TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Rencana Dari Bimo Asisten Direktur Roni


__ADS_3

"Seorang pemuda sekitaran usia 20 tahun sedang mengendarai sepeda motor Beat warna Putih meleset dari kawasan kebun teh puncak Bogor menuju ibu kota negara dengan kecepatan 60 km perjam menyusuri indah nya di sore hari ini.


"Pemuda tampan yang bernama Harsya itu kembali lagi ke kota Jakarta bukan untuk menjadi tukang ojeg tampan tujuan nya kembali lagi kekota besar untuk membalaskan dendam kematian orang tua nya dan menjalankan roda perusahaan milik ayahnya, mau pun milik kakek nya.


"Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam lama nya pemuda itu sampai di Jakarta tepat nya di Kramat jati Jakarta dan beristirahat sejenak melepas rasa lelah dan sekedar untuk memberi tahukan kabar kepada pengawal nya bahwa pemuda itu sudah berada di kota besar tersebut.


Harsya pun mengarahkan motor nya menuju halaman masjid yang berada di wilayah tersebut," karna sebentar lagi senja pun akan tiba.


Motor pun berhenti Tampa dia turun lalu mengeluarkan ponsel nya dan memencet tombol panggilan telepon nya.


"Tut........" Tut........"


"Halo," Tuan muda," kata seorang telepon dari seberang telepon.


"Kak," Maman Tomat,' temui saya di Masjid Al Ikhlas Kramat jati," sekarang juga," sahut pemuda dalam suara telepon nya.


"Baik', Tuan muda saya sekarang," meluncur ," kata lelaki tersebut dalam telepon nya.


"Setelah telepon berakhir," lalu Harsya pun memencet tombol panggilan nya kembali untuk menelpon lagi.


"Tut......." Tut........" Tut........"


"Assalamualaikum," Suara dari Telepon pun terdengar di telinga pemuda tampan.


"WaallAikum salam," Kak Gandi" saya sudah kembali lagi ke Jakarta," besok jam empat sore kumpulkan semua orang orang penting di markas besar perusahaan kakek Abdullah,yang ada di kota Jakarta" Kata Tuan muda Harsya memberi perintah.


"Siap," Tuan muda," jawab suara di seberang sana.......!


"Ingat," Kak Gandi jangan di beritahu kan terlebih dahulu kepada orang lain bahwa saya sudah di Jakarta," saya sudah ngomong kepada paman Alex dan kakek Abdullah, untuk tidak memberi tahu kan keberangkatan nya"Kata Harsya mengingat kannya.


"Baik'," Tuan muda,"

__ADS_1


"Sudah, waktu nya aku bergerak dan menangkap lalu menguliti manusia manusia iblis itu geram ucap Harsya dalam hati .


"Tidak lama kemudian dua mobil super mewah pun tiba di masjid Al Ikhlas Kramat jati dan terparkir bersama mobil lainnya. setelah mobil mewah pun berhenti di halaman masjid tersebut," suara adzan magrib pun berkumandang," lalu beberapa yang berada di mobil pun turun untuk melaksanakan ibadah solat magrib sambil mencari Tuan muda yang Sebelah mana keberadaan nya.


"Saat selesai melaksanakan tugas seorang muslim, pemuda itu pun buru buru keluar tujuannya untuk menelpon atau pun mengirim chat pesan menanyakan kabar apakah orang yang tadi di telepon sudah datang atau tidak," di saat pemuda itu keluar di masjid beberapa pengawal Tuan Suhardi pun membungkuk hormat dan berkata,


"Selamat malam Tuan muda," kata mereka serentak sambil membungkuk hormat.


"Kak Maman dan kak Iwan dan yang lainnya tolong jangan berikan perlakuan seperti ini di area masjid, mari kita berangkat menuju Sebuah tempat" Ada yang harus kita bahas malam ini untuk membahas dan memutuskan kedepan nya seperti apa" kata pemuda tampan yang sudah berhadapan dengan dua lelaki dan para pengawal lainya.


"Mari silahkan Tuan muda saya akan membawa anda menuju kafe milik perusahaan Anugrah Zahra group dan mereka sudah menunggu kedatangan anda"Kata lelaki yang bernama Maman Tomat.


"Baik' kak, tapi tolong bawa motor saya, kak si dukun," kekeh pemuda yang di panggil Tuan muda kalau menyebut nama motor si dukun bawaan nya pengen ketawa.


"Baik' Tuan muda anda tidak usah khawatir masalah motor anda biar pengawal yang membawa nya" silahkan Tuan muda untuk masuk dalam mobil," jawab Maman lalu mereka berdua beriringan masuk kedalam mobil mewah yang terparkir di halaman masjid.


"Sebuah mobil Marcedez Benz berhenti tepat di halaman rumah mewah di perumahan tanjung Priok Jakarta Utara dengan tergesa-gesa turun Tampa para pengawal yang ada di sekitaran halaman tersebut membuka kan pintu mobil itu.


"Pengawal cepat panggil kan Tuan Rony sekarang juga ini penting," kata Bimo dengan suara sedikit meninggi.


"Baik' Tuan," silahkan anda tunggu di ruangan," kata salah satu pengawal tersebut, dan mulai berjalan kearah ruangan di mana majikannya berada.


"Sedangkan Bimo, berjalan kearah ruangan tengah tempat menerima tamu di kawal oleh para pengawal lainnya.


Bimo," duduk lah kita bicara dengan santai," ucap Rony yang sudah berada di hadapannya.


"Bimo duduk, tangannya sambil memegang amplop coklat dan berkata baiklah.


"Rony," menghentak kan tangannya agar para pengawal nya pergi dan mulai duduk di hadapan Bimo," Asisten nya.


"Bimo," ceritakan kepada ku apa yang telah kau ketahui sampai saat ini, sehingga kau terlihat Tergesa-gesa," Rony bertanya.

__ADS_1


"Tuan," malam ini akan terjadi pembataian besar besar di Mansion Khabil Ardana," Bimo pun menjelas Ken semua nya yang dia tahu dan di susupkan nya anak buah nya dalam anggota genk kobra tanpa sepengetahuan petinggi organisasi genk kobra tersebut......!!......"


"Jadi kita harus membantu Genk kobra Beracun untuk membantai para pengawal Khabil Ardana dan Fander," kata Rony dengan senyuman penasaran nya.


"Ohk.........!......" tidak usah Tuan buang buang tenaga saja," Bimo menjawab dengan senyuman bangga.


"Rony pun menatap heran kearah Asisten nya dan berkata," jadi kita harus bagaimana berdiam diri menunggu kabar dari orang yang sedang bersengketa.....!!


"Bimo," pun tersenyum dan menyodorkan amplop coklat yang sedang di pegangnya, dan menyuruh direktur Rony untuk membuka nya.


"Tuan," buka," amplop ini," ucap nya Bimo


"Tampa menjawab direktur itu pun membuka nya," dan kaget.....! mulut nya terbuka mata melotot.


"Bimo," jelaskan maksudnya ini, bagaimana," saya tidak mengerti,...! tanya direktur Rony sambil tangannya memegang beberapa Poto ," anak dari Elisabeth Ardana yang sedang di sekap oleh anggota genk kobra beracun di Gudang...!


"Bimo pun mulai berkata untuk menjelas kan rencana yang akan kita ambil dari pada membantu Genk Kobra membantai para pengawal Khabil Ardana dan anak buah Fander Asisten dari Elisabeth Ardana.


"Jadi maksud kau Bimo," di saat pertempuran antara Genk kobra dan para pengawal Khabil Ardana serta Fander," kita menyelinap membantai orang orang yang menyekap anak dari Elisabeth Ardana yaitu Clarissa dan Galang Mega Ardana Beserta Anastasia," begitu rencana kamu," tanya direktur Rony.....!


"Bimo mengangguk dan berkata," betul Tuan Rony.


"Terus setelah kita membantai orang orang yang menyekap atau pun menyandra mereka bertiga" dan membawa anak dari Elisabeth Ardana dan anak Dani Rustandi," selanjutnya bagaimana," tanya Rony penasaran.


"Tuan Rony yang terhormat," untuk anak dari Dani Rustandi kita habisi saja untuk menghilangkan kecurigaan terhadap kita," tapi untuk anak anak dari Elisabeth Ardana kita bisa menukar kan nya dengan perusahaan miliknya.


"Rony Berdiam mencerna gagasan dan ide yang di berikan oleh Asisten nya bener bener ide yang cantik dan cemerlang tapi pikiran nya bila mana sampai organisasi Genk kobra mengetahuinya nya bisa bisa dirinya dan keluarganya di bantai," bagaikan makan buah simalakama," bila kita terus menerus memohon kepada Dani Rustandi tapi sampai saat ini masih belum di laksanakan permintaan nya,"


"Baiklah," Bimo saya setuju dengan ide dari kamu," malam ini kita langsung bergerak dan saya akan langsung mengontek pembunuh bayaran yang sudah saya persiapkan waktu itu dan saat ini sudah ada di kota ini," kata Rony.


"Siap," Tuan saya akan mempersiapkan yang lainnya,"

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2