TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Kebebasan Winda dan Windi


__ADS_3

"Riyan dan Dirga bersama Azis sebaiknya kalian pulang ke apartemen yang sudah saya beli khusus buat kalian bertiga. Tiga apartemen itu berada di kawasan Manggarai." Kata Shintia seraya menyerahkan kunci kepada mereka bertiga.


"Nona muda apakah ini tidak berlebihan. Kita belum melakukan apa yang di perintahkan oleh anda berdua." Kata Riyan dengan senyuman manis.


"Riyan kau tidak usah sungkan. Kita berdua akan memprioritaskan dirimu bersama mereka berlima. Dirga Azis dan para kekasihnya." Jawab Shintia dengan senyuman licik.


"Terima Kasih banyak. Kalau begitu saya terima Apartemen ini. Saya akan dengan senang hati menjalankan perintah dari Nona Muda Shintia dan Anastasya." Ucap Riyan dengan menjilat. Anggukan dan senyuman terlihat oleh mereka berdua dari Dirga dan yang lainnya.


"Bagus........ Aku tunggu kabar baik dari kamu Riyan dan Dirga. Untuk merekrut anggota Macan Putih bergabung dengan Genk Kelalawar Hitam." Kata Shintia.


"Siap......... Kalau begitu saya ijin pamit. Untuk beristirahat di apartemen yang baru di beri oleh anda berdua." Ucap Riyan. Lalu berdiri dan di ikuti oleh yang lainnya dan membungkuk hormat.


"Silahkan.......... Hati hati di jalan." Ucap Gadis cantik yang mempunyai kedudukan yang tinggi di KOBRA COMPANY GRUP.


****


Waktu tanpa terasa cepat berlalu, malam pun tiba obrolan siang itu bersama Riyan dan yang lainnya membuahkan kesepakatan yang menguntungkan di dua kubu. Bagi Shintia dan Anastasya sangat yakin, Riyan dan kawan kawannya akan bisa menyelesaikan tugas yang di berikan olehnya merekrut anggota Macan Putih untuk bergabung bersama Genk Kelalawar Hitam dan menyerang kubu yang di pimpin oleh anak Ismail Abdullah.


Berbeda dengan Riyan dan Dirga, mereka masuk atas perintah dari Tuan Muda Harsya, dan misi kali ini mereka berdua akan menjadi ajang pembuktian buat mereka apakah akan tergiur dengan iming iming dari Nona Muda Shintia maupun Anastasya.


Hari pun telah berganti, kini dua gadis anak petinggi Genk yang di takuti oleh seluruh Bumi Pertiwi, itu dulu sebelum Genk itu di musnahkan oleh orang orang yang mengatasnamakan masyarakat dalam jumpa pers Brigadir Anton Sideka. Tapi bagi anak anak dari dua petinggi organisasi itu tak percaya begitu saja.


Terhitung lebih dari sepuluh unit kendaraan mobil mewah terparkir di luar pusat tahanan kota. Sepertinya ada yang mereka tunggu. Dan benar saja.

__ADS_1


Sekitar tiga puluh menit berselang. Tampak dua wanita yang mempunyai dua paras yang sama dan hanya terpaut beberapa tahun usia nya, keluar dari pintu tahanan dengan di apit oleh dua orang pegawai polisi.


Dua wanita yang tampak lebih tua dari usianya terlihat sangat dekil, wajah pias dan badan kurus kering seolah olah kehidupan dua wanita itu tersiksa lahir batin.


Begitu tiba di luar pintu tahanan, dengan wajah garang dan tatapan tajam, dia memandang kearah orang orang yang berdiri di luar mobil yang tampak seperti sangat bahagia dengan kebebasan dua wanita paruh baya itu.


Tidak sampai sepuluh menit, tampak seorang lelaki berusia 40 tahunan maju menghampiri dua wanita yang baru keluar dari pintu tahanan kota itu sambil membungkuk hormat kepada mereka berdua.


"Selamat menghirup udara bebas Nyonya Windi dan Winda.!!


"Terima Kasih Hutabarat. Kau benar telah menjalankan tugas dengan baik. Dimana Shintia dan Anastasya bersama ketiga sahabat suami ku.?" Siapa orang orang yang kau bawa ini.?" Mengapa begitu ramai dan aku tidak mengenali mereka.? Tanya satu dari dua wanita mantan narapidana itu.


"Hutabarat menjawab pertanyaan dari anda Nyonya Besar. Mereka semua adalah orang orang dari Genk Kelalawar Hitam. Nona muda Shintia dan Anastasya bersama petinggi perusahaan menunggu anda di hotel KOBRA COMPANY GRUP. Sebaiknya kita tinggalkan dulu tempat jahanam ini." Ajak lelaki yang bernama Hutabarat itu.


"Hmmmm. Ayo. Balas mantan narapidana yang bernama Winda sedangkan Windi hanya mengangguk saja.


"Mereka bertiga berjalan beriringan menuju ke sebuah mobil mewah yang telah di sediakan untuk menjemput kedua Nyonya Besar istri dari dua petinggi Genk Kobra Beracun yang sudah di bunuh oleh orang orang Tuan Muda Harsya.


Setelah mereka semua memasuki mobil, rombongannya tersebut pun langsung berangkat menuju area hotel mewah milik perusahaan KOBRA COMPANY GRUP.


****


Sementara kebebasan kedua Nyonya besar itu sudah masuk dalam rencana dari Tuan Muda Harsya. Dua pemuda yang sejak tadi memperhatikan rombongan mobil mewah sampai keluar nya dua tahanan dan sudah melaju meninggalkan tempat jahanam tersebut, lalu segera mengeluarkan ponsel untuk memberitahu kan informasi tersebut dan menunggu perintah selanjutnya.

__ADS_1


"Tuan muda target sudah meninggalkan. Tempat jahanam ini. Tugas selanjutnya harus bagaimana." Pesan singkat di kirim dari lelaki yang di tugaskan oleh majikannya untuk mengintai kebebasan dari kedua wanita itu.


Lima menit berlalu balasan pun di terima oleh pengirim pesan singkat itu.


"Ken....... Ikuti sekarang rombongan mereka.!!


"Siap Tuan Muda.!!


Setelah menerima balasan dari Tuan Muda Harsya. Dua pemuda yang di beri tugas untuk mengintai dan memantau pergerakan pengacara Hutabarat untuk membebaskan Nyonya Besar Winda dan Windi, pun mulai melajukan mobil yang di kemudian oleh Rex. Mengikuti rombongan mobil mewah yang bergerak pelan.


Mobil mewah yang membawa dua tahanan itu sengaja bergerak perlahan untuk memberikan kesempatan kepada Winda dan Windi untuk melihat lihat di sepanjang jalan. Maklumlah dua wanita itu selama mendekam di penjara, Winda dan Windi benar benar terputus dari dunia luar.


Tidak disangka lima bulan mendekam di penjara, sungguh aku tak percaya bisa bebas dengan mudahnya dan tanpa ada tuntutan dari keluarga Khabil Ardana." Gumam Windi berdecak penasaran.


Hutabarat yang berada duduk di depan jok samping supir hanya tersenyum kecut. Bagaimana tidak tersenyum kecut, baru saja salah satu dari kedua Nyonya Besar bergumam tentang keluarga Khabil Ardana yang tidak menuntut atas kebebasan mereka berdua.


"Untuk menghilangkan kekesalan di dalam hatinya Hutabarat segera menyela, Ah. Nyonya Besar bukan dari pihak keluarga Khabil Ardana yang tidak menuntut, Tetapi koneksi dari Tuan Simon dan Kong Kong serta Naga Saki Sempur yang berperan penting dengan kebebasan anda berdua. Bukan mereka bertiga saja yang berperan penting dalam kebebasan ini. Tapi Nona Muda Shintia dan Anastasya kini orang orang dari musuh Tuan Besar Dani Rustandi dan Ruli Siregar Rusady kini sudah bergabung dalam perusahaan KOBRA COMPANY GRUP dan akan segera membalaskan dendam kematian suami anda berdua.


"Hmmmmmmm." Maksud Hutabarat.!! Winda dan Windi terkaget dengan perkataan dari pengacara itu.


"Nanti bila kita sudah sampai, biar kedua Nona Muda Shintia dan Anastasya yang menjelaskan tentang semuanya, sampai terungkap nya dua penghianat yang ada dalam kubu internal Genk Kobra beracun dan terbunuhnya para petinggi organisasi tersebut." Kata Hutabarat.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2