
Ketika duduk di kelas 12, semua siswa harus dihadapkan dengan latihan ujian nasional. Waktu sekolah yang tidak sampai 12 bulan, dan juga banyaknya materi yang disampaikan membuat siswa yang duduk di kelas 12 harus siap dan lebih sering menghadapi latihan ujian sekolah.
Sementara tiga hari ini menjadi hari yang sangat sibuk untuk Mira, karena dia harus menyelesaikan ujian dengan sebaik mungkin. Lantaran ujian untuk kelas 10 dan 11 diliburkan selama tiga hari. Sementara seluruh ruangan di kelas diatur sedemikian rupa untuk ujian. Setiap siswa akan duduk di satu meja, lantaran nama depan Elkan dan Mira terpaut jauh, sehingga sekarang keduanya berbeda ruangan kelas.
Tampak Elkan yang hendak memasuki kelas itu, menghampiri Mira di ruangannya. "Ra, nanti kalau selesai ujian tunggu aku yah. Kalau aku yang selesai duluan, aku tunggu di depan ruang kelas," ucapnya.
"Hmm, iya," balas Mira.
"Good luck yah ... selalu jadi yang terbaik," ucap Elkan lagi.
Pun dengan Mira yang berharap Elkan bisa mengerjakan latihan ujian kali ini dengan baik. "Good luck juga untuk Kak Elkan," balasnya.
Akhirnya, Elkan meninggalkan ruangan Mira dan bersiap untuk mengikuti latihan ujian pagi hari ini. Tidak berharap banyak, asalkan bisa menjawab semua soal saja rasanya sudah membuat Elkan merasa beruntung. Namun, keesokan harinya adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia, Elkan sudah merencanakan ingin mengajak Mira untuk belajar bersama.
Tidak terasa waktu 120 menit pun terlewati. Rupanya Elkan yang sudah menyelesaikan terlebih dahulu, dia memilih duduk di depan ruangan kelas yang digunakan Mira. Tubuh Elkan yang tinggi, bisa melihat dari kaca jendela di kelas dan Elkan bisa melihat Mira yang sangat serius mengerjakan soal ujiannya.
"Kamu serius banget ya, Ra ... serius dan pinter, makanya kamu selalu nomor satu," ucap Elkan dalam hati.
Ya, Elkan sekilas mengamati Mira yang memang tengah serius ketika mengerjakan latihan ujian. Hingga akhirnya, Mira menyelesaikan semuanya, dan dia keluar dari kelas. Begitu membuka pintu kelas, dia melihat Elkan yang sudah menunggunya, pemuda itu berdiri tidak jauh dari depan pintu kelas. Senyuman pun bersambut dari keduanya.
__ADS_1
"Bisa ngerjain?" tanya Elkan perlahan.
"Bisa, Kak El gimana?" tanya Mira.
"Aku bisa mengerjakannya," jawab Elkan.
Mira pun berjalan bersama dengan Elkan menyusuri koridor di sepanjang ruangan sekolah, menuju ke tempat parkiran untuk mengambil mobilnya. Mira sesekali tersenyum, bisa menatap punggung Elkan dengan ransel yang berada di satu bahunya saja.
"Ra," panggil Elkan yang tiba-tiba menghentikan langkah kakinya.
Sehingga Mira yang kurang fokus pun justru menabrak Elkan, hingga keningnya mengenai bahu Elkan.
Suara benturan kening Mira dengan bahunya Elkan. Gadis itu memegangi keningnya yang terasa sakit.
"Eh, kenapa Kak?" tanya Mira.
"Kamu kaget yah? Aku tiba-tiba berhenti," balas Elkan.
"Iya, kan tadi pas jalan baru menunduk, dan kamu tiba-tiba berhenti," balas Mira masih dengan memegangi keningnya.
__ADS_1
"Sorry yah," balas Elkan dengan sedikit menunduk dan meniup kening Mira di sana.
Entah dari siapa, tetapi Elkan justru meniup kening Mira yang sedikit memerah itu. Namun, sekarang bukan hanya keningnya yang memerah, wajah Mira pun memerah lantaran Elkan berada sedikit itu dengannya. Tiupan dari Elkan, justru membuat Mira merasakan jantungnya berdebar-debar.
"Eh, Kak ... gak usah. Sudah tidak apa-apa kok," balas Mira dengan salah tingkah sebenarnya.
Pun dengan Elkan yang kini menegapkan punggungnya dan tersenyum sekilas. "Kamu lucu banget sih, Ra ... salah tingkah juga yah aku deketin," gumamnya dalam hati.
"Gini, Ra ... besok kan Bahasa Indonesia. Belajar bareng yuk, Ra?" ajak Elkan kali ini.
Dulu kala sekolah di Singapura, tidak pernah ada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sehingga sekarang Elkan harus mempelajari dari awal bagaimana Bahasa Indonesia. Termasuk Kalimat Majemuk, Puisi, dan Prosa, bagi Elkan yang orang Indonesia sendiri saja susah.
"Boleh Kak, kalau gitu kita pulang aja Kak ... belajar," balas Mira.
Elkan tersenyum. "Boleh, mau mampir Coffee Bay untuk beli kopi atau Sandwich?" tanya Elkan.
"Drive Thru aja," balas Mira.
"Mampir saja, aku beliin, yuk," balas Elkan.
__ADS_1
Sebenarnya Elkan sendiri juga sudah diterima untuk kuliah di luar negeri. Hanya Mama dan Papanya saja yang tahu. Mira belum tahu. Namun, untuk latihan ujian dan menjelang Ujian Nasional nanti Elkan harus tetap berusaha untuk mendapatkan nilai yang terbaik. Terlebih untuk mata pelajaran yang tidak dia kuasai, Elkan bisa belajar dengan Mira yang adalah siswa terpintar di sekolahnya.