
Disalah satu rumah di daerah pegunungan yang jauh hirup pikuk nya kota, tepatnya di rumah kediaman Orang Tua nya gadis cantik yang bernama Halimah Ihsan Permata.
"Istriku sebaiknya istrahat dulu, sebentar lagi rombongan dari sahabat ku akan tiba..! Ucap suami dari ibu kandungnya Halimah yaitu Kiayi Sepuh.
"Suamiku ini belum beres, masih banyak yang belum tertata.? Sahut istri Kiayi Sepuh.
"Biarkan yang lain menatanya. Duduk lah dulu? Ucap Kiayi Sepuh.
"Baiklah." Jawab Julaeha lalu ikut bersama keluarga lain duduk.
"Pak Kiayi Sepuh akhirnya Nona Halimah dilamar juga oleh pemuda tampan yang sangat rendah hati? Kata Asep Supriatna Ayah' Riyan Sahabat nya.
"Alhamdulillah." Pak Asep sebentar lagi tugas ku sudah selesai ketika Halimah di Ijab Qobul oleh seorang lelaki, maka tugas dan segala sesuatu perbuatan baik buruk nya terlimpah kepada suaminya." Kata Kiayi Sepuh seraya berceramah.
"Iya betul sekali Pak Kiayi Sepuh." Jawab Asep Supriatna.
"Pak Asep Nak Riyan apakah pulang atau ikut tombol bersama Harsya?" Tanya Kiayi Sepuh.
"Riyan' Tidak pulang, ikut mengantar rombongan Tuan Muda,.! Jawab lelaki berusia 50 tahun itu.
"Ohk........! Pak Asep kapan anakmu melamar Nak Dewi.?" Tanya Kiayi Sepuh yang sudah mengetahui hubungan mereka bahkan hubungan Azis dan Hani serta Indah dan anak Asisten Tuan Besar Abdullah, lelaki paruh baya itu sudah mengetahui nya.
"Terserah mereka berdua saja, Kiayi Sepuh........! Kalau saya sama Istri sebagai Orang Tua nya pengen nya sih cepat cepat, Tak sabar ingin menggendong cucu." Jawab Asep Supriatna dengan senyuman manis.
Disela obrolan mereka berdua, salah satu murid didik Kiayi Sepuh datang menghampiri mereka yang berada di ruangan dan berkata.
"Kiayi Sepuh tamu nya sudah datang dan mereka berada di gerbang pintu masuk padepokan.
"Terima Kasih Nak, segera suruh masuk saja, saya bersama yang lainya akan menunggu di teras Aula.
__ADS_1
"Baik, Kiayi Sepuh." Ucap nya lalu berjalan keluar dan langsung memberi tahukan kepada tamu yang berombongan itu untuk masuk.
"Pasangan paruh baya berdiri di teras Aula bersama yang lainnya, menunggu dan menyambut calon mantu. Tampak beberapa mobil mewah memasuki halaman padepokan Macan Putih itu. Setelah mobil berhenti turun lah Cok Ben, bersama pasangan nya dan Gandi, Riyan, Azis dan Dirga membawakan bingkisan. Di mobil lainnya keluarga Suhardi berikut istri dan kedua Anaknya, serta beberapa para pengawal membuka kan pintu mobil milik majikannya itu.
Asisten Tuan Abdullah bernama Alex Brian turun dari mobil mewah Toyota Alphard bersama supir langsung membuka kan pintu belakang. Tampak sahabat Kiayi Sepuh yang tak lain Kakek dan Nenek calon mantu nya itu keluar dari pintu mobil belakang bersama Orang Tua angkat nya yaitu Umi Aminah dan Abah Jaeludin.
Setelah itu, secara bersamaan dengan di buka nya pintu mobil Lamborghini Aventador oleh Bimo mantan asisten Rony Gunawan, Tuan' Muda Harsya pun turun bersama mobil di belakang yaitu , Oma Elisabeth dan ketiga anaknya yang di kendarai oleh X Fander.
Kiayi Sepuh tersenyum melihat siapa yang turun dari mobil mewah Toyota Alphard. Sahabatnya sekaligus akan menjadi besan yang tak lama lagi. Lalu di susul oleh pemuda tampan itu, yang tak lain calon menantunya.
Rombongan itu lalu berjalan kearah teras Aula madrasah ibtidaiyah tempat berlangsungnya acara lamaran Harsya kepada putri pendiri padepokan macan putih.
Setelah tamu duduk di ruangan Aula madrasah ibtidaiyah dan telah memberikan seserahan yang langsung di terima oleh Istri Kiayi Sepuh. Hajah Julaeha lalu menyuruh saudaranya untuk memanggil Halimah yang masih berada di dalam kamarnya.
Ceklek...... Kreat....... Suara gagang pintu di putar dan muncul seorang wanita setengah tua dari balik pintu.
"Ayo turun tamu nya sudah datang." Ajak Bu Neti saudara ibu kandung Halimah itu.
"Santai Kak Halimah.! Kami temenin kok. " Sahut Dewi dan diangguki oleh mereka berdua. Indah dan Hani.
Mereka pun berjalan kearah pintu keluar menuju ruangan Aula madrasah ibtidaiyah itu. Harsya yang duduk menunggu kedatangan Halimah makin berdebar tak karuan.
"kenapa loe.? Tanya Riyan dengan suaranya yang pelan.!
"Gugup gue Riyan." Jawab Harsya.
Pemuda tampan itu terpana melihat Halimah masuk bersama tiga sahabat nya. Dia melongo melihat pemandangan itu. Halimah terus berjalan kemudian duduk di antara kedua Orang Tua nya.
"Brow, Air liur menetes! Canda sahabat nya. Harsya yang tersadar langsung menyeka dengan tangannya.
__ADS_1
Kampret Riyan kau bohongi gue." Bisik nya.
"Assalamualaikum. Terima Kasih kepada keluarga Harsya yang sudah berkenan datang berkunjung di kediaman kami yang sederhana ini. Selamat datang juga kepada para rombongannya yang tidak saya bisa sebutkan satu persatu. Perkenalkan saya Ihsan Sidiq di temani Istri saya satu satu nya dan tidak ada dua nya yaitu Siti Zulaikha Bersama kedua putri saya Halimah Ihsan Permata dan Fatimah Sidiq Permata. Serta saudara dan para kerabat yang hadir di Aula ini. Kiayi Sepuh mulai memperkenalkan diri dan membuka acara nya.
Abdullah mulai menatap kearah asisten nya untuk membalas perkenalan diri dari keluarga Kiayi Sepuh.
"Assalamualaikum. Saya Alex Brian Asisten dari Tuan Besar Abdullah. Terima Kasih kepada keluarga besar Kiayi Sepuh yang telah menyambut kedatangan rombongan dari Tuan Muda Harsya. Ada pun maksud tujuan kami kesini akan langsung di sampaikan oleh HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH. Tuan Alex memberikan sambutan.
Harsya masih diam belum ada pergerakan dia masih berusaha mengatur napas nya.
Harsya kemudian menatap kearah Kakek dan Nenek serta kedua Orang Tua angkat nya lalu mulai menarik napasnya.
"Assalamualaikum." Selamat siang semuanya. Perkenalkan nama saya HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH bin ISMAIL ABDULLAH. Kedatangan saya kali ini adalah dengan maksud untuk melamar putri tercinta dari Bapak Ihsan Sidiq dan Ibu Siti Zulaikha, saya berharap lamaran di terima. " Kata Harsya.
"Bukan Hak saya sebagai Orang Tua yang menjawab lamaran ini. Kami akan bertanya kepada Halimah. Apakah kamu bersedia menerima lamaran dari Nak Harsya.?" Tanya Kiayi Sepuh kepada anaknya.
"Saya bersedia." Ucap Halimah pelan dengan wajah tertunduk ke bawah.
"Waduh....." Kayaknya yang lain Tidak mendengar apa yang Halimah katakan. Bisa di ulangi lagi." Sahut Istri Kiayi Sepuh yaitu Ibu kandung Halimah.
"Iya ..... Ambu dan Abah, Halimah mauuuu." Jawab Halimah dengan keras.
"Hahahaha. " Tawa dari teman keluarga dan yang hadir di ruangan itu meledak setelah mendengar ucapan dari Halimah. Seketika Halimah menunduk lagi menahan malu.
"Besan Ku Siti Zulaikha, Putri mu sudah tidak sabar untuk menjadi pengantin." Ledek Aisyah Nenek Harsya.
"Betul, besan ku Aisyah." Jawab istri Kiayi Sepuh seraya tertawa cekikikan.
"Ambu, Nenek' Aisyah sudah dong." Protes Halimah yang di ledek oleh wanita paruh baya itu.
__ADS_1
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.