
Indah Dalam Bahaya
"Malam' itu suasana hati Indah sangat jengkel dan dongkol oleh kedua sahabat nya di tambah lagi kerabat dari pihak ayah datang bersama ibu dan ayahnya.
"Assalamualaikum...." Dewi mengucap salam,
"WaallAikum salam " anak ku ayah dan ibu nya memeluk secara bergantian.
"Giliran adik nya ayah yaitu Tante Melly memeluk Indah" Kamu sendirian Indah,?" Mana pacar kamu, ayah dan ibu kamu bilang kedua sahabat kamu yang sama satu kost dan satu kampung sudah punya pacar," kata Tante Melly menggoda ponakan nya.
"Yaa...! ampun, Tante ini apaan coba,? bukan nya nanya kabar malah nanya pacar" Indah memberengut ,membuat Melly dan kedua orang tua nya tertawa.
"Udah bercanda nya, ayo duduk ponakan Tante yang cantik," goda Melly Tante nya.
"Rencana nya ayah sama ibu mau nginap di rumah Tante Melly dan mengajak kamu Nak, tapi kamu tadi di telepon tidak bisa karna besok nya masuk kuliah pagi, karna ayah tahu kalau kamu dah Deket sama ayah atau ibu suka malas malasan," kekeh ayah nya sambil cekikikan.
Belum juga Indah menjawab ucapan dari ayah nya, Tante Melly yang menimpali nya dan berkata,
"Abang Komar, itu hanya alasan indah tidak mau di ajak nginep, dia menghindar dari saudara saudara kang Komar yang jiwa kepo dan nyinyir tentang status indah yang jomblo,
"Mereka bertiga tertawa lepas,"
"Huh......" dengus Indah, kalau gue nanti ikut nginep di rumah Tante Melly di daerah Bekasi bisa bisa panas telinga gue, pikir indah dalam hati.
"Eh.... ini si Indah dari dulu kok gak berubah to, Indah, Gini gini aja ," kata Tante Melly dengan senyuman meledeknya.
"Mau berubah gimana, Tante yang cantik dan suka kepo," tanggap, Indah
"Yaa.." dari dulu status mu itu lho, tetep sendiri aja' imbuhnya.
"Aduh Tante, indah tuh masih muda baru juga umur 19 tahun masih jauh kata pacaran atau pun nikah, Indah mau pokus dulu sama kuliah dan karir," ucap nya yang sudah mulai kesel dan dongkol karna dari tadi yang di obrolkan adalah pacar jomblo
"Tante Melly hanya tertawa cekikikan melihat keponakan nya kesel dan bibir nya monyong kaya Tutut siap untuk di masak.
"Sudah......! sudah.....! " kata ibu nya Indah menengahi obrolan mereka berdua," karna melihat pelayan restoran sudah datang dan menyiapkan makanannya untuk di santap.
**
__ADS_1
"Sementara di tempat yang berbeda dan masih waktu yang sama, Dirga yang sedang mengobrol bersama kakak angkat nya yaitu Gandi, tiba tiba ponsel milik nya bergetar.
"Drrt......'' Drrt......" Drrt......".....!
"Gandi pun membuka pesan chat dan mulai membaca pesan yang di terima dari Ucok
"Perintah dari Tuan muda Harsya untuk memperketat pengawalan kepada tiga sahabat nya yaitu Dewi, Indah, dan Hani
"Lalu Gandi pun membalas pesan tersebut
"Siap" perintah di laksanakan segera,"
"Kak.....!...." Siapa yang mengirim pesan terlihat serius dan tegang" tanya Dirga penasaran.
"Tuan muda sudah bertemu dengan Cok Ben lalu memerintahkan sekarang juga untuk memperketat pengawalan kepada tiga sahabat nya yang perempuan," jawab Gandi sambil mengetik pesan kepada Azis dan Riyan menanyakan kabar ketiga gadis tersebut.
"Sekarang posisi Tuan muda Harsya berada dimana sama Abang Ucok dan Beni," tanya Dirga kedua kalinya.
"Disaat mau menjawab pertanyaan dari Dirga pesan chat pun masuk secara bersamaan dari Azis dan Riyan, dan bunyi pesan pun sama hingga, Gandi pun tersenyum.
"Siap" kata Dirga tegas,"
"Dirga pun langsung berdiri dan melangkah pergi menuju pintu keluar.
**
"Indah pun keluar dari restoran setelah berpamitan kepada ayah dan ibu nya serta Tante yang super nyebelin nya, ia berjalan menuju halte bus untuk menyetop angkutan umum karna waktu sudah semakin larut dan Indah pun belum tahu Selak beluk kota besar ini ketambah lagi ponsel nya lupa di cas sehingga ponsel nya mati...!
"Kini Indah tengah berjalan kaki menyusuri jalan kampung Melayu tidak jauh dari terminal kampung Melayu, sekeliling nampak sepi, mungkin di jam malam yang sudah larut ini orang orang mungkin sudah kembali kedalam rumah atau pun kost nya.
"Cantik' kok jalan sendirian, Mau di temenin, gak,?" Entah dari mana asal nya, tiga pria sudah ada di belakang Indah.
"Di sapa seperti itu membuat Indah terkejut, dia memutar badan dan mendapati wajah pria yang terlihat mesum, Tak ingin menghiraukan nya, dia berjalan cepat demi menghindari tiga pria mesum itu.
"Eh..." Cantik kok, malah ngajakin lari larian, Sini dong, Aa ,gak nakal kok" sambil mengikuti jalan gadis itu,
" Ayo, kita senang senang bentaran," dua pria lainnya ikut menggoda gadis itu.
__ADS_1
"Kalian jangan aneh aneh! saya bakal berteriak dan manggil orang orang buat hajar kalian," gertak Indah ketakutan.
"Haha ....." siapa yang dengerin suara kamu,!" pria yang satu justru mengejek nya.
"Tolong, Indah yang mulai panik berteriak meminta tolong.
" Tiga pria tadi ikut panik, panik jika ada orang yang mendengar nya.
"Salah satu dari mereka bertiga mengeluarkan pisau belati, dia todongkan kedepan wajah Indah.
"Berani berteriak,! berarti berani tanggung resiko!" ancam pria satu nya yang telah memegang tangan indah.
"Diacungi benda tajam," tubuh Indah gemetaran, apa lagi yang ia bisa dilakukan selain menangis dan pasrah, apakah hari ini dia akan kehilangan sesuatu yang paling berharga,?" Atau bisa jadi kehilangan nyawanya,?"
Membayangkan itu semua membuat Indah semakin melemas, harapan nya takut pupus, Adakah seseorang yang yang bisa menolong nya,?" Sedangkan keadaan sekita begitu sepi...!
"Indah begitu menyesal kenapa memutus pulang seorang diri, harus nya tadi menyanggupi pulang di antar oleh Tante Melly, dengan begitu tidak akan bertemu dengan tiga orang pria jahat.
"Tolong jangan macam macam, saya mohon sambil menangis, indah memohon.!
"Tolooong....!!.." lepas..!" Indah berusaha memberontak, tapi tangannya di cengkeram kuat sehingga pergelangan tangan kulit nya seketika kemerahan.
"Diam,...!!! kalau tidak bisa diam, pisau ini bakal menggores leher mu yang putih..!!! Ancam salah satu penjahat itu yang memegang pisau tidak main main, mata melotot senyuman mesum membuat bulu kuduk merinding.
Indah terisak Tampa berani bersuara lagi, pasrah, hanya itu yang dia bisa lakukan. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, dia tidak tahu, yang pasti bahaya di depan mata mengancam nya. Dalam keadaan seperti sekarang, semua bayangan mengerikan melintas dan menambah ketakutan nya.
Yaa Allah yaa tuhan tolong hamba mu ini yang hina selamat kan dari orang orang jahat ini hamba percaya kepadamu akan ada nya sebuah pertolongan dari mu dari arah tidak di sangka sangka dalam hati indah berdoa meminta pertolongan kepada sang pemilik alam semesta ini
"Apakah Indah ada yang menolong nya ikuti terus novel receh Author hasil imajinasi dan khayalan semata.
Sesudah baca wajib like karna gratis apalagi sampai kasih hadiah atau vote nya
author sangat berterima kasih.
bersambung.
Salam manis dari kota kecil wilayah Jawa barat.
__ADS_1