Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Mempersiapkan Persalinan


__ADS_3

Setelah menginjak usia kehamilan tujuh bulan, di akhir pekan ini Elkan mengajak Mira untuk membeli beberapa perlengkapan untuk bayi kembarnya. Mengingat hanya beberapa pekan lagi menjelang persalinan, dan mereka masih belum mempersiapkan apa pun. Oleh karena itu, Elkan mengajak Mira untuk ke baby store dan membeli apa yang mereka butuhkan.


"Honey, kita belum prepare sama sekali untuk Twins loh. Belum beli apa pun juga. Terlalu santai, nanti tiba-tiba lahiran gimana? Ke Store yuk, kita belanja untuk Our Twins," kata Elkan.


"Ya sudah, aku ganti baju dulu. Nanti jalannya pelan-pelan yah, Kak ... heheheh, maklum, kadang perutnya kencang, Kak," kata Mira.


Itu memang adalah hal yang wajar karena memang usia kehamilan yang bertambah bulan membuat tekanan di dekat kandung kemih. Elkan pun menganggukkan kepalanya. Sudah pasti, dia akan berjalan pelan-pelan nanti.


"Aman, Honey. Kamu minta gendong, juga akan aku gendong kok," balas Elkan.


Mendengar ucapan suaminya, Mira pun tertawa. "Ah, kamu itu bisa saja, Kak ... kita belum persiapan nama juga loh Kak untuk Twins," kata Mira sekarang.


"Kamu mau kasih nama enggak?" tanya Elkan.


"Bingung, aku sudah lihat beberapa nama dan artinya bagus-bagus. Jadi, aku sendiri bingung. Kalau kembar fraternal namanya gak harus identik gitu bagaimana?" tanya Mira.


"Maksudnya namanya tidak begitu identik bagaimana?" tanya Elkan.


"Yah, misalnya Nada dan Nadi, itu akan sama yah ... identik. Atau Arsha dan Arshi, itu juga identik hanya berbeda huruf vokal di akhir saja. Boleh enggak sih, namanya beda saja?" tanya Mira.


"Boleh, boleh aja kok. Aku juga setuju, kalau nama keduanya beda. Paling tidak huruf awalan dan artinya hampir sama saja, Sayang atau yang saling melengkapi," balas Elkan.


Mira menganggukkan kepalanya. Di dalam pemikiran Mira sekarang, kalau nama seperti itu sudah pakem dari dulu, sehingga dia terpikir untuk memberikan nama yang tidak begitu identik dan menjelaskan keduanya adalah kembar.


"Kamu yang siapkan namanya yah ... diskusi nanti malam, di ... ranjang," kata Elkan dengan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya itu.


"Daddy nakal deh ... kalau gitu saja semangat," balas Mira.

__ADS_1


"Harus semangat ... nanti kan usai itu, aku puasa panjang lagi. Bisa pening tujuh keliling," balas Elkan.


Mira tertawa dan mencubit dada suaminya. Kalau suaminya sudah keluar mode nakalnya itu membuat Mira gemas sendiri. Namun, biasanya natur seorang pria sih begitu. Ada saja nakal dan modus, tak jauh beda dengan Elkan.


Elkan pun segera membukakan pintu mobil untuk istrinya. Setelah itu, Elkan membawa Mira menuju Pusat perbelanjaan dan hendak membeli beberapa perlengkapan untuk Twins yang tidak lama lagi akan segera lahir.


Begitu sudah tiba di Mall itu, Elkan menggandeng Mira dan mereka menuju ke baby store. Melihat berbagai barang untuk baby yang lucu-lucu saja sudah membuat Mira dan Elkan gemas sendiri rasanya.


"Ada yang bisa dibantu?" tanya penjual di Store itu.


"Ada baby stroller yang untuk baby twins enggak Mbak?" tanya Mira.


"Ada Kak ... ini ada beberapa series terbaru untuk baby twins. Kakaknya hamil kembar yah? selamat yah," kata penjual di sana.


Akhirnya, Mira dan Elkan diajak melihat aneka stroller untuk baby twins. Warnanya juga beragam. Tentu Mira dan Elkan mencari yang kualitasnya bagus.


"Yang mana Kak? Biasanya kan pink untuk cowok, dan biru untuk cowok. Pilih yang warna netral kali saja yah," tanya Mira kepada suaminya.


"Yang Navy itu bagus, Honey. Masuk juga untuk twins," balas Elkan.


"Yang Navy ini saja deh Mbak," kata Mira.


Akhirnya penjual mengambil barang yang baru dan masih di dalam kardus. Namun, sang penjual memberikan contoh bagaimana menggunakannya nanti supaya pembeli bisa membuka lipatan baby stroller itu. Di store ini memang penjualnya bagus dan mau menyampaikan informatif kepada pembeli.


"Pakaian baby Kak ... sekalian," kata penjual itu.


"Lihat-lihat dulu yah, Mbak," balas Mira.

__ADS_1


Mira sudah senang sendiri melihat pakaian baby born yang lucu-lucu itu. Apalagi kali ini yang dibeli untuk baby boy dan baby girl, jadi yang dibeli lebih banyak.


"Belinya double loh, Kak ... untuk girl dan boy," balas Mira.


"Gak apa-apa. Aman ... beli saja, kamu kan menantu Sultan," balas Elkan dengan terkekeh. Maksudnya adalah Mira kan menantunya keluarga Agastya yang memang kaya raya, tidak masalah jika mengalokasikan beberapa juta untuk perlengkapan bayi mereka.


"Amazing yah ... harusnya lebih bangga, kalau istri Sultan, Kak," balas Mira.


"Nanti pelan-pelan, aku juga jadi Sultan kok ... sekarang sih sudah jadi Sultan, Sultan di hatimu," balas Elkan.


Keduanya melihat-lihat pakaian bayi dengan tertawa sendiri. Kegiatan belanja yang justru banyak tertawanya. Tidak segera memilih yang mana, justru keduanya banyak bercanda.


"Kita pilih sama-sama yuk," ajak Elkan kemudian.


Akhirnya mereka memilih beberapa pasang pakaian baby new born untuk boy dan girl, topi, sarung tangan dan sarung kaki. Untuk bantal dan guling baby juga memiliki dua pasang. Lantaran babynya kembar otomatis yang dibeli memang lebih banyak.


"Udah kelihatannya Kak ... ini sudah banyak kok. Tinggal beli box bayi Kak," kata Mira.


"Aman, nanti kita cari dan lihat-lihat lagi, box bayi untuk Twins kan?" tanya Elkan.


"Iya, kalau ada," balas Mira.


"Pasti ada. Pesan dari luar negeri juga bisa," balas Elkan.


"Wah, suamiku ini memang gak kaleng-kaleng," balas Mira.


Lagi-lagi mereka bercanda. Hingga akhirnya, sessi belanja pun berakhir dan Elkan segera mengeluarkan kartu ATMnya dan membayar semua yang mereka beli. Setidaknya beli dulu sedikit demi sedikit, lain waktu mereka juga akan membeli hal yang lainnya sembari bersiap, menata hati, dan banyak berdoa untuk menghadapi persalinan nanti.

__ADS_1


__ADS_2