak tidak sibuk skripsi yah. Lagian kan rumahnya juga dekat, bisa main ke rumahnya Kakak Ipar."
Elkan menyambut baik apa yang disampaikan Mira. Selain itu, dia juga berusaha akan mendekatkan Mira dengan Kak Andin. Kalau Elkan dan Evan sudah sangat akrab, tidak perlu diragukan lagi kedekatannya. Tinggal nanti mendekatkan Mira dan Andin. Semoga saja pelan-pelan ada hubungan yang baik dan akrab antara Mira dan kakak iparnya.
__ADS_1