Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Hari-Hari Terakhir di Sydney


__ADS_3

Usai wisuda, Elkan memang mengatakan kepada Mama dan Papanya untuk masih berada di Sydney untuk satu minggu. Dalam satu minggu ini, akan dihabiskan Elkan dan Mira untuk packing dan mengurus semuanya.


Sementara pasangan Mama Sara dan Papa Belva, Mama Marsha dan Papa Abraham memilih menikmati liburan di Australia. Sekaligus, mereka akan memberikan waktu untuk Mira dan Elkan menikmati hari-hari terakhir mereka di Sydney.


"Mulai packing kita, Honey?" tanya Elkan.


"Iya, Kak ... kalau sudah begini, jadi mellow, Kak. Unit ini, ruangan persegi ini bersejarah banget untukku," kata Mira.


Bagaimana tidak bersejarah, bagi Mira dan Elkan berada di Sydney adalah langkah awal mereka berdua membina rumah tangga sembari kuliah. Malam penyatuan mereka sebagai suami istri juga terjadi di Sydney. Bagaimana mereka menyesuaikan diri, mengenali karakter masing-masing dan menyatukan dua kepala juga semuanya terjadi di Sydney.


"Jangan sedih, nanti kita akan mengukir banyak kenangan indah di Jakarta," kata Elkan dengan memeluk Mira.


Pun, sama seperti Mira yang memeluk Elkan, wajahnya menceruk ke dalam dada suaminya. Di saat bersamaan, Elkan mengusapi punggung istrinya. Elkan tahu bahwa memang istrinya itu sensitif, selain itu Elkan juga menyadari tidak mudah untuk melupakan berbagai kenangan dan momen indah yang sudah terjadi di Sydney.


"Kalau sedih, aku juga sedih, Honey. Namun, aku percaya bahwa bersamamu, kita akan banyak kenangan indah berdua. Bukan hanya kita sebagai pasangan suami dan istri, di Jakarta nanti kita akan memiliki kenangan indah dengan baby-baby kita. Akan jauh lebih indah."


Itulah cara Elkan untuk menenangkan Mira. Kehidupan rumah tangga pastinya banyak warna, tapi Elkan optimis dan sangat yakin bahwa dia dan Mira akan selalu mengukir kenangan indah bersama. Di Jakarta nanti justru akan lebih indah karena akan ada senyuman, tawa, bahkan tangis dari baby-baby mereka.


"Iya, Kak. Maaf, aku terlalu emosional. Jujur, aku nyaman tinggal di sini bersama kamu," balas Mira.


"Sama, aku juga nyaman. Makanya aku selalu bilang sama kamu, menikah muda tidak semenakutkan bayanganku. Justru aku bahagia masa mudaku, bahkan lebih dari separuh usiaku, aku habiskan bersama kamu, Honey," kata Elkan.


Oleh karena itu, Mira tersenyum. Air matanya perlahan mereda. Wanita muda itu berjinjit dan mengecup bibir suaminya untuk sesaat.


Cup.

__ADS_1


"I Love U, Kak. Setiap bagian dalam hidupku, aku habiskan denganmu. Kita berbagi hidup bersama, jauh dari keluarga, dan ke depan banyak moment kita ciptakan bersama. You always be every part of me," kata Mira.


Elkan tersenyum, dia tidak berpikir panjang untuk langsung memberikan balasan serupa di bibir Mira. Pria itu menundukkan wajahnya, dan kemudian mencium bibir Mira. Bukan sekadar mengecup sama seperti yang Mira lakukan, tapi Elkan benar-benar mencium bibir Mira. Dua bibir bertemu dan saling bertaut. Saling menyapa dalam kesan erat, hangat, dan basah. Saling menghisap, saling mencecap, dan saling bertukar saliva.


Untuk Elkan, perasaannya penuh sekarang. Dia tidak menyesali dengan keputusannya menikah muda. Justru dengan menikah muda, lebih dari selaruh hidupnya akan dia habiskan bersama Mira. Tidak memungkiri bahwa akan ada aral melintang, jalan terjal dan berliku, tapi Elkan yakin akan selalu bersama dengan Mira.


Pun Mira yang memaknai bahwa 3,5 tahun di Sydney, bersama dengan Elkan sangat membahagiakan untuknya. Tanpa Elkan, pastilah Mira akan homesick dan bisa sedih berlarut-larut. Namun, karena ada suaminya yang selalu mensupport dan menghiburnya.


Ciuman yang diberikan Elkan, kian dalam dan kian menggebu. Namun, ada usapan tangan Mira di dada Elkan, seakan memberikan sedikit dorongan.


Paham dengan sinyal yang diberikan Mira, Elkan pun menarik wajahnya, sebelumnya dia kecup dalam-dalam bibir Mira. Elkan tersenyum melihat bibir Mira sedikit bengkak dan mengkilap basah di sana.


"Gak mau lanjut?" tanya Elkan.


Mira sekarang menggelengkan kepalanya. "Enggak, takut kalau tiba-tiba Mama dan Papa kita datang," balas Mira.


Usai itu, Elkan kembali memeluk Mira dengan erat. Lantas, Elkan kembali berbicara.


"Ya sudah, kita packing lagi yah. Harus segera selesai, biar aku bisa masukan ke ekspedisi," kata Elkan.


"Iya, Kak. Mungkin dalam semingguan ini harus puasa. Sebab, tidak tahu kapan Mama dan Papa kita akan datang."


Elkan menghela napas panjang. Sekarang, perkara seminggu itu menjadi tempo yang sangat lama untuknya. Elkan kalau bisa ya setiap malam, tapi dia juga memahami bahwa apa yang disampaikan istrinya itu juga benar adanya.


"Ya, sebenarnya berat. Seminggu kepalaku udah pusing banget itu, Honey. Akan tetapi, aku akan bertahan dan menahan tentunya. Kalau gak kuat gimana?"

__ADS_1


"Anggap latihan kalau nanti aku habis bersalin, Kak. Lebih lama loh nanti," balas Mira.


"Berapa lama puasanya?"


"Bisa sampai 40an hari," jawab Mira.


"Alamak. Lama banget, Honey. Duh, pusing banget aku," balas Elkan.


Mendengar jawaban Elkan justru membuat Mira terkekeh geli. Memang masa haid bisa selama itu, jadi memang suaminya itu harus bersabar.


...🍀🍀🍀...


Keesokan Harinya ....


Mira dan Elkan sudah menyelesaikan packing hampir 70%. Selain itu ada hal unik yang hendak dibawa Mira.


"Kamu bawa pulang itu ke Jakarta?" tanya Elkan.


"Iya, kan ini sprei pertama kita waktu itu," balas Mira.


Ya, rupanya Mira hendak membawa sprei yang dulu dipasang kali pertama kala menyatu dengan Elkan. Bagi Mira, sprei itu sangat berkesan.


"Ya ampun, Honey. Berat loh," balas Elkan.


"Kan ini bersejarah, Kak. Aku bawa yah," balas Mira.

__ADS_1


Elkan sampai geleng-geleng kepala. Ada-ada saja hal-hal atau barang yang ingin Mira bawa ke Jakarta. Padahal hal itu tidak dibawa pun tidak masalah.


__ADS_2