TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Dilema Anastasya dan ketiga sahabat Dani Rustandi


__ADS_3

"Kriiiiing''.................!!


"Kriiiiing''.................!!


Ponsel milik mister Kong Kong berdering sangat keras dengan volume yang tinggi hingga malam itu mereka yang sedang berada di ruangan khusus restoran mewah terkaget dengan suara telepon masuk.


"Kong Kong kencang amat nada ponsel mu. Apakah telinga mu tuli." Ledek Simon. Membuat Anastasia dan Naga Saki Sempur cekikikan.


"Sebentar aku angkat telpon dahulu dari Rohichan yang ada di negeri seberang." Ucap Kong Kong.


"Loadspeker Kong." Pinta Naga Saki Sempur.


"Kong mengangguk dan mulai menjawab telepon masuk tersebut.


"Halo." Rohichan. Bagaimana tugas yang saya berikan.?" Tanya Kong Kong.


"Mister Kong Kong. Mohon maap kan hamba. Tugas baru esok malam di eksekusi, karna malam tadi seketika dua orang yang sedang mengintai bahwa keluarga Beni dan keluarga Ucok sedang berada di kota lainnya. Dan baru tiba sore nanti, masih berkumpul dua keluarga di rumah nya orang tua Ucok.!! Rohichan menjelaskan dengan wajah penuh keringat karna tekanan dari pihak penegak hukum.


"Apakah tidak sebaiknya malam ini kau bantai keluarga mereka yang sedang berkumpul di kediaman orang tua penghianat itu." Saran Kong Kong kepada penelepon itu.


"Mohon maaf mister Kong Kong. Situasi di kediaman mereka sedang dalam keadaan banyak nya orang yang kemungkinan orang orang terlatih. Akan terasa sulit bila di lakukan malam ini." Kata Rohichan memberi pendapat.


"Baiklah kalau begitu..........!! Apakah kau di sana kekurangan orang atau cukup dengan pengawal yang mendampingi mu.?" Tanya Kong Kong karna kecewa tidak membantai malam ini.


"Mister Kong Kong. Sudah cukup dan tidak perlu menambah para pengawal lagi." Ucap Rohichan.


"Takutnya keluarga penghianat itu sudah mengetahui bahwa mereka akan di tangkap dan di jadikan sandera. Agar Ucok dan Beni masuk kedalam interen perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP yang sudah mengetahui siapa pemiliknya dari kabar ketiga sahabat pemilik perusahaan terbesar se-Asia itu.


"Tidak usah mister Kong Kong, karna menurut informasi yang saya dapat dari para pengintai yang di tugaskan di rumah mereka berdua. Bahwa sore esok juga akan segera pergi dan kembali lagi ke kota besar." Kata Rohichan.


"Bagus....... Segera laksanakan tugas yang saya kasih. Dan jangan sampai kau gagal dalam menjalani tugas tersebut. Kalau seandainya pulang dalam kegagalan, kau sendiri akan tahu akibatnya." Ancam Kong Kong dalam sambungan telepon.

__ADS_1


"Baik............!! Mister Kong Kong.


Panggilan telepon pun berakhir cukup menguras keringat bagi Rohichan, karna kini dirinya dan beberapa para pengawalnya, di ibaratkan memakan buah simalakama.


Tugas yang di berikan oleh Kong Kong sudah seratus persen gagal, dan seandainya majikannya tahu bahwa tugas itu telah gagal. Maka anak dan istrinya kini terancam di bunuh oleh mereka bertiga.


Sementara Kong Kong setelah selesai dengan obrolan telepon dari anak buahnya langsung berkata kepada mereka bertiga di malam hari.


"Kita harus sabar menunggu untuk memasukkan kedua penghianat itu ke perusahaan yang baru beberapa bulan di gabungkan itu.


"Aduh......... Paman apakah tidak sebaiknya kita sekarang berangkat menuju penghianat itu dan langsung mengancam. Bahwa keluarganya sudah berada dalam genggaman kita." Usul Anastasya.


"Anastasya jangan gegabah mereka berdua bukan orang bodoh yang bisa kita ancam.!! Kata Simon memberikan arahan.


"Aku sudah tak sabar untuk membalas kematian Ayah ku.!! Lirih Anastasya dengan mata berkaca-kaca.


"Paman tahu kondisi batin dan hatimu, saat ini. Tapi kita harus belajar dari kesalahan yang di buat oleh Ayah mu dan orang orang dari Genk Kobra Beracun.'' Kata Simon menenangkan Anak dari sahabatnya itu.


"Sebaiknya Minggu depan kita akan kembali ke negara mu, dan rencana kedua akan kita jalankan sekaligus membebaskan Ibu mu serta ibu Sintia. Bagaimana Simon dan kau Naga Saki Sempur." Usul Kong Kong.


"Kenapa harus menjalankan rencana kedua bila rencana pertama kita akan berhasil.?" Tanya Simon penasaran dengan usul Kong Kong.


"Simon. Instingku tidak pernah meleset. Aku menyadari obrolan dalam telepon bersama Rohichan ada sesuatu yang mereka sembunyikan." Terka Kong Kong.


Mereka berdua tersentak kaget begitu juga dengan gadis yang bernama Anastasya. Bisa bisa nya mister Kong Kong punya pemikiran sampai kesana.!! Tapi bagi Simon dan Naga Saki Sempur. Insting dari mister Kong Kong tidak pernah meleset.


"Paman Kong Kong. Apakah tidak sebaiknya Firza kita tugaskan ke kota Medan untuk membantu mereka yang akan menangkap keluarga penghianat itu." Saran Anastasya.


"Betul sekali, kenapa tidak kepikiran kesana." Timpal Simon dan di angguki oleh Naga Saki Sempur.


"Hmmmmm." Keponakan ku kau sungguh cerdas benar benar anak dari Dani Rustandi." Puji Kong Kong.

__ADS_1


"Sebaiknya kau telepon sekarang Firza. Dan tugaskan langsung menuju kota Medan. Bawa beberapa muridnya yang sangat terlatih." Titah Kong Kong kepada anak dari petinggi Genk Kobra Beracun.


*************************


"Setelah obrolan panjang bersama Abah Sepuh di padepokan Cimande, rombongan Tuan Muda Harsya pun langsung melajukan kendaraannya menuju Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara.


"Kak........ Galang dan Kak Gandi sebaiknya kalian berdua berangkat menuju kota Bandung dan saya tunggu di Bandara malam ini juga." Pesan suara group dari Harsya kepada mereka berdua.


Paman Alex beserta Inah dan Ineh mendengar pesan suara yang di tujukan kepada Gandi dan Galang. Membuat Alex penasaran dan langsung bertanya.


"Tuan Muda ada hal penting apa.!! Sehingga menyuruh mereka berdua untuk datang ke kota Bandung. Khususnya ke bandara internasional.?" Tanya Alex.


"Paman Alex selama aku berada di negara Jepang. Keamanan Istri ku dan yang lainnya menjadi tanggung jawab mu.!! Dan jangan sampai ketiga sahabat ku bersama anak Paman Alex serta Azis mengetahui keberangkatan ku ke negara Jepang." Kata Harsya dengan wajah serius.


"Kena..... Kenapa........!! Tuan Muda, akan berangkat ke Negara Jepang. Kan sudah ada Riyan bersama Ken dan Rex." Tanya Alex tergagap.


"Aku tidak bisa hanya berdiam diri saja di sini. Sedangkan Bahaya telah mengincar kedua Abang ku. Aku menyadari musuhku kali ini sangat berbahaya, berbeda dengan Genk Kobra Beracun." Ucap Harsya dengan tatapan ngeri.


"Paman mengerti Tuan Muda, tapi............!!


"Tidak ada tapi tapian.......!! Bentak Harsya memotong perkataan dari Paman Alex.


Inah dan Ineh beserta Mang Jaka hanya bisa diam mereka bertiga tidak berani mengeluarkan suaranya. Kemarahan dari Tuan Muda Harsya sudah mencapai level 100.


"Maap, Paman. Harsya terbawa emosi." Ucap nya menyesal telah membentak Asisten kakek Abdullah itu.


"Tidak apa apa Tuan muda.!! Paman mengerti jiwa muda mu bergelora. Tapi keselamatan Tuan Muda lebih penting.!! Sebaiknya Fander bersama Ujang Suparman harus ikut mendampingi mu." Kata Alex memberi masukan.


"Kasian mereka bertiga mungkin kelelahan Paman.!! Ucap Harsya pelan.


"Akan Paman coba hubungi.!!

__ADS_1


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


__ADS_2