Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Romansa Pengantin SMA 1


__ADS_3

Akhir pekan tiba. Sekarang Elkan dan Mira terbangun dengan sama-sama tersenyum. Keduanya ingat dengan apa yang sempat mereka bicarakan kemarin. Tentu itu adalah berkaitan dengan Elkan yang ingin dating dengan istrinya sendiri dengan menggunakan seragam SMA.


Jika dipikir-pikir, kemauan Elkan itu ada-ada saja. Akan tetapi, Elkan hanya mengatakan bahwa dia tidak memiliki kesempatan untuk dating dengan Mira di masa SMA dulu. Oleh karena itulah, Elkan ingin melakukan apa yang dulu belum pernah dia lakukan.


"Siap-siap, Honey ... dating with me," kata Elkan.


Pria itu tampak begitu bersemangat dan masuk ke dalam kamar mandi terlebih dahulu. Di dalam otaknya dia sudah menyusun serangkaian ide untuk melakukan hal-hal menyenangkan dengan Mira. Kapan lagi bisa melakukan dating secara halal dengan istri sendiri.


Selesai mandi, barulah Mira bergantian masuk ke dalam kamar mandi. Wanita itu sebenarnya geleng kepala sendiri melihat kelakuan suaminya itu. Namun, tidak ada salahnya mencoba hal gila dengan suaminya. Toh, di Sydney memiliki warga yang cuek dan tidak suka ikut campur masalah orang lain, sehingga kali ini Mira juga akan bersikap cuek saja.


Selesai mandi, Mira benar-benar mengenakan seragam SMA yang sudah dibawakan suaminya dari Jakarta itu. Tidak hanya itu, dia merapikan rambutnya dan mengenakan pita yang dulu pernah Elkan berikan untuknya. Melihat Mira dengan seragam SMA, seakan Elkan teringat dengan memori sewaktu SMA dulu.


"Cantiknya Miranda," puji Elkan dengan berdiri di belakang istrinya itu.


"Isshhs, apaan sih, Kak. Mira aja, jangan Miranda. Nanti dikira merek cat rambut loh," balasnya dengan tertawa.


Sama halnya dengan Elkan yang juga tertawa. Dulu, pernah dia dengar temannya di SMA mengatai nama Mira laksana merek cat rambut. Padahal itu adalah nama yang dipilih Papa Abraham karena dulu Mama Marsha adalah seorang model. Sehingga, Papa Abraham memilih nama Miranda dari super model dunia yaitu Miranda Kheer.


"Kamu Miranda, aku jadi Salsa gak apa-apa," balas Elkan dengan tertawa.


"Enggak, Bigen aja Kak? Dulu almarhumah Eyang cat rambutnya Bigen dan Tancho gitu," balas Mira.


Ketika bersama ada aja candaan keduanya. Hal-hal kecil pun bisa menjadi bahan candaan. Sama seperti sekarang ini.

__ADS_1


"Pita dariku dulu?" tanya Elkan dengan melihat pita yang indah di rambut istrinya.


"Iya, waktu SMA dulu dari kamu. Aku selalu menyimpannya. Perlu enggak aku pakai kacamata biar kayak dulu?" tanya Mira.


Wanita itu mengeluarkan kacamata anti radiasi yang juga pemberian Elkan. Terkekeh saja Si Mira. Dulu, dia berusaha tampil culun, supaya Elkan tidak melihat kecantikannya yang sesungguhnya.


"Tanpa kamu memakai kacamata dan dikuncir itu, aku udah tahu kalau kamu itu sangat cantik. Jadi, gak usah berpura-pura. Aku sudah lihat kamu apa adanya, Honey," balas Elkan.


Usai itu, keduanya sama-sama duduk di sofa dan mengenak sepatu mereka. Siap untuk cosplay menjadi anak SMA di negeri asing.


"Yuk, Honey. Mau ke mana, nonton bioskop?" tanya Elkan.


Bahkan sekarang Elkan juga sengaja mengenakan jaket miliknya. Jaket ini juga miliknya sewaktu SMA dulu. Supaya nostalgianya lebih terasa. Sementara Mira juga mengenakan cardigan.


"Filmnya dewasa loh, Kak. Aman tuh nanti?" tanya Mira.


Akhirnya keluar dari unit, menuju ke parkiran basement, keduanya beberapa kali saling tersenyum. Ada malu, ada lucu, dan kegilaan pasangan muda itu sendiri.


Sekarang, Elkan melajukan mobilnya menuju ke salah satu tempat untuk menonton bioskop. Kegiatan dating anak muda yang tidak pernah keduanya lakukan dulu. Elkan segera memesan dua tiket dan tidak lupa membeli Popcorn dan minuman.


"Kesampean juga ngedate sama istri sendiri," kata Elkan.


"Ngedate uang terlambat ya, Kak?" balas Mira.

__ADS_1


"Gak ada kata terlambat, Honey. Kan ini kita bersenang-senang aja. Ngedate halal ala anak SMA," balas Elkan.


Begitu pintu masuk ke studio sudah dibuka, keduanya juga masuk ke sana dan menikmati film yang akan diputar. Film yang mereka tonton bergenre romantis. Sebenarnya Elkan tidak terlalu suka, tapi demi Mira, film apa pun juga dia mau lihat. Bahkan drama Korea pun Elkan juga mau nonton.


Begitu lampu sudah dipadamkan, Elkan segera menggenggam tangan Mira. Agaknya Elkan benar-benar menikmati suasana ini. Hal yang tidak pernah mereka lakukan dulu.


"Romantis Kak?" tanya Mira lirih.


"Iya," balas Elkan.


"Romansa anak SMA," balas Elkan.


"Pengantin, Kak. Kan kita bukan anak kecil lagi," balas Mira.


Elkan menganggukkan kepalanya perlahan. Pria itu kian suka kala Mira mengapit lengannya dan juga menyandarkan kepalanya di lengan suaminya itu. Sekali lagi, itu adalah hal yang biasa. Terlebih di negara Australia yang liberal. Sekadar berpegangan tangan atau menyandarkan kepala adalah hal yang wajar.


"I love u," bisik Elkan lirih di telinga istrinya.


"I love u too," balas Mira dengan sedikit melirik suaminya.


Kala film memutar adegan penciuman, keduanya hanya senyam-senyum sendiri. Walau sudah menikah, tapi masih muda, melihat scene berciuman saja membuat malu sebenarnya.


"Usai ini, mau kemana?" tanya Elkan lagi.

__ADS_1


"Terserah Kakak aja. Ke mana pun Kakak pergi, aku ikut," balas Mira.


Elkan menganggukkan kepalanya. Tentu dia menjadi sangat senang ketika Mira tidak ada request khusus. Justru Mira yang penurut seperti ini sangat membuat Elkan senang. Mungkin usai ini, Elkan akan mengajak Mira jalan-jalan terlebih dahulu dan makan siang. Nanti jika sudah barulah pulang kembali ke unitnya.


__ADS_2