TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Pertemuan Sahabat Ken dan Rex


__ADS_3

Siapa yang tidak kenal dengan landmark ikonik Marina Bay Sands? Gedung pencakar langit ini memiliki fasilitas lengkap untuk menemani malam hari anda dengan segudang pilihan menarik. Terdapat 5 aktivitas menyenangkan yang dapat anda lakukan, pertama adalah menikmati panorama dari lantai 57 tepatnya di. Dek Observasi Sands Skypark . Jika anda menginap di hotel ini maka juga dapat melihat pemandangan jantung kota Singapura sambil berenang di infinity pools terbesar di dunia milik Marina Bay Sands.


Malam Itu dua pemuda berkulit kuning dan mata sipit baru tiba di salah satu hotel mewah yang berada di tempat kelahirannya.


Sudah hampir satu tahun mereka berdua meninggalkan negara nya di bawa oleh salah satu anak dari Asisten pemilik perusahaan terbesar Asia Tenggara yaitu Tuan Alex.


Tanpa ada orang lain yang mengetahui keberangkatan mereka untuk kembali ke negaranya dan hanya Tuan Muda Harsya saja yang mengetahui dan atas kata Ok dari majikannya mereka berdua pun kini sudah berada di Negara Singapura tempat kelahirannya.


Kembalinya Ken dan Rex ke Negara Singapura dengan tujuan untuk memantau pergerakan dua Mafia yang sudah bekerjasama dengan perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP. Untuk menghabisi seluruh keluarga dari Abdullah dan perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP.


Tak lama kemudian setelah menunggu hampir tiga puluh menit lamanya mereka berdua pun tersenyum ketika empat sahabat nya tampak terlihat dari arah pintu masuk restoran mewah menghampiri nya.


"Halo sobat lama tak jumpa. Kalian berdua sudah tampak kaya dan banyak duit. Hahahaha." Sapa satu lelaki bermata sipit dari mereka berempat.


"Ahong. Kau bisa saja meledek kita berdua. Ayo kalian berempat duduk kita makan bersama sama. Kami berdua kangen pada kalian semua." Ajak Rex dan senyuman terukir dari Ken.!!


"Hahahahaha. Ok. Sahabat ku. Kalau urusan makan itu nomor satu apalagi kalau ada yang bayarin." Sahut Lilitan lelaki di samping Ahong.


Mereka semua tertawa dan obrolan basa basi di antara mereka pun terhenti ketika hidangan yang di suguhkan oleh pelayan restoran mewah datang.!!


Tiga puluh menit berlalu mereka sibuk dengan menyantap makanan pada malam itu hingga tak tersisa sedikitpun.


"Ahong dan kalian bertiga, kita berdua butuh bantuan dari kalian." Kata Ken di mulai obrolan setelah selesai dengan aktivitas menyantap makan malam itu.

__ADS_1


"Bantuan seperti apa yang ingin di minta oleh kita berempat Ken. Kalau boleh saya jujur, untuk urusan Cuan ampun kami sedang melarat." Jawab Ahong


"Iya. Ken.! Asli kita kita sedang melarat, kalau boleh jujur bertemu dengan kalian berdua ingin ikut ke Indonesia dan bekerja." Timpal Lilitan.


"Hahahaha. Bukan urusan Cuan yang ingin gue minta tolong dari kalian berempat." Kata Ken.


"Terus apa Ken.?" Kalau bukan Cuan.?" Tanya Qin Li yang dari tadi hanya diam saja.


Kalian berempat apakah masih mengingat kejadian kelam waktu itu ketika keluarga kalian di bantai oleh Tan Chor Mafia yang berdarah dingin.?" Tanya Ken malam itu.


"Sampai kapanpun kita berempat tidak akan pernah sedetikpun melupakan kejadian yang telah merenggut orang yang kita sayang." Jawab Qin Li, Kini sorot mereka berempat menunjukkan wajah yang bengis.


"Kenapa Ken kau bertanya dan membuka luka lama kepada kita kita." Timpal Lilitan.


"Iya....... Ken dan Rex kenapa kau menanyakan masalah lelaki berdarah dingin yang kita semua tidak akan bisa membalaskan dendam kematian orang tua kita." Sahut Ahong.


"Bisakah kau jelaskan dengan jelas maksud dari ucapan mu." Timpal Qin Li.


"Begini Ahong. Qin Li dan Lilitan serta kau Bau Shiang. Saat ini musuh kalian berempat Tan Chor menargetkan majikan kita berdua pemilik perusahaan terbesar se-Asia yaitu ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP. Atas perintah dan terjalin kerjasama dengan perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP. Dua Minggu yang lalu. Menurut informasi yang kita dapatkan dari orang yang di masukan dalam barisan internal perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP bahwa Tan Chor akan berada di negara Indonesia hari Jumat sore hari. Maka atas inisiatif dari Rex untuk meminta bantuan kepada kalian berempat untuk ikut bergabung dalam misi melindungi pemilik perusahaan majikan kita. Sekaligus dendam kalian pun bisa terselesaikan dengan satu kata. MATI nya. Mafia yang bernama Tan Chor." Ken menjelaskan semuanya.


"Aku bersedia." Kata Qin Li tanpa di pikir pikir lagi, dengan janji nya dulu kepada Kedua Orang Tua yang terbujur kaku di lantai dengan berlumuran darah akan membalas dendam kematian nya yang di bantai oleh Tan Chor.


"Aku juga." Timpal Ahong.!! Aku juga bersedia.!! Sahut Lilitan, sementara Bau Shiang hanya tersenyum mengangguk pertanda setuju.!!

__ADS_1


"Terima Kasih sobat sobat ku. Saya Ken dan Rex tidak akan pernah lupa dengan kebaikan kalian berempat.' Kata pemuda berkulit kuning mata sipit itu.


"Kalian berdua tak usah sungkan begitu. Walau pun pun kita selalu bersama dari kecil dan sudah menganggap kita semua saudara, kesulitan kalian berdua berarti kesulitan bagi kita berempat." Jawab Qin Li.


"Baik' lah. Kalau begitu aku tak akan bercakap cakap lagi. Aku akan mengabarkan langsung kepada Tuan Muda kesanggupan kalian berempat untuk ikut dalam perlawanan Mafia berdarah dingin tersebut.


Mereka berempat mengangguk dan tersenyum penuh arti, sudah saatnya dendam yang yang begitu lama mereka pendam akan terlaksana dengan jalan dari Ken dan Rex.


Telepon pun tersambung dan terdengar nada indah dari ponsel Ken yang Ia tempelkan ke daun telinga nya.


"Halo. Ken." Kata satu suara dari sebrang telepon yang sangat di kenali nya.


"Tuan Muda. Mohon maaf menelepon malam malam ini. Apakah mengganggu waktu istrahat malam anda.?" Tanya Ken dari sambungan telepon.


"Tidak Ken. Kebetulan saya sedang bercengkrama dengan Oma Elisabeth dan Kedua anaknya. Ada sesuatu penting apakah yang akan kau sampaikan Ken." Kata Harsya.


"Begini Tuan Muda, menyambung obrolan waktu itu, Aku dan Rex sudah berada di negara Singapura dan sudah bertemu dengan sahabat sahabat ku yang mempunyai silang sengketa dengan Tan Chor Mafia yang di perintahkan oleh Simon dkk untuk membantai orang orang dari perusahaan anda. Mereka berempat sudah setuju dan aman ikut dalam barisan terdepan melawan Mafia tersebut." Kata Ken.


"Hmmmmmmmm. Bagus..... Ken Segera kau dan para sahabat untuk datang ke sini. Ingat Ken rahasiakan keberangkatan mereka dari siapapun juga.' Kata Harsya mengingatkan.


"Siap. Tuan Muda.!!


"Ken setelah kalian mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta. Segera temui saya di Mansion yang ada di Pondok Indah." Titah Harsya.

__ADS_1


"Baik Tuan Muda.!!


Bersambung.


__ADS_2