
Orang Orang yang mendengar suara kesakitan yang terdengar dari luar kini puluhan orang orang memakai baju hitam berlambang Genk Kobra Beracun, Keluar dari dalam vila megah dengan posisi masing masing.
Kini di ambang pintu tampak seorang lelaki berusia 45 tahun di dampingi oleh Arif ketua Preman Jogja di samping kanan dan pemuda berusia 35 tahun di samping kiri berdiri dengan kening berkerut dan mata mengkilat kilat menyaksikan para penjaga Vila mereka bergelimpangan tumpang tindih di halaman Vila yang luas tersebut.
Galang Mega Ardana.......! Hentikan. " Teriak lelaki berusia 45 tahun itu begitu melihat siapa orang yang mengamuk membabi buta di siang bolong itu.
Mendengar teriakan itu. Dua pemuda yang sedang menyepak dengan wajah yang penuh emosi menghentikan aksi mereka dan mulai melangkah ketiga lelaki yang berbeda usia itu sambil melangkahi tubuh tubuh penjaga yang bertumbangan akibat perkelahian tadi.
Galang dan Harsya sebelum sampai kearah tiga lelaki yang bergelar Anggota Genk Kobra dan Ketua Preman itu. Para anak buah Jimmy dan Arif pun menghadang untuk menghajar dua pemuda yang menghampiri majikan nya.
Hahahahaha. Galang dan kau lelaki bangsat. Apakah sudah bosan hidup. Dengan menghampiri ku sama dengan mengantarkan nyawa kalian berdua. " Kata Jimmy menghardik mereka berdua.
"Kau terlalu sombong Jimmy sehingga kau tidak tahu tinggi nya langit, dalam nya lautan serta luas nya samudra, Jawab Galang dengan senyuman sinis.
Disaat puluhan pengawal anak buah Jimmy dan ketua Preman Jogja mau menghajar dua pemuda tampan itu. Semua yang di situ tampak di kejutkan suara ban yang berdenyit keras hingga mengeluarkan asap dalam ban itu karna di injak rem dengan paksa.
Dari lima mobil mewah dan mobil pentaris saat ini berkeluaran puluhan orang dengan tampang sangar segera melompat dari mobil mobil yang baru datang dan membuat barisan di depan untuk melindungi dua pemuda dan dari arah belakang menyusul Gandi, Maman, Iwan, Dirga, Azis dan Riyan.
Mereka berenam terlihat melangkah tergopoh-gopoh menghampiri Harsya dan Galang dan begitu mereka sampai di hadapan Harsya, Mereka langsung membungkuk hormat.
"Tuan Muda Maapkan atas keterlambatan hamba dan yang Lainnya, Ini adalah kesalahan kami yang terlalu bersemangat untuk membantai Jimmy dkk. " Kata Gandi membungkuk hormat.
Mereka saat ini seperti sangat ketakutan tidak berani menatap wajah Tuan Muda.
Bagai di sambar petir. Ketiga lelaki anak buah Dani Rustandi yang berada di situ saling bertukar pandang dengan tidak percaya mendengar apa yang telah di ucapkan oleh musuh nya itu.
Jika mereka tidak mendengar dengan telinga dan melihat dengan mata kepala sendiri maka mereka berani bersumpah demi apapun bahwa mereka tidak akan mempercayai semua ini.
"Jadi mereka bertiga telah tertipu oleh Gandi dan anak nya Alex Brian bahwa pemuda yang tadi membungkuk kepada Tuan muda Harsya adalah Tuan muda palsu yaitu Azis.
Dengarkan semua nya segera bantai orang orang yang berada di Vila ini jangan sisakan satu nyawa pun hidup.! Lantang Harsya memberi perintah kepada bawahannya yang sedang membungkuk hormat.
"Dengan senang hati tuan Muda.! Ucap Gandi
"Siap Tuan' Muda.! Serentak mereka menjawab.....!
Seraaaaaaaaaaaang...................! Teriak salah satu anak buah Tuan Muda Harsya.
Peperangan dashyat kini terjadi. semua yang berada di tempat itu saling pukul dan tendang mengakibatkan banyak korban kini berjatuhan.
Salah satu lelaki dengan berwajah dingin dan seorang lagi dengan wajah ganas dengan rambut cepak ala tentara seperti singa kehilangan anaknya. Menghajar siapa saja yang menghalangi nya.
Sudah tak terhitung banyak korban yang berjatuhan di tangan mereka berdua belum lagi di tangan kelima anak buah Tuan muda yang mengamuk seperti kucing kehilangan pindang tongkol.
__ADS_1
"Maman sahabat ku kau lawan Jimmy dan selesaikan dendam mu saat ini.! Titah Iwan kupluk sambil melibas siapa saja yang ada di dekat nya.
"Baiklah.! Sobat.....! Sambil melompat kearah Jimmy.
"Wah....! Wah....! Wah.....! Yang suka kencing di celana mau melawan ku. " Kata Lelaki kepercayaan Dani Rustandi.
"Hahahaha.! Jimmy oh Jimmy gue memang suka kencing di celana itu hanya bau pesing. Tapi kau busiat hingga bau kemana mana.!! Tertawa lepas terbahak bahak sehingga Tuan muda ikut tertawa.
"Hai.....! Maman Tomat....! Kalau busiat di celana bauuuuuuuuu dong.'' Ledek Iwan menimpali ucapan Maman.
"Bajingan kau..........! Tomat buruk." Sergah Jimmy.
"Bedebah..... Kau modol dina celana. " Timpal Maman.
"Huh.....! Tomat busuk bau bangkai.....!
"Busiat sama bukur bukur na......!
"Maman gila, Sedeng Oleg.
"Jimmy, Tolol bodoh dan dungu.
"Banyak bacot loe tomat busuk.....!
"Woy.........! Kalian berdua mau berkelahi atau mau berdebat........! Timpal Tuan Muda geli melihat mereka berdua.
"Maap Tuan muda kita berdua kalau mau berkelahi harus banyak omong dulu. " Jawab Maman Tomat.
"Betul.......! Anak muda kata Maman Tomat. Timpal Jimmy.
"Terserah loe pada......! Gue geli lihat nya.'' Kekeh Harsya cekikikan.
"Silahkan Tuan Muda duduk dengan santai saat ini aku mau mengeluarkan jurus paling sakti mandraguna. " Kekeh Maman Tomat.
"Silahkan Maman Tomat perlihatkan kepada saya sekarang juga.
"Hai.....! Anak muda jurus Tomat busuk yaitu jurus kaki seribu. Hahahahaha.
"Sialan kau Jimmy busiat pakai celana. " Sergah Maman Tomat.
Jimmy ayo kita mulai serius kita selesaikan sekarang juga dendam lama kita." Maman berkata dengan serius kali ini.
"Baiklah Maman Tomat." Jawab Jimmy seraya memasang kuda kuda.
__ADS_1
Kini Maman dan Jimmy mulai serius dan memasang kuda kuda di antara mereka berdua. Pemuda tampan yang di sebut Tuan muda mulai menatap kearah mereka berdua yang mulai serius.
Siap......! Kata Maman mulai menjulurkan tangan keatas.
Siap......! Jawab Jimmy sama hal nya menjulur tangan nya ke atas.
"Riyan.....! Dirga........! Iwan.......! Sini lihat pertempuran dua orang hebat biarkan yang lainya sudah tidak berdaya! Ajak Harsya menonton perkelahian Maman dan Jimmy.
Mereka bertiga yang di panggil oleh Tuan muda berjalan menghampiri nya dan dan langsung duduk di halaman villa megah dengan tangan di lipat di dengkul. Persis para pembaca yang sedang pusing memikirkan beras dan uang jajan buat anak. hihihihi.
"Maman Tomat dan Jimmy ayo mulai.! Titah Harsya.
"Sebentar Tuan Muda sedang memusatkan dulu tenaga dalam di antara kita berdua betul tidak Jimmy......!
"Betul. Anak muda apa yang di ucapkan oleh tomat busuk itu.....! Kekeh Jimmy.
Jimmy loe busiat pakai celana serius." Timpal Maman Tomat.
"Ok." Brother Sory.....! ayo kita mulai.
"Siap mayder Jimmy.....!
"Hiat..........!
Satu........! Dua.........! Tiga........! Serentak.
KERTAS.....! GUNTING....! BATU.....!
GUNTING......! BATU......! KERTAS...!
BATU............! KERTAS......! GUNTING....!
Sialan......! Gue kalah....." Keluh Jimmy.
Jimmy pun mengeluarkan uang lima rebu lagi nggak? Tanya Jimmy
Ok." Siapa takut. " Balas Maman Tomat.
Sedangkan mereka yang sedang menonton sungguh sangat kecewa dengan perkelahian yang akan seru di lihat nya tetapi hanya gurauan......! Mata mereka tidak berkedip sama sekali mulut menganga dan hap........! Lalat pun masuk ke mulut Iwan.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.
__ADS_1