
Siang ini pukul 09:00 di salah satu mewah di kota Chiyoda tepat nya di Negara Jepang salah seorang lelaki paruh baya sedang mengamuk di kamar hotel nomor 35 lantai atas. Sumpah serapah Ia keluarkan saat ini di saksikan oleh tiga lelaki seumuran.
"Bajingan..........!
"Bedebah..........!
"Setan alas........!
"Bangsat......! Kau Jhonny.
"Akan ku bunuh dengan tanganku sendiri kau Jhonny.
"Sialan kau Anton Sideka.......!
" Bugh.........!
"Pesss..........!
"Brak.......! Bruk........!
Suara lemparan barang barang yang ada di dalam kamar nomor tiga puluh lima oleh Dani Rustandi selaku Tuan Besar dan petinggi Organisasi Genk Kobra Beracun setelah melihat siaran berita dari laman media sosial dan telepon dari istrinya. Sehingga Istri dan anaknya sekarang ketakutan untuk pergi keluar.
"Cok Ben sore ini juga kau kembali ke negara mu dan cari bajingan Jhonny beserta kekasih. " Lantang Dani Rustandi memberi perintah kepada mereka berdua.
"Baik Tuan Besar. " Kata mereka berdua membungkuk.
"Abang bagaimana dengan istri dan anak serta keluarga Abang sendiri? Tanya Gareng.
"Itu yang sedang saya pikirkan saat ini. " Kata tuan Besar.
"Tuan Besar kalau di ijinkan saya memberi saran. " Kata Ucok membungkuk hormat.
Gareng mengangguk Dani berkata.
"Silahkan Ucok saya mendengar kan.
Begini Tuan Besar menurut pandangan dan penglihatan saya masalah yang terjadi di Kobra kafe tidak sederhana mungkin....! Dan akan berlangsung kepada markas markas kecil Organisasi Genk Kobra Beracun yang ada di pelosok negri kita. Masyarakat semua akan berontak dan akan langsung menyerang secara membabi buta bila semua atribut masih memakan gambar Genk Kobra beracun.
__ADS_1
Ucok diam sejenak menarik napas nya panjang lalu melanjutkan lagi.
Seandainya bagaimana kita bubarkan terlebih dahulu Organisasi Genk Kobra Beracun. Agar suasana di hati masyarakat lega setelah semua nya kondusif baru kita membentuk lagi Organisasi dengan nama yang lain.'' Ucok memberi masukan kepada Tuan Besar.
"Tuan Besar dan ketua Gareng bila kita mempertahankan Organisasi Genk Kobra Beracun maka dalam waktu seminggu kita akan berhadapan langsung dengan pemerintahan. Kenapa saya berkata demikian karna pemerintahan akan terus memantau pergerakan masyarakat terhadap ketidaksukaan kepada Organisasi yang Tuan Besar pimpin. " Kata Ucok lagi.
Tuan Besar bergeming diam tidak memberi jawaban kepada Ucok tentang masukan dan saran yang ia berikan.
"Abang Dani Rustandi apa yang di katakan oleh Ucok ada benar nya. " Kata Ketua Gareng.
"Gareng dan Cok Ben beri saya satu hari untuk berpikir dan akan diskusikan dengan Simon, Kong Kong dan Naga Saki Sempur. " Pinta Tuan Besar.
"Silahkan Tuan Besar. " Kata mereka bertiga serentak menjawab.
"Cok Ben sebaiknya sore ini kau kembali ke Negara mu dan segera kau cari keberadaan Jhonny bersama Citra ada kemungkinan mereka berdua dalang semua ini bekerjasama dengan Syamsul. " Kata Dani Rustandi.
Bodoh bener bodoh tuan besar ini sudah tahu mereka berdua mati di tangan Riyan tapi lebih bagus lah menyuruh ku untuk kembali ke negara agar bisa membendung orang orang dari Naga Saki Sempur yang akan berangkat melalui tiga jalur udara laut dan darat. kata Beni dalam hati.
Baik Tuan Besar. mereka berdua seraya membungkuk hormat.
"Gareng segera perintahkan Jimmy untuk menjemput istri dan anakmu untuk segera berangkat ke Negara Jepang bersama istri dan anak ku juga takutnya apa yang di katakan oleh Ucok kejadian. " Titah Dani kepada adik ipar nya.
Ketua Genk Kobra segera mengeluarkan ponsel nya dan langsung menelpon Jimmy kaki tangan nya yang berada di Negara Indonesia.
Telepon tersambung dan terdengar nada dering.
"Jimmy......! Kau lagi dimana kenapa lama sekali mengangkat telepon dari saya? Tanya Gareng dalam sambungan telepon.
"Maapkan hamba ketua tapi situasi sedang kacau saat ini. Bocil serta Sugeng telah tewas di bantai oleh masyarakat malam tadi sedangkan Jabar dan Brewok sudah menghilang dari minggu malam." Kata Jimmy.
"Jimmy untuk Sugeng dan Bocil saya mengetahui akan tetapi untuk Jabar dan Brewok sungguh saat ini saya tidak mengetahui. Coba jelaskan kenapa mereka berdua menghilang dari hari Minggu.
"Begini ketua sebelumnya Jabar dan Brewok menghilang. Mereka berdua berpesan kepada Anggota Genk Kobra
pergi ke Club di Jakarta barat tempat biasa Jhonny suka nongkrong. Dan sampai saat ini dia tidak kembali lagi. Disaat saya tadi pagi mau menyelidiki Club tersebut sudah hancur karna di serang oleh masyarakat setempat karna geram nya kepada Jhonny ketua Genk Kobra cabang Bogor. kemungkinan markas markas lainnya akan di serang. " Kata Jimmy.
"Saya mengerti sekarang posisi kamu saat ini sedang berada dimana? Tanya Gareng.
__ADS_1
"Ketua saat ini saya bersama beberapa pengawal sedang bersembunyi di Vila milik Tuan Besar Dani Rustandi. " Jawab Jimmy.
"Jimmy nanti malam kau jemput Istri dan anak ku serta Istri dan anak Tuan Besar untuk segera Pergi ke Negara Jepang. Ingat jangan memakai atribut Organisasi Genk Kobra. " Pesan Gareng.
"Baiklah Ketua." Kata Jimmy lesu dan tidak bergairah.
Obrolan mereka dalam sambungan telepon seluler pun berakhir dan mereka berempat diam bergeming tampa ada suara yang keluar dari mulut mereka berempat.
*
*
*
Sementara di kediaman Mansion Tuan Muda Harsya tepat nya di ruangan keluarga sedang berdiskusi para sesepuh perusahaan bersama dengan Kiayi Sepuh.
"Kiayi Sepuh kapan rencana akan kembali ke padepokan macan putih? Tanya Suhardi basa basi di sela obrolan pagi hari itu.
"Kemungkinan esok pagi harus sudah kembali karna ada beberapa yang harus di selesaikan bersama beberapa murid didik saya Nak Suhardi. " Jawab Kiayi Sepuh ramah dan sopan.
"Kiayi Sepuh apakah tidak terburu buru untuk pulang karna kita semua disini masih membutuhkan kehadiran dan rencana rencana yang harus di selesaikan oleh Tuan Muda beserta orang orang nya." Kata Suhardi.
"Nak Suhardi kita mempunyai tugas masing masing. Saya bersama murid didik saya akan segera merangkul orang orang yang sangat berpengaruh di organisasi Genk Kobra Beracun wilayah Jawa barat. Sedangkan untuk daerah Yogyakarta saya serahkan kepada sahabat saya Abdullah yang di bantu oleh Ujang Suparman. daerah daerah lainnya biar Nak Harsya yang akan mengatur nya. " Kata Kiayi Sepuh kepada Suhardi dan yang ada di ruangan keluarga Mansion itu.
"Saya mengerti Kiayi Sepuh." Jawab Suhardi di angguki oleh Iskandar dan Elisabeth.
"Nak Harsya kapan akan mulai bergerak untuk segera merangkul sekaligus membebaskan Direktur GELORA BUANA GRUP. " Tanya Kiayi kepada pemuda yang dari tadi hanya diam saja.
"Secepatnya Paman Kiayi. Setelah menangkap tikus kantor XFRES GROUP yang sedang dalam pantauan Ujang Suparman dan sepuluh Macan Putih. " Jawab pemuda yang di sebut Tuan Muda.
"Baiklah lebih cepat lebih bagus Nak Harsya." Pesan Kiayi Sepuh.
Disaat obrolan sedang berlangsung di ruangan keluarga tersebut. Tiba tiba ponsel milik Tuan muda bergetar. Pertanda chat singkat masuk dari seseorang. Pemuda itu pun langsung membuka serta membaca nya ternyata hanya berupa pesan audio.
Setelah di klik audio kiriman dari Beni yang berada di Jepang dan volume suara pun di Besar kan. Samar samar suara audio tersebut terdengar percakapan antara Gareng dan Jimmy sedang menelepon.
Tuan Muda Harsya seketika tersenyum puas setelah mendengar audio kiriman dari Beni.
__ADS_1
Bersambung.