
Pulang kerumah
"Tak terasa waktu menunjukkan pukul delapan malam, obrolan dari tadi sore sampai malam tak terasa saling canda tawa di obrolan kedua sahabat tersebut.
Gue pun minta ijin sama Riyan"untuk pulang karna sudah lama gue di rumah Riyan takut nya Umi Abah mengkhawatirkan
"Bro"....!!..."gue pulang dulu yaa dah malam nie" ucap Harsya mengarah kepada Riyan.
"Tumben loe jam segini minta balik sergah Riyan menatap kearah Harsya.
Takut nya Abah dan Umi menghawatirkan gue bro"balas ku pada Riyan.
"Baiklah kalau begitu mah Harsya"ehk besok ya uang nya gue transfer ke rekening loe"jawab Riyan.
"Siap....!.."bro makasih ya atas bantuannya selama ini"sahut Harsya
"Riyan hanya mengancungi jempol nyaa.
Setelah berpamitan kepada Riyan,"aku pun menghampiri Ibu Desi orang tua Riyan untuk minta ijin pamit.
Bu....'..! Desi" Harsya ijin pamit" ucap Harsya sambil mencium tangan nya.
"Nak..." Harsya hati hati di jalan nya"sahut ibu Desi
"Iya....."Bu makasih" Assalamualaikum" ucap Harsya kepada Bu Desi dan sahabat ku
"WaallAikum salam''jawab mereka berdua kompak.
Aku pun mulai melangkah ke luar rumah dan menuju arah motorku yang di beri nama si dukun"lalu aku pun menjalankan motor nya sampai arah pulang ke rumah.
"Hanya" kurang 10 menit akhir nya sampai juga ke rumah lalu ku masukan motor ke halaman rumah"langsung ku berjalan ke arah pintu sambil mengetuk pintu.
"tok......"tok......"tok......... "Assalamualaikum"
"WaallAikum salam",
terdengar Dari dalam rumah suara laki laki paruh baya berarti Abah.
"krekkkkk..........!!
Suara Pintu terbuka lalu muncul seorang lelaki paruh baya"aku pun mencium tangan lelaki paruh baya yang telah merawat ku menjaga ku selama 10 tahun lebih.
Abah bertanya habis dari mana Harsya pulang larut malam begini kata Abah"karna mencemaskan nya.
'Abis dari rumah Riyan Abah singkat saja ku menjawab pertanyaan lelaki itu.
"Ohk"...... "yaa udah masuk langsung istrahat kaya nya muka nya kelihatan cape gitu timpal Abah.
__ADS_1
'Iya...."..!.."Abah mau ke WC dulu cuci muka"lesu Harsya
karna kecapaian air mata hari ini terkuras habis.
Abah hanya mengangguk dan pergi kembali berjalan menuju kamar nya dan melanjutkan tidur nya lagi.
Harsya menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur"dia memandang langit langit kamar yang hampir 10 tahun di tempati nya dia memandang kalung di lingkaran leher nya yang baru tadi abah berikan kepada diriku.
Semoga aja dengan kalung ini membawaku kesebuah harapan yang aku inginkan selama ini.
Abah Umi seandai Harsya menemukan orangtua kandungku"
Tapi bagi Harsya tetep Abah dan Umi adalah orangtua ku yang telah menjaga dan merawat penuh dengan kasih sayang" Harsya tidak akan pernah melupakan kalian berdua Abah Umi
"Harsya'" hanya melamun dalam pikiran nya sendiri.
Disaat pikiran nya lagi menerawang jauh ke suatu tempat yang jauh entah dimana pikirannya menuju rumah yang berukuran 8x6 meter persegi hanya menempatkan dua kamar tidur.
Seorang anak yang kecil berusia 10 tahun sambil menggendong tas nya masuk kedalam rumah tersebut melihat begitu warna merah darah dan seorang wanita yang tergeletak serta lelaki dewasa yang di injak injak kepala nya oleh lelaki dengan pakaian serba hitam.
Lari - Lari teriak ucapan suara yang sedang kesakitan dari lelaki yang di injak injak kepala nya oleh lelaki berbaju hitam tersebut.
"dreat.......!.."dreat..........!..."
Tiba-tiba hp nya bergetar tanda ada pesan wasttap masuk, yang terdapat meja samping tidur pemuda itu.
Seketika pikiran dan lamunan pun buyar.
Aku pun membukanya tapi pas di lihat-lihat hanya ada satu hurup dalam aplikasi chat pesan' nya
"P "
"Aku pun membalas pesan wasttap"karna penasaran.
"Dengan Siapa?
Selang beberapa menit menunggu balasan dari pesan wasttap tapi tak kunjung tiba sampai akhir nya aku terlelap dalam tidur panjang.
"Suara adzan yang sangat merdu membangun kan ku dari tidur panjangnya.
Aku pun bergegas untuk ke kamar mandi sekalian melaksanakan ibadah solat subuh di masjid Al ikhlas yang tak jauh dari rumah Abah dan Umi.
"Kulihat dalam kamar Abah sudah tidak ada di tempat tidur nya,mungkin Abah sudah duluan ke masjid.
Sedengkan Umi lagi di dapur,"seperti biasa Umi sebelum waktu subuh" umi sudah bangun dan bergelut dengan pekerjaan nya membuat gorengan seperti.
Gehu........'..!! ( Toge Tahu )
__ADS_1
Comhu.........!! ( Oncom tahu )
PisGor..........!! ( Pisang Goreng )
Bakwan.........!! ( Bala- Bala )
dan gorengan lain nya untuk di jual.
Umi berjualan dari jam setengah enam sampai jam delapan siang juga udah habis.
"Umi".....!.."Harsya ke masjid dulu"ucapku
"Iya........!.."jangan lupa berdoa anakku jawab Umi yang sedang sibuk dengan menggoreng"
Aku hanya mengangguk saja" dan berjalan ke arah masjid yang tidak jauh' dari rumah abah.
Tak terasa matahari telah bersinar menyinari di pagi hari ini aktivitas orang orang sudah mulai dengan kesibukan masing masing
Ada yang ke sawah ada yang ke kebun ada yang sekolah dan beragam ragam dengan kesibukannya.
.
"Sedengkan diriku sibuk dengan memandikan motor kesayangan ku si dukun gitu loh sambil tersenyum dengan sendiri nya.
"Assalamualaikum"
Kak harsya suara yang sedikit menggugah kan hati Ini Terdengar dari arah belakang.
Lalu aku pun membalikkan badan dan menoleh ke arah suara yang tidak asing bagiku.
Aku pun melihat nya seorang bidadari cantik sedang menatap ke arah ku.
"Ehk Dewi "WaallAikum" salam" jawab tergugup melihat gadis cantik berdiri di depanku
"Dewi adalah sahabat nya Indah dan Hani tiga gadis cantik selain anggun cantik baik dan tak sombong.
Kak harsya bisa anter Dewi nggak ke sekolah mau ngambil rapot buat persyaratan kuliah di kota jakarta bareng Indah dan Hani"pinta nya Dewi panjang lebar
"Bisa....."jawabku reflex"ehk Dewi sama Hani kuliah juga barengan di kota jakarta Kata ku bertanya lagi.
"Iyaa"......."insya allah"awal bulan sekarang sudah mulai masuk balas Dewi yang mata nya mengarah kepada pemuda yang ada di dekat Dewi yang sedang mengelap motornya.
"Wah"...."hebat salut kaka sama Dewi dan teman teman nya bisa kuliah di kampus yang terkenal kagum Harsya kepada Dewi dan dua sahabat nya
"Alhamdulillah"kak hanya itu jawaban dari Dewi gadis yang mempunyai rambut sebahu.
Sebentar ya Dewi kaka mau ganti dulu baju" bau pulau Seribu"candaku sambil berjalan kearah rumah
__ADS_1
"Iya...." kak teriak Dewi tunggu sambil cekikikan mendengar kata pulau seribu dari kak Harsya.
Bersambung