TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Halimah Ngidam Mangga Muda


__ADS_3

Satu unit mobil mewah sport yang sudah di modifikasi berhenti tepat di penataran halaman Mansion mewah yang berada di kawasan Bintaro Jakarta Selatan.


Dua pelayan yang mengetahui kedatangan majikannya buru buru berlari kearah pintu keluar Mansion untuk melaporkan bahwa Nona muda Halimah dari tadi muntah muntah, hingga mereka berdua dan yang lainnya merasa cemas dan khawatir.


Bi Ijah dan Mang Kohar mengira bahwa majikan perempuannya itu masuk angin. Sedangkan Mang Jaka pula mengatakan bahwa Nona Muda kecapaian dan seringnya bergadang menemani suaminya melihat lihat bursa saham bila sedang berada di ruangan kerja yang ada di Mansion milik nya.


Tidak ada yang tahu penyebab nya, hingga ucapan yang terlontar dari mulut pengawal yang ada di kafe bahwa kemungkinan istrinya Halimah sedang hamil muda.


"Aden Muda........ Anu itu Nona Muda Halimah dari tadi muntah muntah terus." Panik Inah dan Ineh seraya ngos ngosan.


"Bibi Inah dan Ineh tenang tidak usah cemas dan khawatir sebentar lagi dokter akan datang." Ucap Harsya seraya berjalan menghampiri Istri nya yang terbaring lemas di kursi ruangan keluarga.


Tak lama setelah itu Harsya pun langsung menyapa istrinya yang sedang terbaring di kursinya dengan mata terpejam dan tangan menutup mulutnya.


"Sayang ayo pindah di kamar istrahat nya." Ajak Harsya seraya mengelus ngelus wajah Halimah.


"Kak Harsya sudah datang, mana pesanan Imah.?" Tanya Istri nya setelah membuka mata nya.


"Ini sayang......... seraya menyodorkan dua kantong plastik warna hitam.


Begitu Halimah melihat dua kantong plastik buru buru dia membuka dan melihat isi kantong plastik, dia pun langsung membuang salah satu plastik yang berisi mangga muda tersebut.


"Aku tidak mau mangga yang ini. Aku mau mangga yang di petik langsung oleh Kak Harsya dan Inah serta Ineh." Kata Halimah merajuk.


"Waduh nasib mu, Inah dan Ineh serta Tuan Muda." Kata Mang Kohar.


"Dimana aku akan mendapatkan buah mangga yang langsung dari pohonnya.? Tanya Harsya garuk garuk kepala nya.


Di ujung pojok perumahan Elit ini tepatnya di rumah Pak RT ada pohon mangga sedang berbuah malahan kenapa tidak kesana saja." Kata Mang Kohar.


"Ohk iya. Aku akan kesana meminta buah mangga nya barang beberapa biji." Kata Harsya menarik dua pelayan nya Inah dan Ineh.


"Suamiku temani tuan muda.! Kasihan mereka bertiga tidak bisa manjat pohonnya kan tinggi." Kata Bi Ijah kepada Mang Kohar.

__ADS_1


"Tunggu Tuan muda. Mamang ikut.!! Kau Jaka mau ikut atau tidak.?" Tanya Kohar.


"Aku ikut dong, takut nya tidak bisa manjat pohon." Kekeh Jaka.


Kedua lelaki setengah baya itu lalu berjalan saling berdampingan menyusul majikannya dan kedua pelayan khusus Inah dan Ineh yang sudah berjalan duluan di depan.


Bi Ijah hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya dan Jaka saudaranya yang di bawa langsung oleh pemuda yang tadinya hanya berprofesi sebagai TUKANG OJEG TAMPAN itu.


Wanita setengah tua itu berjalan menghampiri majikan perempuan nya yang terbaring di kursi ruangan keluarga.


"Bagaimana perasaan Nona muda.?" Apa masih mual dan sakit.?" Tanya Ijah kepada majikannya.


"Aku tidak sakit Bi Ijah.! Hanya mual dan lemas saja." Jawab Halimah.


"Sebentar lagi dokter akan datang memeriksa kondisi Nona muda, mungkin terjebak macet di jalan nya." Kata Bi Ijah memberikan manisan pala yang begitu asam.


"Terima Kasih BI Ijah.! Sebenarnya aku ini kenapa ya Bi.?" Tanya Halimah yang memang tidak tahu apa apa.


"Nanti saja Nona muda akan tahu.! Setelah dokter datang dan memeriksa kondisi Nona muda." Kata Bi Ijah tersenyum.


Sementara di belakang rumah Pak RT Lukman. Harsya dengan di bantu mang Kohar dan Jaka serta Inah dan Ineh bersusah payah memanjat pohon mangga milik kepala RT tersebut.


Harsya yang seumur hidupnya sangat jarang memanjat pohon mau tak mau harus berdamai dengan keaadaan.


"Bagaimana aku harus memanjat pohon ini. Mana pohon nya juga besar lagi." Keluh Harsya kebingungan.


"Apalagi kami berdua Aden Muda, hanya seorang perempuan. Belum lagi di lihat buah nya tinggi tinggi yang berada di dahan yang sangat kecil." Ucap Inah menunjukkan buah mangga yang ada di salah satu cabang pohon.


"Begini saja Tuan Muda. Kau bisa menginjak bahu ku. Aku akan berdiri kau pegang dahan yang paling rendah itu sebagai tumpuan untuk naik ke atas. Bagaimana.?" Tanya Mang Kohar menawarkan bantuan.


"Boleh, tapi sebelumnya aku memohon maaf kalau nantinya aku tidak sopan." Kata Harsya merasa tidak enak.


Terus terang saja. Walaupun Harsya tuan Muda dan mempunyai perusahaan terbesar se-Asia, serta memperkejakan Kohar dan Mang Jaka sebagai bawahan, namun tidak pernah berlaku tidak sopan kepada bawahannya.

__ADS_1


Dengan berat hati Harsya pun naik ke pundak mang Jaka terlebih dahulu terus merangkak naik ke pundak Mang Kohar.


Berkat bantuan dua lelaki setengah tua itu Harsya pun mampu juga menaiki pohon mangga yang begitu besar dan tinggi.


Setelah sampai di atas awal nya aman aman saja. Namun ketika tangannya menyentuh sarang semut merah. Harsya tiba tiba menggelinjang di atas pohon karena di serang sekelompok semut merah yang sarang nya tak sengaja tersentuh oleh Harsya membuat semut itu menyerang dirinya di atas pohon.


Beruntung beberapa buah mangga sudah sempat di ambil olehnya dan di tangkap oleh Inah dan Ineh.


"Aduhhhh...... Wadaw....... Sialan.!! Pekik Harsya di atas pohon.


"Tuan Muda. Kau kenapa.?" Tanya Mang Kohar heran melihat majikannya seperti kesakitan.


"Banyak semut merah masuk kedalam tubuhku. Aku sudah tidak kuat menahan gigitan nya. Aku akan melompat kebawah sekarang juga. Awas kalian yang di bawah." Teriak Harsya mulai gelisah di atas.


"Tuan muda jangan lompat dulu, kalau Tuan Muda lompat sekarang. Kami berdua bisa tertimpa.


Belum selesai Mang Kohar dan Mang Jaka ke posisi semula. Tiba tiba sesosok tubuh melayang dari atas dan tepat menimpa tubuh kedua pengawalnya yang tidak sempat melarikan diri.


"Braak...........


"Bugh.............


"Adaw............ Patah pinggangku Tuan muda." Pekik Mang Kohar dan Mang Jaka tertimpa tubuh Harsya hingga mereka berdua terjatuh telungkup menahan tubuh Tuan Muda Harsya.


"Hahahahah." Mang Kohar dan Mang Jaka terkena imbas nya, itu adalah karma, sudah tahu kalian berdua jago dalam memanjat. Kenapa tidak kalian berdua saja tadi mengambil buah mangga muda itu." Kata Inah tertawa terpingkal-pingkal melihat adegan yang tersaji di hadapannya.


"Aduhhh pinggang ku patah." Kata Kohar seraya bangkit dari telungkup nya.


Sementara Tuan muda sibuk dengan membuka baju nya karena semut semut merah menyerang dan sudah masuk kedalam bajunya. Bahkan dalam celana yang membungkus pusaka warisan leluhur nya itu menjadi target penyerangan semut merah.


"Tuan muda anda bagaimana.? Tanya Ineh yang melihat majikannya tidak bisa diam dari tadi.


"Senjata milik warisan leluhur yang tidak ternilai harga nya babak belur di hajar semut." Kata Harsya seadanya.

__ADS_1


"Hahahaha......... Hahahaha........ Hahahaha...


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


__ADS_2