
"Sementara' itu di lantai paling atas kafe bintang ," beberapa orang penting sedang mengadakan pertemuan atau pun meeting dengan Pemilik perusahaan Anugrah Zahra group yang baru satu bulan telah di ikrarkan kepada pemuda tampan yang masih berusia belia yaitu Tuan Muda Harsya putra dari almarhum tuan Ismail dan Nona Zahra.
''Selamat malam Tuan Tuan dan yang hadir di Sini hari ini.
"Terus terang aku tidak menyangka dan tidak percaya apa yang saya sudah lihat di gedung ini untuk bertemu dengan anda semua yang hadir di sini.
"Bukan kah kalian tahu bahwa aku belum siap secara terbuka untuk mengambil alih kendali perusahaan milik ayah saya, aku rasa tidak perlu lagi mengulangi perkataan atau pun kalimat yang sama secara berulang kali, Dan jujur saja saya masih bertanya tanya dalam hati, mengapa Abang Ucok dan Abang Beni memakai baju Berlambang ular kobra dan berada dalam lingkaran orang orang perusahaan milik ayahku," kata Harsya yang kini mulai terlihat raut kebengisan di wajahnya.
"Semua yang hadir di ruangan itu merasa ngeri melihat ekspresi wajah tuan muda itu, terutama bagi kedua Ucok dan Beni selama 10 tahun dia telah menjaga nya menjadi pengawal bayangan nya selama di kota kecil kota C "Namun tidak pernah melihat Tuan muda dengan ekspresi wajah bengis dan dingin seperti itu.
"Rijki Fadilah yang saat ini menjadi motor bagi pertemuan ini segera berdehem sebelum berkata.
"Seperti yang di katakan oleh Maman tomat dan atas perintah Tuan muda Harsya bahwa ada hal hal yang sangat mendesak untuk segera di diskusikan bersama dan semoga ada nya kerjasama dari semua orang yang ikut berpatisipasi dalam pertemuan ini akan dapat memberikan pandangan pandangan yang brilian bagi sebuah keputusan yang akan di ambil ," kata Rijki Fadilah berhenti sejenak lalu melanjutkan lagi.
"Saat ini banyak terjadi pergolakan di dalam tubuh keluarga yang di akibat kan oleh perang kekuasaan bisnis yang tidak akan ada habis nya.
"Seperti kita ketahui, bahwa kembali nya Adik adik dari Tuan Suhardi dan sahabat almarhum Tuan besar Ismail, yaitu Abang Ucok dan Beni, memberikan informasi yang sangat memberikan keuntungan bagi kita semua.
__ADS_1
"Informasi yang di bawa oleh mereka berdua akan menjadi PR buat kita bersama karna bila Rencana dari musuh kita yaitu Dani Rustandi selaku Dedengkot petinggi Genk kobra untuk meruntuhkan kekuasaan Khabil Ardana sekaligus mantan istri nya Elisabeth Ardana pemilik perusahaan di bawah Anugrah Zahra group," Berhasil," maka dua kekuatan akan bergabung bersama organisasi genk kobra terbesar di negri tercinta ini, belum lagi di bantu oleh orang orang Asia yang penuh mendukung dan siap berkorban nyawa untuk Dani Rustandi.
"Apakah kalian tidak membayangkan betapa berbahayanya orang licik ini?" dan ada beberapa informasi dari Maman Tomat dan Iwan kupluk yang dapat kita percaya kepada impormasi dari mereka berdua sambil menunjuk kepada Maman dan Iwan bahwa setelah menggulingkan perusahaan ARDANA GRUP dan GELORA BUANA GRUP target selanjut nya adalah sahabat sahabat Tuan Muda Harsya," kata Rijki Fadilah menjelaskan semua yang dia dapatkan informasi dari Cok Ben dan kedua pengawal ayah nya.
"Mendengar penjelasan dari Rijki Fadilah, Harsya yang dari tadi dengan khusuk mendengar kan tak dapat mengendalikan keterkejutan dan kekagetan nya kenapa harus sahabat sahabat nya menjadi targetnya.
Yang pertama tama dia lakukan adalah memandang ke arah Cok Ben.
"Abang Ucok, Abang Beni, dimana keberadaan sahabat sahabatku sekarang tinggal," tanya Harsya.
"Tuan muda," saat ini ketiga gadis sahabat tuan muda dalam pengawasan anak buah Tuan Gandi dan untuk Riyan sekarang bersama Azis dan Dirga," kata Beni
"Baik' Tuan muda" segera akan saya laksanakan," kata Beni lalu mengeluarkan ponsel dan mengetik pesan untuk memperketat penjagaan kepada tiga gadis sahabat Tuan Muda Harsya.
"Harsya' pun berdiri dan mulai mengelilingi meja panjang menatap satu persatu yang hadir di ruangan tersebut dan mulai berkata.
"Menurut apa yang di katakan oleh Tuan Rijki Fadilah tadi, dapat di pastikan bahwa akan terjadi perubahan besar dalam peta Bisnis di hari yang akan datang.
__ADS_1
"Tindakan dari Dani Rustandi ini akan memicu pro dan kontra di antara internal perusahan yang mendukung perusahaan lama sebelum di ambil oleh Dani dengan paksa, di sisi lain para investor akan ragu kepada Dani dalam menjalani roda perusahaan dan mengandalkan kekerasan atau pun dekengan organisasi Genk kobra beracun.
"Kalian semua yang ada di sini dengarkan perintahku! kirim mata mata sebanyak mungkin untuk menggali informasi sedalam dalamnya tentang siapa saja yang pro dan kontra terhadap Dani Rustandi.ketika kita sudah mendapatkan gambaran yang jelas tentang semua itu, kita mulai dari perusahaan GELORA BUANA GRUP , para investor dan orang orang buana, tarik mereka kedalam barisan kita, tapi ingat.! ini harus di lakukan secara serentak agar kita dapat menghindari mereka untuk melakukan dialog sesama mereka.
"Ingat ketika kalian akan bergerak melakukan penawaran kepada mereka untuk bergabung kepada kita, maka kalian harus mengetahui Selak beluk keluarga nya, Lantik orang orang yang bijak dalam hal hal keahlian dalam berdiplomasi dengan tujuan supaya mereka bisa me loby para investor agar mereka yakin kepada kita.
"Walau bagaimana pun, tidak akan ada sebuah perusahaan yang mampu berdiri sendiri Tampa ada nya investasi dan suntikan dana dari pengusaha kecil dan besar lainnya," kata Harsya tersenyum lembut kepada mereka semua.
"Kalian tau,?"sebelum ingatan ku pulih setiap malam aku selalu bermimpi buruk dan setiap aku mengingat wajah lelaki yang mempunyai goresan di pipi sebelah kiri yang sekarang saya tahu bahwa itu Dani Rustandi dan mengetahui penyebab kematian orang tua ku dengan cara sangat keji dan kejam," kini api dendam itu datang lambat Laun telah mengubah karakter lembut ku seperti manusia berhati iblis di saat aku marah.
"Api dendam ini terus - menerus membakar dan menyiksaku," teriak Harsya membuat semua yang hadir di ruangan itu terkejut dan memandang ngeri.
"Simpan kemarahan anda untuk waktu yang tepat tuan muda," bagaimana pun anda harus bisa memiliki hati yang dingin agar hal hal yang telah menimpa orang tua anda tidak menimpamu," kata Ucok memperingatkan nya.
"Terima kasih Abang Ucok," kata Harsya,
Harsya kembali duduk di kursinya untuk menyudahi pertemuan ini, karna sebuah rencana dan keputusan sudah di putuskan oleh mereka yang hadir di ruangan ini, pemuda bernama Harsya pun mulai berkata .
__ADS_1
"Baik lah beberapa rencana sudah kita putus kan, dengan ini pertemuan saya tutup, kata Harsya berdiri sambil membungkuk hormat kepada mereka yang hadir di ruangan tersebut.
bersambung.