
"Paman Suhardi Oma Elisabeth kali ini saya bingung untuk memberi keputusan tentang perusahaan GELORA BUANA GRUP." Kata Harsya kepada mereka berdua.
"Cucuku dengan menerima pengalihan Perusahaan GELORA BUANA GRUP dan menggabungkan dengan perusahaan ANUGRAH ZAHRA GROUP beban amanat dari ayahmu terbebas" jawab Elisabeth.
"Apa yang di ucapkan oleh Nyonya Elisabeth itu bener Nak'' Kata Suhardi.
"Diam sesaat pemuda yang bernama Harsya.
"Bismillahirrahmanirrahim'
"Baiklah Oma Elisabeth tapi saya mau bertanya terlebih dahulu kepada ketiga anak Oma" tanya Harsya.
"Oma mengangguk '' Lestari, Clarissa dan Galang Mega Ardana berkata secara bersamaan.
"Silahkan Tuan muda kami akan menjawab dengan kejujuran dan Tampa ada kebohongan.
"Apakah kalian bertiga tidak akan menyesal atau pun ada tuntutan kedepannya apalagi sampai ada permusuhan di antara kalian bertiga kepada saya, setelah saya mengakusisi kan perusahaan GELORA BUANA GRUP menjadi satu perusahaan sama halnya dengan perusahaan XFRES GROUP yang sedang proses penggabungan menjadi satu perusahaan.
"Kami bertiga menjawab pertanyaan dari tuan muda.
"Kami bertiga berjanji tidak akan menuntut kedepannya bila perlu kami siap membuat surat pernyataan hitam di atas putih dengan di saksikan oleh penegak hukum.
"Harsya cukup puas mendengar jawaban dari ketiga anak Elisabeth dan langsung berkata kepada Paman Suhardi untuk segera menyiapkan berkas berkas untuk pengalihan perusahan GELORA BUANA GRUP.
"Oma Elisabeth sebaiknya jangan dulu kembali ke negara Inggris setelah semua nya di sini beres'' pinta Harsya.
"Baiklah Cucuku'' Oma nurut apa kata kamu'' balas Elisabeth.
*
*
"Waktu pun menjelang sore dan senja pun akan segera tiba setelah obrolan panjang tentang perusahaan GELORA BUANA GRUP untuk di gabungkan dengan perusahaan ANUGRAH ZAHRA GROUP serta sedang proses nya perusahaan XFRES GROUP menjadi satu perusahaan maka Harsya pun hari Minggu akan pulang dulu ke kampung untuk menemui Abah dan Umi serta membicarakan semua yang terjadi kepada jalan hidup nya yang penuh misteri.
"Pemuda tampan yang saat ini sedang termenung di dalam kamarnya setelah melaksanakan ibadah salat magrib. Mengenang perjalanan yang singkat ini yang tadinya hidup penuh kemiskinan dan serba kekurangan dalam waktu dua bulan lama nya menjadi seorang pemuda yang asetnya triliun rupiah.
__ADS_1
Lamunan pemuda tampan pun buyar seketika saat terdengar suara ketukan pintu kamar nya ada yang mengetuk dari luar...!
"Harsya pun beranjak untuk membuka kan pintu nya...!
"Wa.....'' Ijah ada apa? tanya Harsya sesaat pintu kamar terbuka.
"Aden di luar ada tamu" jawab pembantu nya.
"Ya.....'' sudah suruh tunggu saya mau ganti dulu baju'' kata Harsya supaya memberi tahukan kepada tamu nya untuk menunggu.
"Baik' lah Aden"
"Harsya pun langsung berganti baju untuk menemui tamunya yang tidak tahu....!
Siapa yaa tamunya lupa tidak tanya pada wa Ijah ucap nya dalam hati.
"Pas sampai di ruangan keluarga dua sosok yang sangat di kenal dan di hormati dengan sosok pemuda yang tidak di ketahui sedang duduk di sofa ruangan tamu dan tidak jauh dari dua sosok yang duduk berdampingan ada satu pasangan paruh baya yang selama ini ku rindukan dan rencana nya hari Minggu akan mengunjungi nya.
"Assalamualaikum" Abah Umi dan Kiayi Sepuh.
"Harsya pun langsung bersimpuh di kaki Umi nya sambil mencium kaki kedua orangtua angkat yang selama ini merawatnya. setelah mencium kedua kakinya lalu Harsya pun mencium kedua Orang Tua angkatnya satu persatu seraya memeluk nya dengan pelukan hangat.
"Harsya pun berpindah kepada Kiayi Sepuh sosok yang ia kagumi dan hormati dengan khidmat pemuda itu pun mencium tangannya seraya meminta doa dari seorang Kiayi Sepuh.
"Nak....! Harsya perkenalkan pemuda ini bernama Bimo......," Kata Kiayi Sepuh seraya menunjuk lelaki di hadapan Tuan muda.
"Pemuda itu pun berdiri seraya berkata sambil membungkukkan hormat.
"Salam hormat dari saya Tuan Muda Harsya!
"Duduklah'' pinta Harsya, mempersilahkan kepada pemuda di hadapannya.
"Kini tatapan pemuda itu dengan sorot yang tajam mengarah kepada Bimo penghianat perusahaan GELORA BUANA GRUP.
"Nak....'' Harsya dinginkan kepala mu untuk saat ini....." Pinta Kiayi Sepuh.
__ADS_1
"Maapkan saya" Paman'' kata Harsya.
"Umi Aminah pun duduk nya pindah di samping Harsya untuk meredakan amarahnya. Dan untuk mendengarkan dulu pembicaraan dari Kiayi Sepuh untuk memperlancar rencana yang akan di jalani kedepan nya.
"Nak Harsya, untuk saat ini Bimo Alhamdulillah sudah seratus persen sembuh dan dia sudah menyadari akan sebuah kesalahan yang di perbuat selama ini atas perintah dari direktur Rony. Tadi Paman sebelum berangkat ke Jakarta menelepon dulu kepada Cok Ben tapi tidak diangkat oleh mereka berdua. Lalu menelepon kepada Nak, Gandi untuk meminta alamat Nak Harsya. Kata Kiayi Sepuh.
"Harsya' diam hanya bergeming. Tatapan nya kosong' di sisi lain pemuda itu butuh dengan sosok Bimo. Tapi di sisi lain lagi takut nya dia akan berhianat seandainya dia di ikut serta kan.
"Anak Umi'' berbaik sangka lah terhadap sesama manusia. Insyaallah pasti akan di lindungi oleh sang pencipta" kata Umi memberi nasehat kepada anak yang sudah di rawat 10 tahun lama nya.
*
*
Iring iringan mobil mewah keluar dari perumahan elit di Jakarta barat tepat nya keluar dari Mansion mewah Tuan Besar Dani Rustandi mengiringi pemberangkatan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta
"Di lorong VIP, tampak beberapa pakaian hitam bergambar ular kobra sedang berjaga jaga dengan telinga masing masing memakai intercom.
"Tak berapa lama rombongan mobil mewah milik Tuan besar Dani Rustandi pun tiba tepat di halaman parkir bandara tersebut.
"Begitu mobil mewah berhenti beberapa di antara mereka langsung berlari membuka kan pintu mobil dan membungkuk hormat ketika Dani dan Gareng serta Cok Ben keluar dari mobil.
"Tidak berapa lama kemudian. Kini Tuan Besar bersama mereka bertiga telah sampai di dekat pesawat jet pribadi yang telah siap untuk mereka naiki dan segera mengantar mereka untuk pergi ke Negara Jepang.
Jimmy selama aku di Jepang kau bersama dengan Bocil Sugeng Brewok dan Jabar cari keberadaan Citra dan Jhonny yang menghilang bersama Asisten Elisabeth Ardana. Saya takut mereka berdua bergabung dengan Syamsul karna Citra masih satu Saudara bersama penghianat itu. Kata Dani memberi perintah kepada Jimmy dan yang lainnya.
"Baik'Tuan Besar anda tidak usah khawatir anda bersama ketua dan Cok Ben pokus lah di Jepang biar KOBRA COMPANY GRUP bisa lebih Besar lagi'' Jawab Jimmy.
"Cok Ben dan Gareng hanya mendengar kan obrolan antara Tuan Besar bersama Jimmy. Dan tampak lelaki itu hanya mengangguk.
"Gareng, Cok Ben kalian sudah siap? ayo kita berangkat," Ajak Tuan Besar.
"Dani Rustandi pun masuk, di ikuti Oleh Gareng dan Cok Ben tepat di belakang nya.
"Tak lama setelah itu. Jet pribadi milik perusahaan KOBRA COMPANY GRUP mengeluarkan suara bising dan segera bersiap siap untuk melakukan lepas landas.
__ADS_1
bersambung.