Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Me Time Berdua


__ADS_3

Sore itu Elkan habiskan untuk mengasuh bayinya. Tidak ada keluhan, yang ada adalah hati yang bahagia. Bahkan capek bekerja pun seolah hilang begitu saja, tergantikan dengan rasa bahagia bisa kembali berkumpul dengan istri dan dua bayi kembarnya.


"Daddy enggak makan dulu?" tanya Mira kepada suaminya itu.


"Sebentar, Honey. Lima belas lagi, masih kangen sama kalian bertiga," balas Elkan.


Apa yang Elkan sampaikan bukan sekadar bualan, tapi dia benar-benar rindu dengan istri dan anak-anaknya. Bagaimana tadi menjalani hari bekerja saja rasanya berat. Kangen dengan anak-anaknya. Untung saja Elkan bisa memperbaiki emosinya dan menyelesaikan setiap pekerjaan.


"Jangan sampai telat makan, Dad ... kasihan perutnya," kata Mira lagi.


Akhirnya, keduanya turun dari kamar dan menuju ke meja makan. Sementara Twins A di tempatkan ke dalam stroller. Mira mengisi piring kosong suaminya itu terlebih dahulu, dengan sayuran dan lauk. Setelahnya, barulah Mira mengisi piringnya sendiri.


"Mommy dan Daddy makan dulu yah, Sayang ... sebentar saja kok, habis ini digendong lagi yah," kata Mira.


Aryan dan Aaliya masih terlihat tenang di dalam stroller. Kadang tangan Mira juga mengayun stroller itu pelan, supaya bayinya tenang. Elkan sampai terkekeh karenanya.


"Kalau punya baby jadi multitasking yah, Mom?" tanyanya.


"Iya, harus itu, Daddy ... biar semuanya kepegang. Daddy mau nambah enggak? Biar aku tambahin lagi," kata Mira.


"Sudah, ini saja sudah cukup kok, Honey," balas Elkan.


Kurang dari dua puluh menit, keduanya makan malam bersama. Usai makan, Mira juga merapikan kembali meja makan, sementara Elkan memilih mencuci peralatan makan mereka. Menyelesaikan semuanya, akhirnya mereka memilih untuk kembali ke kamar. Sudah malam, waktunya Twins untuk tidur juga.


Oleh karena itu, Mira memberikan ASI untuk kedua bayinya. Satu di kanan dan satu di kiri. Elkan benar-benar kagum, Mira bisa melakukan ini. Selain itu, sisi keibuan istrinya makin terpancar.


"Mommy ibarat kata baru isi bahan bakar, udah kalian minum lagi," kata Elkan.


"Iya yah, Daddy ... gimana lagi, sudah waktunya bobok."


"Masih geli, Honey?" tanya Elkan dengan absurd.


"Ya, geli, Kak. Semoga saja kalau mereka nanti mulai tumbuh gigi, enggak ada yang menggigit," balas Mira.


"Astaga, bisa digigit yah?" tanya Elkan.

__ADS_1


Mira kemudian menganggukkan kepalanya. "Iya, bisa Mas. Katanya kayak kena gigitan baby sharks," balas Mira.


Kala itu Mira masih bisa tertawa. Akan tetapi, Mira yang membayangkannya saja merasa ngeri. Tidak kebayang juga kalau sampai Twins A menggigit nanti. Oleh karena itu, Mira berharap bahwa kedua anaknya tidak menggigitnya.


Setengah jam kemudian Aryan dan Aaliya sudah terlelap. Kemudian Elkan memindahkan bayinya satu per satu ke dalam box bayi. Selain itu, Elkan yang sekarang lebih peka tidak perlu disuruh sudah turun ke dapur dan mengambil segelas air putih untuk istrinya.


"Minum dulu, Honeyku. Habis ng-ASI pasti haus," katanya.


"Daddy sekarang tambah peka deh," balas Mira.


"Kan belajar. Dulu kan harus kamu meminta dulu. Sekarang, sudah bisa," balas Elkan.


Usai itu, Mira bertanya ke suaminya. "Aku mau memakai face mask boleh Kak?" tanyanya.


"Boleh, boleh saja kok, Honey. Kan sekarang emang waktumu me time kalau Twins A bobok. Lakukan saja apa yang kamu mau," kata Elkan.


Sepenuhnya Elkan menyadari bahwa Busui juga membutuhkan waktu untuk me time. Oleh karena itu, Elkan memberikan kebebasan untuk Mira melakukan apa pun yang dia mau. Ibu menyusui juga harus sehat dan bahagia. Supaya ASI yang diproduksi juga produktif.


"Makasih, Daddy El," balas Mira.


Wanita itu segera membersihkan wajahnya dengan Micellar Water terlebih dahulu dan kemudian mulai mengenakan face mask. Menikmati waktu kurang lebih sepuluh menit sampai kandungan serum di face mask itu meresap ke pori-pori wajahnya. Setelahnya, Mira menepuk-nepuk sejenak wajahnya. Hanya melakukan begini saja sudah rileks dan merasa ada break sejenak dari rutinitas mengasuh baby.


"Sudah, Kak ... seger. Enak banget rasanya," balas Mira dengan tersenyum cerah.


"Sekarang me time berdua yuk," ajak Elkan.


"Hm, mau ngapain emangnya?" tanya Mira.


Elkan berdiri kemudian dia menawarkan sesuatu kepada Mira. "Aku buatkan cokelat panas mau?" tanyanya.


"Boleh."


Elkan kembali turun ke dapur, kemudian dia membuatkan cokelat hangat untuk istrinya. Elkan kembali ke kamar dengan membawa dua cangkir mug berisi cokelat hangat. Duduk bersama di sofa yang ada di sudut kamar dan ditemani cokelat hangat.


"Makasih, Hubby," kata Mira.

__ADS_1


"Sama-sama, Honey. Aku kagum loh tiap kali kamu menggendong Aryan dan Aaliya bersamaan, atau memberikan ASI bersamaan juga. Bisa yah," kata Elkan.


"Ya bisa, Kak. Kan latihan. Awalnya juga kikuk banget. Takut salah, takut kalau menyakiti mereka. Apalagi baby new born kan badannya terlihat kecil dan rapuh gitu," balas Mira.


"Lhah, iya ... tapi kamu bisa melakukannya. Keren banget loh," balas Elkan.


"Daddy juga bisa menggendong Aryan dan Aaliya bersamaan. Keren juga," balas Mira.


Elkan kemudian tersenyum. "Katamu, mereka berdua anak-anakku. Gak perlu takut, yang penting aku berhati-hati," balas Elkan.


Sebenarnya Elkan juga sangat takut. Akan tetapi, Mira mengatakan kepada Elkan supaya tidak takut. Elkan harus berani, supaya bisa melakukan bounding dengan kedua buah hatinya. Oleh karena itu, Elkan belajar juga dan berani menggendong Aryan dan Aaliya bersamaan.


"Oh, iya ... Kak Evan dan Kak Andin akan ke Australia itu, Sayang. Kamu nitip sesuatu enggak?" tanya Elkan.


"Kenapa Kak?"


"Kakak kandungnya Kak Andin menikah, tapi ya hanya dihadiri pihak keluarga saja. Bagaimana pun publik figur, ada beberapa hal yang tidak boleh tersorot media," balas Elkan.


"Nitip mie instan yang memakai daging sapi Australia itu loh, Kak," balas Mira.


"Hm, sudah ku tebak. Aku nitip itu kok," balas Elkan.


Usai itu, Mira merapatkan duduknya. Lebih mendekat kepada suaminya, Mira kemudian menyandarkan kepalanya di lengan suaminya.


"Kalau begini, rasanya waktu bergerak cepat ya, Kak. Kita kenal sejak kecil, menikah di SMA, dan sekarang ada Aryan dan Aaliya di tengah-tengah kita," kata Mira.


"Iya, keluarga muda banget yah, Honey. Kan bagaimana pun kita masih muda. Terlebih sudah dikaruniai dua anak," kata Elkan.


"Usiaku jelang 23 tahun, dan aku memiliki dua baby buah cinta kita berdua," kata Mira.


"Nanti 26 atau 27 tahun, punya baby lagi, Sayang. Embrio yang dibekukan bisa ditransfer lagi ke rahim kamu. Aku pengen punya banyak anak, tapi terserah kamu aja," balas Elkan.


"Yah, lihat aja nanti yah, Kak. Kamu semangat sekali," balas Mira.


"Semangat, Sayang. Anak-anak kita kan harta yang berharga. Jadi, aku pengen banyak anak saja," balas Mira.

__ADS_1


"Jahitanku belum pulih, udah menjangka masa depan, Dad," balas Mira.


Keduanya tertawa bersama. Untuk Elkan sendiri rasanya memang dia sangat senang membicarakan dan merencanakan masa depan bersama Mira. Keinginannya memang ingin hidup bahagia dengan dikelilingi banyak anak bersama istri tercintanya.


__ADS_2