TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Target pertama Brewok


__ADS_3

Malam pun semakin larut Mobil mewah Lamborghini Aventador berjalan menuju Mansion mewah milik Tuan muda Harsya. Di dalam mobil satu sosok pemuda yang sedang pokus dengan kemudi setir nya tatapan mata nya lurus kedepan.


"Sedangkan di samping kemudi nya sosok gadis berwajah Opal berkerudung hitam sesekali menatap kearah pemuda yang Ia cintai tanpa mau mengajak nya mengobrol.


Tiga puluh menit berlalu Mobil mewah Lamborghini Aventador pun tiba di halaman Mansion mewah lalu memencet klakson untuk Segera membuka kan pintu pagar kepada penjaga di Mansion tersebut.


"Pagar pintu gerbang pun terbuka dan mobil mewah pun masuk dan berhenti tepat di samping mobil Pajero sport warna putih.


"Penjaga pintu pagar pun berlari untuk membuka kan mobil majikan nya.


"Terima Kasih. Mang jaka.'' Ucap Harsya setelah keluar dari mobil nya bersama dua gadis memakai hijab.


"Sama Sama Aden. Balas penjaga itu.


"Pemuda yang di panggil Aden itu. Lalu berjalan kearah pintu masuk Mansion di ikuti oleh dua gadis putri dari Kiayi Sepuh.


"Tak lama berselang pemuda tampan itu pun sampai di ruangan keluarga yang saat itu sudah ada Kiayi Sepuh, Ujang Suparman dan Gandi.


"Halimah dan Fatimah sebaik nya kalian berdua beristirahat Kaka ada yang mau di bicarakan kepada mereka bertiga.'' Ucap Harsya kepada dua gadis cantik itu.


"Mereka berdua pun mengangguk dan mohon ijin untuk beristirahat. Tidak lupa mencium tangan ayahnya dan Ujang Suparman terlebih dahulu.


"Paman Sepuh'' Kang Ujang Suparman dan Kak Gandi sebaiknya kita mengobrol di ruangan kerja.'' Ajak Harsya.


"Mereka bertiga mengangguk dan mengikuti langkah kaki Tuan muda menuju ruangan kerja yang berada di ruangan lantai atas.


*


*


*


"Sementara waktu yang sama tepat nya di daerah Jakarta barat Brewok dan Jabar sedang mengobrol di salah satu Club terbesar di daerah kawasan itu. Dan di temani oleh Gadis pemandu lagu. Sedang asik nya sambil kepala nya bergoyang mengikuti irama musik di Club tersebut.


"Jabar......! kita ke hotel yu gue dah kuat dari tadi tongkat gue ngeceng akibat goyangan gadis ini." Kata Brewok

__ADS_1


"Ahk....." Tak asyik loe....! Nanti....! Jawab Jabar sambil berjoged ria bersama gadis satu nya lagi.


"Ahk.......! Sue loe.....! Gue duluan kalau loe masih betah di sini.....! Kata Brewok mulai ******* ***** pantat Gadis pemandu lagu itu.


"Loe....! Kan lagi mabuk Brewok....! Mengingatkan sahabat nya.


"Hai......! Gadis manis loe bisa bawa mobil." Nanti Om tambahin Tips nya.'' Tanya brewok kepada Gadis yang menemani nya.


"Bisa dong Om.....! Tapi tips nya dua kali lipat ya om.'' Pinta gadis itu kepada lelaki yang di panggil Om oleh gadis yang bekerja di Club malam itu.


"Jangan kan dua kali lipat sepuluh kali lipat juga om kasih akan tetapi kalau kau mampu memuaskan Om malam ini." Kata Brewok yang sudah memburu gairah birahi nya.


"Beres om kalau masalah itu mah....! Om di jamin puas." Kata Gadis seraya tangannya membelai dada brewok. Seketika brewok semakin tidak kuat menahan birahi nya dan lalu beranjak keluar dari Club malam bersama gadis pemandu lagu itu.


"Jabar yang melihat tingkah sahabatnya yang napsu *** besar hanya bisa geleng-geleng kepala dan. Ia sendiri asik dengan gadis satu nya lagi menemani sambil berjoged ria.


Sementara di dua pemuda yang berwarga negara asing melihat anggota Genk Kobra Beracun keluar dari Club malam dengan di papah oleh gadis cantik. Lalu dia buru buru bersiap untuk mengikuti nya.


"Ken....! Target mungkin seorang diri loe siap siap jalankan mobilnya gue mau hubungi Fander sudah sampai mana.? Titah Rex samping duduk Ken Liem.


"Halo.....'' Rex....! Kata seorang menjawab telepon nya.


"Tuan Fander anda sudah sampai mana.'' Tanya Rex yang menelepon nya.


"Rex...! Gue lagi mengikuti mobil yang di tumpangi oleh kalian berdua." Kata Fander memberi tahukan kepada mereka berdua.


"Siap kalau begitu." Apakah kita ringkus saja salah satu dari mereka berempat." Kata Rex bertanya kepada penerima telepon yaitu Fander.


"Sebaiknya saya tanya dulu kepada Tuan Maman." Kata Fander.


"Baiklah Tuan Fander. Anda segera menghubungi Tuan Maman Tomat." Kata Rex seraya menutup panggilan telepon nya.


*


*

__ADS_1


Kita kembali lagi ke Mansion milik Tuan muda Harsya.


"Di ruangan kerja telah berkumpul nya satu Kiayi paruh baya yang bergelar Kiayi Sepuh bersama anak didiknya Ujang Suparman sedang berdiskusi bersama Harsya dan Gandi.


"Tuan muda kita kira berapa orang yang akan di susupkan di kantor XFRES GROUP yang ada di Kota Jogja menjadi satpam dan membuntuti gerak gerik dari Manajer Ardi dan wakil nya Dion." Tanya Ujang Suparman.


"Minimal 10 orang handal yang bisa merekam dan mengumpulkan bukti bukti lalu di masukan kepada kartu memori atau pun CD playdisc." Pinta Harsya.


"Kang Ujang sekilas menatap ke arah Guru nya yaitu Kiayi Sepuh dan tatapan dari gurunya ia terima dengan anggukan. Lalu mulai menjawab permintaan dari Tuan muda Harsya.


"Tuan Muda untuk urusan menyelinap dan mencari bukti bukti lainnya di perusahaan XFRES GROUP yang di lakukan oleh Manajer Perusahaan milik anda yang di Kota Jogja sebaiknya saya bersama 10 macan terlatih." Untuk urusan malam Selasa memburu empat sahabat Cok Ben saya akan membawa 10 orang tingkat kedua macan putih dari padepokan macan putih."Kata Ujang Suparman.


"Tuan muda bergeming tangannya Ia simpan dalam Dagu nya mencerna, menimbang gagasan yang di berikan oleh Ujang Suparman sebelum memutuskan dia menatap Kiayi Sepuh dan mengangguk Orang yang di tatap oleh Harsya.


"Baiklah." Kang Ujang Suparman.'' Saya terima saran dari anda." Ucap Harsya.


"Terima kasih Tuan muda.'' Sahut Ujang Suparman.


"Kak Gandi siapkan jet pribadi untuk keberangkatan kang Ujang Suparman bersama 10 macan putih. dan Esok pagi saya akan menelepon Paman Alex untuk meminta rekomendasi agar 10 orang Macan Putih sudah bisa bekerja di perusahaan XFRES GROUP." Titah Harsya.


"Siap Tuan' muda. balas Gandi membungkuk hormat.


"Paman Sepuh besok biar Riyan yang jemput 10 orang Macan Putih di padepokan." Pinta Harsya.


"Iya.....! Anakku." Balas Kiayi Sepuh.


"Baiklah karna keputusan sudah di tetapkan dan rencana mungkin akan kita jalani maka silahkan kalian untuk beristirahat.'' Dan kak Gandi perintah kepada Dirga dan Azis untuk sementara waktu jangan terlalu dekat bersama kekasih nya. Untuk keselamatan ketiga sahabat saya." Titah Harsya untuk memberi tahukan kepada Azis dan Dirga.


"Sebelum Gandi menjawab pertanyaan dari Tuan muda." Kiayi Sepuh bertanya kepada pemuda yang berhadapan dengan dirinya.


"Anakku....! Kenapa tidak langsung di bicarakan saja kepada mereka berdua." Tanya Kiayi Sepuh.


"Begini. Paman bukan aku tidak berani langsung mengatakan kepada mereka berdua akan tetapi seandainya aku melarang untuk sementara waktu jangan terlalu dekat terhadap ketiga sahabat ku. dan ini juga berlaku buat Riyan sahabat sejati ku." Takut nya mereka beranggapan lain terhadap diriku...! Depan mata dan wajahku mereka berkata Siap." Tapi kita tidak tahu di dalam hati nya." Harsya memberi tahukan alasannya kepada Kiayi Sepuh dan Gandi.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2