Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Ketika Anak-Anak Tidur


__ADS_3

Sepanjang hari ini menjadi hari yang melelahkan untuk Elkan. Sebab, Elkan sudah kembali bekerja hari ini. Kembali ke Coffee Bay dan mengecek laporan yang cukup banyak. Akan tetapi, sebagai pria bekerja itu adalah kewajiban. Elkan tidak mau mengeluh. Begitu sudah di rumah pun, Elkan full senyum melihat putra dan putrinya.


"Seharian rewel enggak, Honey?" tanya Elkan.


"Ada kalanya rewel, Pa. Mana Aryan minta ASI terus."


Elkan tersenyum menatap istrinya. Dia sekarang sengaja menatap dada istrinya dan bertanya. "Kok, gede satu, Yang?" pertanyaan yang menggelikan dari Elkan. Mira sampai malu jadinya.


"Ish, Kak ... malu loh. Soalnya kan, Aryan minum satu. Aaliya malahan sedikit. Aku pumping aja nanti. Ah, Kakak. Bikin malu deh," balas Mira.


Yang Elkan tanyakan sebenarnya adalah hal wajar. Pada umumnya, dada Busui memiliki ukuran yang jauh lebih besar karena memang kelenjar laktosa yang memproduksi ASI. Bahkan pada beberapa kasus bentuk payu-dara tampak tidak seimbang alias berat sebelah. Namun, para Busui tidak perlu khawatir karena kondisi ini sangat normal terjadi dan tidak mempengaruhi jumlah produksi ASI.


"Bercanda, Honey. Habis kelihatan banget kalau aneh, besar sebelah," balas Elkan.


Mira benar-benar malu mendengar pertanyaan dari suaminya sendiri. Namun, Mira juga tahu dan pernah membaca sebelumnya jika hal itu adalah hal yang wajar. Sering dialami para Busui juga.


"Kakak makan malam dulu yah, aku sudah hangatkan sayurannya. Maaf, aku tadi makan duluan, soalnya laper banget setelah produksi ASI," kata Mira.


"Tidak apa-apa, Sayangku. Ya sudah, aku makan dulu sebentar yah," balas Elkan.


Akhirnya Elkan memilih makan malam. Walau tidak makan, Mira menemani duduk di meja makan dengan suaminya. Dia menitipkan sejenak Aryan dan Aaliya ke Bibi Reni yang bekerja sebagai ART di rumahnya.

__ADS_1


"Yakin, enggak makan?" tanya Elkan.


"Enggak. Sudah kenyang banget kok, Kak. Seharian bekerja lancar?" tanya Mira.


"Lumayan, Honey. Walau lama enggak masuk, harus mengecek banyak laporan. Untung bisa dikerjakan satu per satu," balas Elkan.


Mira kemudian tersenyum. "Semangat yah, Daddy. Kalau kurang semangat bayangin aja Aryan dan Aaliya yang lucu-lucu," balas Mira.


Hampir dua puluh menit berlalu, keduanya kembali membawa Aryan dan Aaliya ke dalam kamar. Bibi Reni juga dipersilakan Mira untuk istirahat. Waktunya beristirahat juga. Sebenarnya, tugas utama Bi Reni hanya mengerjakan tugas rumah tangga saja. Untuk pengasuhan Mira juga mengasuh sendiri. Hanya kalau terpaksa saja, dia menitipkan Twins A ke ARTnya sebentar.


"Nidurin Twins A dulu, Dad," kata Mira.


"Sebenarnya kalau udah jam delapan malam, Twins udah bobok sih enak. Mommynya bisa me time sebentar," kata Mira.


"Mommy pasti capek seharian?" tanya Elkan.


"Ya, lumayan, Dad. Yang penting sih dinikmati aja kok," balas Mira.


Elkan menganggukkan kepalanya. Dia teringat dengan ucapan Papanya dan Papa Abraham, jika semua proses dinikmati semuanya akan berjalan baik. Tidak akan merasa keberatan sama sekali.


"Mumpung Twins udah bobok, Mommy pengen ngapain nih sama Daddy?" tanya Elkan sekarang.

__ADS_1


Mira hanya tersenyum. Pengen ngapain juga dia bingung sebenarnya. Namun, kadang kalanya pasangan baru hanya bisa memanfaatkan waktu di kala anak-anak sedang tidur seperti ini.


"Kamu sudah selesai masa nifas belum sih, Honey? Aryan dan Aaliya aja sudah hampir dua bulan. Aku sampai udah lupa rasanya," tanya Elkan.


"Sudah, Kak. Waktu kamu sakit, aku udah selesai kok, Kak."


Elkan menganggukkan kepalanya perlahan. Rupanya juga sudah hampir sebulan istrinya itu selesai masa nifas. Elkan merasa sudah begitu lama tidak merasakan indahnya menggapai nirwana lagi bersama istrinya. Ingin mengajak, tapi masih kasihan dengan Mira.


"Kenapa, Kak?" tanya Mira kemudian.


"Enggak, aku tuh sampai lupa kapan terakhir kali merasakannya. Kamu hamil aja kita sudah enggak kan? Tiga bulan ada lah yah?" tanya Elkan lagi.


Mira tersenyum lagi. Memang keduanya sudah cukup lama tidak berhubungan suami istri. Tiga bulan mungkin sudah ada.


"Puasa terlamaku dong yah," kata Elkan lagi.


"Tuh, buktinya kuat puasa tiga bulan," balas Mira.


"Terpaksa karena keadaan, Honey. Kamu pasca bersalin dan aku sakit. Duh, yah gimana lagi."


Elkan kemudian memeluk Mira. Rindu sekali dengan istrinya itu. Walau begitu Elkan tidak ingin memaksa. Dia sangat tahu wanita juga membutuhkan waktu. Oleh karena itu, Elkan memilih santai dan menunggu saja.

__ADS_1


__ADS_2