TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
CERITA MASA LALU HARSYA PART 2


__ADS_3

Cerita Masa Lalu Harsya Part 2


Setelah berbincang bincang dengan bidan desa waktu itu yang sedang memeriksa adalah perawat lain yang bertugas di puskesmas tersebut, anak yang di temukan di hutan oleh pasangan suami istri setengah baya, tidak lama kemudian Bidan Hana pun kembali keruang nya.


Abah dan Umi waktu di puskesmas banyak bertanya itu ini tapi tak menemukan jawaban dari kamu." Ucap Abah yang masih setia melanjutkan pembicaraan nya.


Setelah semua yang di lakukan Umi dan Abah selesai di ruangan puskesmas tempat memeriksa anak yang di temukan di hutan oleh pasangan suami istri. Lalu Pak Jaeludin pamit untuk pulang dan membawa anak kecil berusia 10 tahun pulang kerumah nya.


Sebelum nya Pak Jaeludin melangkah menuju ruangan sang bidan untuk sekedar pamit.


"Tok........!


"Tok........!


"Tok .......!


"Masuk saja pintu tidak di kunci." Teriak seorang wanita dari dalam ruangan khusus bidan desa itu


"Ceklek......!!


Pintu pun di buka dan langsung di dorong ole lelaki setengah tua itu. Pak Jaeludin pun masuk tampak melihat sosok wanita yang lagi duduk di kursi kebanggaan nya sambil pulpen di taro di kening nya tanda sedang berpikir untuk menulis sesuatu.


"Ehk, Pak Jaeludin... Silahkan duduk." Ucap wanita di bawah usia nya berdiri mempersilahkan kepada lelaki yang baru masuk itu.


"Terima Kasih Bu bidan." Singkat saja Pak Jaeludin menjawab nya dan langsung duduk setelah di persilahkan oleh pemilik ruangan tersebut.


"Ada apa Pak Jaeludin.?" Tanya Sang bidan setelah lelaki itu duduk di kursi nya.


"Begini Bu bidan saya sama istri dan anak yang sudah di rawat di puskesmas ini ijin mau pamit dan mengucapkan rasa terima kasih banyak atas bantuan dari Bu bidan." Terang Pak Jaeludin menjelaskan maksud tujuan nya dengan senyuman bahagia.


"Ohk... Begitu... Iya Pak silahkan jangan lupa pesan saya obat nya harus di minum dengan teratur." Jawab Sang bidan...... Berhenti dan langsung melanjutkan perkataannya lagi.

__ADS_1


"Pak Jaeludin tidak usah sungkan dan berterima kasih segala, segala sesuatu hal yang datang ke tempat ini saya bersama petugas lainnya wajib memberikan pelayanan, dan itu sudah tanggung jawab saya selaku bidan dari pemerintahan." Kata bidan itu menjelaskan.


"Baiklah...... Bu bidan sekali lagi terima kasih dan saya mohon pamit untuk kembali ke rumah." Ujar Jaeludin.


"Iya.....!!..Pa sama-sama balas sang bidan.


Jaeludin pun langsung bangkit dari duduk nya dan langsung berjabat tangan kepada sang bidan sebelum pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Ayo Bu kita pulang." Tegur Jaeludin kepada istrinya dari arah belakang yang sudah menunggu nya dari tadi bersama sang anak yang belum mengetahui nama nya.


"Ekh.... Pak... Ayo..." Jawab nya setelah membalikkan badannya." Kata Aminah terkaget hingga ucapan nya terbata bata.


"Pak... Apakah Bu bidan sudah memberi ijin membawa anak ini di bawa pulang.?" Kata lagi Aminah


Jaeludin hanya mengangguk dan tersenyum kearah istri nya. Lalu Pak Jaeludin pun menghampiri anak kecil yang hanya diam tanpa ada suara satu kata pun dari di mulai nya siuman hingga di bolehkan pulang oleh bidan.


"Nak.. Abah gendong ya takut nya kalau berjalan belum bisa." Kata Jaeludin.


Harsya hanya diam tak menjawab tapi dia mengangguk tanda setuju ucapan yang di katakan oleh lelaki setengah tua itu.


"Alhamdulillah yaa Robbi kau kirimkan pangeran kecil kepada kami di saat hamba sudah puluhan tahun menanti kehadirannya ." Kata hati Aminah dan Jaeludin.


Sesekali melewati rumah rumah penduduk mereka berdua seraya berkata dan dengan senyuman bahagia yang tak bisa di sembunyikan oleh mereka berdua tampak terlihat dari exfresi wajah kedua nya.


"Punten..........


"Permisi...........


"Ngiring ngalangkung........." Kata mereka berdua ketika melihat orang orang yang sedang duduk di teras rumahnya.


Dua puluh lima menit sudah perjalanan menuju rumah halaman rumah nya, walaupun pasangan suami istri itu terbilang paling miskin di kampung nya. Dan rumah nya paling kumuh dari rumah rumah lain yang ada di kampung itu, tetapi buat mereka berdua tidak memperdulikan, karna bagi dirinya hidup di alam dunia ini di ibaratkan sedang berbelanja di supermarket. Bila belanjaan nya banyak maka pemeriksaan nya juga akan lama, tetapi bila belanja nya sedikit maka pemeriksaan nya juga akan singkat.

__ADS_1


"Lalu ketika Pa Jaeludin mau masuk ke dalam rumah nya di ikuti oleh istrinya.


Segerombolan tetangga nya datang menghampiri nya seolah olah akan ada kontes band musik terkenal hahahaha," salah seorang tetangga nya,bertanya kepada Pa Jaeludin.


Pa Jaeludin Itu anak diapa?"ucap tetangga dari sekian banyak orang yang datang ke halaman rumah milik pasangan suami istri yang membawa anak kecil.


Sebelum menjawab pertanyaan dari para tetangga yang jiwa kepo nya mau tahu dan meronta ronta dalam hati orang orang yang sok ingin tahu.


Pa Jaeludin berbisik ke arah istrinya suruh membawa Harsya ke rumah nya untuk beristirahat.


Istri nya hanya mengangguk Tampa bersuara sepatah kata pun dan masuk kedalam rumah nya.


Setelah istri nya masuk bersama anak yang di temukan di hutan.


Lalu Pa Jaeludin mempersilahkan kepada tetangga nya untuk duduk di halaman rumah nya dan akan menjelaskan tentang anak yang di bawa pulang bersama Pa Jaeludin dan Istri nya.


Setelah tetangga nya duduk di halaman rumah dan masih ada yang berdiri karna malas untuk bersedek dengan beralasan teras yang sudah menjadi lantai tampa tikar atau pun karpet.


"Pa...."......"Jaeludin menjelaskan dengan detail dari menemukan anak itu di hutan sampai di bawa ke puskesmas dan akan di rawat sementara waktu di rumah Jaeludin,"ucap Pa Jaeludin kepada para tetangga - tetangganya yang suka kepo,"maklum namanya juga di kampung berbeda dengan Kehidupan di kota kota besar yang notabene nya cuek dan tidak perduli urusan urusan orang lain.


Berbeda dengan kehidupan di kampung yang saling membantu satu sama lain bila ada tetangga ke musibah atau tetangga ada hajat tan atau nikahan.


Tapi ada juga di kampung yang ibu ibu nya suka bergosip, kadang si anu mah itu si anu mah ini lah dan sebagainya.


Setelah bapa bapa dan ibu ibu mendengar penjelasan dari pa Jaeludin ada yang memberi saran ada yang memberi petuah dari tetangga tetangganya.


hanya senyuman seramah mungkin oleh Pa Jaeludin di berikan kepada para tetangga nya.


setelah cukup lama obrolan dengan tetangga nya satu persatu mulai pulang kembali kerumahnya masing-masing.


Lalu Pa Jaeludin lekas masuk kerumahnya nya dan menjelaskan kepada istri nya.

__ADS_1


"Istrinya hanya mengangguk walaupun istri nya sedikit mendengar obrolan suami dengan para tetangga nya


bersambung


__ADS_2