
Matahari Mulai menampakkan cahaya nya. Angin sepoi-sepoi di siang hari. Dua Pemuda dari kejauhan sedang menatap kearah bandara internasional Soekarno-Hatta. Tatapan Ken dan Rex tertuju kearah beberapa orang orang yang memakai kaos berlambang Kelalawar Hitam.
"Ken musuh kali ini lebih berat dari musuh yang lalu." Kata Rex pandangan tidak berubah masih menatap kearah bandara.
"Betul sekali Rex. Apalagi dengan di tambah nya penghianatan dari sahabat Tuan Muda dan sudah mengetahui nya jati diri majikan kita." Jawab Ken.
"Apakah perlu kita memanggil orang orang dari kedua Orang Tua kita yang berada di Negara Singapura. Walau bagaimana pun juga musuh kali ini tidak boleh di sepelekan.?" Tanya Rek.
"Sebaiknya kita usulkan terlebih dahulu kepada Tuan Muda." Saran Ken. Rek pun langsung membungkuk.
**
"Kak........... Kita sudah menunggu hampir satu jam tapi Nona Muda Shintia dan yang lainnya belum tiba juga.?" Tanya Dewi dengan hati yang sangat khawatir takut penyamaran di ketahui.
"Sabar sayang......... Sebentar lagi juga tiba. Kau tak usah gugup dan cemas. Biasakan seperti biasa." Jawab Riyan agar kekasihnya rilex.
Bukan Dewi saja yang mengalami ke khawatiran tersebut, indah' pun sama hal nya. Tapi dirinya tidak mau berkata ini itu. Hanya memegang erat tangan Dirga.
"Woy.......... Mesra amat sih Loe berdua." Kata Hani dengan nada yang sedikit tinggi.
"Ahk...... Loe Hani. Kalau mau ya tinggal ikuti gaya pacaran gue." Timpal Indah seraya menatap keatas seluruh tubuh Hani.
"Hahahahaha. Sorry brother Indah tak level ku bermesraan di tempat umum. Aku bermesraan di tempat tidur." Ucap Hani membisikkan ketelinga Indah.
Indah langsung membekap mulutnya dan matanya menatap kearah Hani setelah itu. Hani pun berkedip kearah Indah.
"Beneran loe Hani.?" Tanya Indah.
"Hahahaha............. Hani pun langsung pergi dan menarik Azis karna pesawat yang di tunggu tunggu sudah mendarat pertanda rombongan Nona Muda Shintia sudah datang.
"Indah apa yang di bisikan oleh Hani. Hingga kau sampai terkejut.?" Tanya Dewi sambil berbisik pelan.
__ADS_1
"Dia sudah tidur bareng sama Azis." Balas Hani sambil berjalan mengikuti arah mereka yang menuju barisan untuk menyambut kedatangan rombongan Nona Muda Shintia dan Anastasya.
"Busyet berani amat si Hani." Ucap Dewi dalam hati.
Jet pribadi mendarat dengan mulus di bandara internasional Soekarno-Hatta. Tak lama setelah itu tampak dua gadis berusia muda dan sangat anggun keluar dari pesawat di ikuti beberapa pengawal berbadan tegap dan wajah yang sangat sangar, keluar dari pesawat dan langsung menuju lorong VIP.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan dua gadis itu segera keluar dimana di sana telah berdiri puluhan lelaki berpakaian hitam bergambar Kelalawar Hitam dan tiga gadis cantik yang berdiri dengan kekasihnya, tampak sedang menunggu.
Begitu dua gadis itu menghampiri mereka, tampak dua lelaki setengah baya dan satu gadis sebaya nya tergopoh-gopoh menyambut nya dua gadis itu.
"Selamat kembali lagi ke Indonesia Nona Muda Shintia dan Nona Muda Anastasya." Kata lelaki setengah baya sambil membungkuk hormat di ikuti oleh Hani dan Firza.
"Terima Kasih Tuan Jhon Koplak." Kata Anastasya sedangkan Shintia hanya tersenyum.
"Nona Muda Anastasya apakah langsung ke Mansion untuk beristirahat atau langsung ke hotel KOBRA COMPANY tempat berkumpulnya seluruh para pengawal." Kata lelaki setengah baya itu ternyata Tuan Jhon Koplak.
"Kita berdua ingin ke Mansion dulu untuk beristirahat. Esok siang saja kita berdua menuju Hotel KOBRA COMPANY setelah kedatang Paman Simon, Kong Kong dan Naga Saki Sempur." Kata Anastasya.
Tak lama iring iringan mobil itu pun bergerak meninggalkan bandara tersebut melaju kearah Jakarta Pusat tempat Mansion Dani Rustandi ayahnya Anastasya.
"Tuan Jhon Koplak. Anda cukup mengantar ku sampai di sini saja. Anda silahkan lakukan kegiatan anda untuk esok hari menjemput ketiga Paman ku. Jangan membuang waktu untuk mengurus kita berdua. Kita berdua bisa mengurus diri kita masing masing. Untuk ketiga sahabat Hani, Indah dan Dewi bersama kekasihnya suruh langsung masuk ke Mansion ku." Kata Anastasya yang langsung keluar dari mobil dan melangkah kearah pintu masuk Mansion mewah tersebut.
"Siap Nona muda segera akan saya sampaikan kepada mereka bertiga." Jawab Tuan Jhon Koplak.
Kedua gadis anak dari petinggi organisasi Genk Kobra Beracun pun langsung bergegas melangkah meninggalkan mereka yang ada di halaman Mansion.
Jhon koplak sendiri langsung menemui gadis sombong itu yang menjadi kepercayaan dua Nona Muda itu dan memberitahu kan bahwa mereka berenam di tunggu di ruangan keluarga Mansion mewah.
"Nona Hani anda di tunggu di ruangan keluarga oleh Nona Muda Shintia dan Anastasya bersama Nona Indah dan Dewi bersama ketiga temannya." Kata Jhon memberi tahukan perintah dari majikannya.
"Ok. Tuan Jhon langsung pergi sementara lima orang lainnya mengangguk dan meninggalkan lelaki setengah tua itu mengikuti langkah dari Hani yang sudah berjalan terlebih dahulu.
__ADS_1
"Tunggu lah wanita sombong. Kau akan menyesal dengan sipat sombong dan angkuh mu." Batin Jhon Koplak bergejolak.
"Pengawal mari kita pergi. Firza sebagian anak buah mu berjaga jaga di Mansion ini." Perintah Jhon Koplak.
"Siap Tuan Jhon." Kata Firza setelah sedikit berlari mendengar teriakan dari Jhon.
Direktur KOBRA COMPANY bersama beberapa para pengawal pun pergi meninggalkan Mansion tempat beristirahat nya kedua Nona Muda anak dari petinggi organisasi Genk Kobra Beracun yang sudah tinggal nama saja.
####
"Ken bagaimana sekarang apakah kita akan tetap tinggal di sini memantau pergerakan mereka atau membuntuti mobil Direktur perusahaan KOBRA COMPANY.?" Tanya Rex
"Sebaiknya kita ikuti rombongan Direktur tersebut. Sementara yang di sini kan ada sepuluh Macan Putih terlatih." Jawab Ken.
"Baiklah kalau begitu. Kamu sekarang juga telepon Tuan Muda. Saya sendiri yang akan menyetir mobil nya." Titah Rex.
Ken pun mengangguk lalu mengeluarkan ponselnya. Dan langsung menuju daptar kontak untuk memencet panggilan telepon.
Nada dering terdengar sangat merdu di telinga Ken.
"Halo.
"Ken ada informasi terbaru apa. Hingga kau menelepon ku.?" Tanya Seorang lelaki di sebrang telepon.
"Mohon Maapkan hamba Tuan Muda. Namun hamba ada yang harus di laporkan dan menunggu perintah dari anda." Kata Ken dalam sambungan telepon.
"Ken aku mendengar kan." Pinta Harsya.
"Begini Tuan Muda anak dari Dani Rustandi dan Ruli Siregar Rusady. Saat ini sedang beristirahat di Mansion lama. Akan tetapi Riyan bersama yang lainnya Azis dan Dirga serta para kekasihnya berada di dalam ruangan keluarga Mansion tersebut. Sementara di luar halaman Mansion mewah itu, beberapa anggota Genk Kelalawar Hitam sedang berjaga. Sedangkan saya bersama Rex sedang membuntuti Direktur KOBRA COMPANY yang bernama Tuan Jhon Koplak. Apakah Tuan muda memberi perintah kepada kami berdua.?" Tanya Ken menjelaskan semuanya hasil pemantauan nya.
Bersambung.
__ADS_1