TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
curhat Harsya ke sahabat nya riyan


__ADS_3

Curhat Harsya Ke sahabat nya Riyan


Setelah basa basi sama ibu nya riyan yang biasa menyebut dengan Bu Desi" lalu harsya melangkah menuju kamar sahabatnya.!"sebelum harsya nyampe ke kamar sahabatnya" Riyan sudah keluar kamar dan menghampiri sahabat nya yang berjalan kearahnya.


"Harsya' lecek banget si muka loe"ledek Riyan sahabat nya yang baru datang sekaligus orang yang mengerti tentang kehidupan Harsya selama ini"duka dan kesedihan hanya Riyan yang mengetahui selama ini.


Emang nya kertas di sebut lecek sambil manyun bibir Harsya,"kesel pemuda itu


Eh....!.."jangan marah dong gue punya cerita bagus nih" ucap riyan nyengir kaya kuda, baca deh"Riyan menyodorkan buku novel ke hadapan Harsya.


Sahabat Harsya yang ini memang penggila novel,buku buku tebal di kamar nya dan semua nya buku novel, tidak jarang tumpukan buku nya di kamar melewati batas teritori ku.


"Ahk....''.."malas gue kata ku dari pada baca novel lebih baik baca buku anatomi"ujar Harsya.


Membuang muka nya"Harsya juga penggila buku seperti Riyan"beda nya harsya lebih suka buku non-fiksi seperti anatomi"sejarah, buku buku islami, tentang kisah kisah para Nabi Wali songo para pahlawan kemerdekaan dan sebagainya.


'Ehk.....".. "riyan gue kesini ada yang mau gue obrolin?"dan minta bantuan dari loe kata" harsya mengutarakan tujuannya kesini.


Tumben"...."loe minta bantuan dari gue?"biasa nya gue yang selalu minta tolong ke Loe"jawab riyan sahabatnya.


"hehehe......"...! Harsya hanya nyengir saja.


"Dasar pe,a lu malah ketawa muka lu tuh asam kalau nyengir gtu hahaha ujar Riyan meledek sahabat nya.


Serius Riyan gue kesini butuh bantuan loe, hidup mati gue ada di tangan loe sambil bercanda dan nyengir"ucap Harsya dengan wajah tampa dosa.


Dasar" sedeng"gak waras loe"jawab Riyan sahabatnya dengan geleng-geleng kepala nya"melihat tingkah lucu Harsya sahabat sejati nya itu"


"Yaa......." udah kita ngobrol di halaman rumah aja ajak Riyan kepada sahabatnya.


"Ayo.....!... "balas Harsya" sambil mengikuti arah berjalan sahabatnya.


Riyan memanggil pembantu nya"


"Biii..."Inah" teriak riyan memanggil pembantu rumah nya.


Lalu datang BI Inah dengan tergesa - gesa menghampiri Riyan."Iya den ada apa sahut BI Inah pembantu di rumah orang tua Riyan.

__ADS_1


"Bibi........"bikin kan kopi dua ya biasa kopi hitam dan bawa kueh ke gazebo tempat santai di halaman rumah ucap Riyan memerintahkan pembantu yang bernama maimunah biasa di panggil dengan sebutan Inah"siap aden Riyan balas pembantu nya.


Orang tua Riyan itu termasuk keluarga golongan menengah ke atas dan di kampung nya orang tua sahabatnya itu orang paling kaya dengan rumah yang begitu besar dan halaman luas.


Ayah nya Riyan itu seorang Bandar Tomat di kampung dengan tanah nya yang luas di tanami buah tomat yang siap di impor ke kota kota besar karna kualitas dan harga yang standar"Jadi wajar kalau di rumah nya ada seorang pembantu rumah tangga.


Yang asik dari diri riyan itu orang nya tidak sombong karna yang kaya itu ayahnya bukan gue kata riyan kepada Sahabat nya atau teman teman dekat riyan.


"Setelah saya tiba di halaman rumah r, Iyan dan di samping kolam renang ada tempat duduk berupa saung untuk sekedar santai dan berbincang-bincang keluarga Riyan atau pun teman teman Riyan.


"Harsya...." duduk" ayo gak usah berdiri gitu kaya patung silat di kecamatan mande" ledek Riyan kepada Harsya yang sedang berdiri memandang rumah riyan yang super mewah dan luas.


"Sue...."loe Riyan" timpal Harsya" lalu duduk bersama Riyan saling berhadapan"


"Tidak lama berselang muncul bibi Inah pembantu keluarga riyan membawa nampan berisi dua gelas kopi dan cemilan menuju sahung tempat kedua sahabat itu untuk mengobrol.


"Den....! Riyan"..."Den....! Harsya silahkan di minum kopi nya" ucap BI Inah.


"Terima" kasih"......! bibi balas ku cepat" Riyan hanya mengangguk saja.


"Dua sahabat sejati itu pun menikmati kopi yang di suguhkan oleh pembantu yang bernama maimunah.


", Alhamdulillah"...!! ucapku syukur kepada Allah SWT atas nikmat kopi'yang di berikan oleh Bibi Inah,"


"Harsya....."loe mau minta tolong apa dari gue?"ujar riyan menatap wajah sahabatnya.


"Bentar"...riyan"gue seruput lagi kopi sangat menggoda iman dan nikmat terkekeh ucapku


"Sue.....".."loe balas Riyan sambil ikut ikutan menyeruput kopi dan tertawa cekikikan.


"Begini" sahabatku Riyan"kamu' kan masih kuliah di kota besar di daerah ibu kota"jadi loe tahu kan setidak nya selak beluk ibu kota"jadi gue berinsiatif mau ke kota dalam waktu dekat ini"kata ku menjelaskan kepada Riyan tujuannya datang kesini.


kata orang Sunda mah ( malapah gedang hela )


"What's Ohk Maygod"......!"jawab Riyan kaget dengan maksud Harsya datang kesini sambil cekikikan"


"Apaan" sih Riyan gak lucu kali pake bahasa yang gue gak ngerti dodol"kesel Harsya.

__ADS_1


"Sorry" brother..."tapi loe serius dengan ucapan loe mau ke kota Jakarta dalam dekat ini"kata Riyan menanyakan ucapan dari sahabatnya.


"Serius gue"malahan gue dua rius"balasku singkat


"Terus"........"maksud tujuan loe ke kota jakarta mau ngapain"tanya Riyan mata nya mengarah kepada sahabat ada rasa penasaran dalam dada nya"


"Tadi" siang gue abis pulang dari masjid pulang kerumah tak sengaja mendengar obrolan antara Umi dan Abah orang tua gue di saat gue sedang menguping pembicaraan mereka Abah dan Umi mengetahui gue lagi menguping terus aku pun ikut dalam obrolan kedua orang tua gue, Abah menjelaskan tentang siapa gue dan dari mana asal gue" ucap Harsya dalam penjelasan nya kepada Riyan sahabat nya


"Terus".....".. Harsya setelah loe tau dan bagaimana Umi dan Abah mu" saat ini apakah mengijinkan loe pergi dari rumah untuk mencari asal usul diri loe" jawab Riyan


"Sejatinya gue tahu siapa Abah Jaeludin dan Umi Aminah notabene selama berumah tangga tidak mempunyai anak, kehadiranmu di keluarga pasangan paruh baya memberikan sinar yang terang benderang"ucap Riyan.


"Tadinya gue berat sungguh berat hati gue meninggalkan sosok orang yang telah merawat gue penuh dengan kasih sayang perhatian nasehat nya gue terima dalam kalbu gue"walaupun gue tahu Umi dan Abah bukan orang tua gue yang asli tapi bagi gue Umi dan Abah adalah Ibu dan Bapak kandung gue.


"Tapi Abah dan Umi sudah memberi ijin ke gue untuk melangkah mencari dan memecahkan misteri dan rahasia yang ada dalam diri gue dengan di mulai nya di kota besar ibu kota negara" kata Harsya


"Riyan''hanya manggut manggut saja dan bergumam


"hmmmmmmm" gumam sahabat harsya"


"tapi yang jadi beban gue saat ini paktor (UUD) "ucap ku


"Naon"....!!."deui"(Apa"....!.."tuh.."harsya ( UUD ) "jawab Riyan berkerut kening wajahnya"


"Loe....! gak "salah minum obatkan yan"sahut Harsya


"Apaan".....".."sih gak jelas" ujar Riyan menatap Harsya.


"Masa" dirimu...."tidak tau" UUD Riyan samsudin"ledek harsya terkekeh cekikikan.


"Riyan" Pratama Anugrah" nama gue" Harsya sedeng were" balik ledek Riyan sahabatnya


"Gue...."...!.."nggak sedeng dan were" Riyan oleg terkekeh Harsya di barengi dengan tertawa bersama sama antara dua sahabat yang penuh dengan canda ria bila selalu berdua.


"Riyan gue jujur terbentur nya materi dalam perjalanan gue ke kota besar" seandainya loe punya uang simpanan gue mu minta tolong sama loe untuk meminjam uang untuk keperluan gue dan bekal untuk abah dan umi" cicit Harsya dengan tertunduk malu mengutarakannya.


(UUD itu ujung ujung nya duit)

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2