TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Menuju Pertemuan di Black In Resto kafe


__ADS_3

"Kriiiiing''


"Kriiiiing''


"Kriiiiing''


"Halo. Selamat pagi apakah bisa berbicara dengan Abang Ucok.?" Kata seorang yang menelepon di pagi hari itu.


"Hahahahaha. Tuan Muda. Apakah ketiban durian runtuh hingga pagi hari ini bisa bercanda." Jawab Seorang yang bernama Ucok.


"Abang. Kau jangan tertawa di pagi hari ini. Nanti pabrik Pepsodent nya. Harsya tutup tahu rasa." Ancam Pemuda yang menelepon di sebrang telepon itu.


"Santai..... Bila Pabrik Pepsodent di tutup, nanti Abang beli adik nya yaitu pabrik Ciptadent. Hahahaha.!


"Hahahahaha. Abang ada ada saja.!


"Tuan Muda, apakah ada sesuatu yang penting pagi pagi sudah menelepon Abang.?" Tanya Ucok penasaran.


"Iya..... Abang. Bila tidak ada kesibukan di hari ini. Aku ingin bertemu dengan Abang Beni dan Ucok." Kata pemuda yang di panggil Tuan Muda itu.


"Bisa...... Tuan Muda....... Kebetulan Beni juga sedang berada bersama Abang di Apartemen di kawasan Jakarta Pusat.


"Bagus!! Kalau begitu kita bertemu di Kafe yang di kelola oleh Paman Iskandar yang tak jauh dari tempat kuliah istriku." Ucap Harsya.


"Siap Tuan Muda. Kalau begitu kamu berdua saat ini juga berangkat." Jawab Ucok dalam sambungan telepon.


"Ok."


Panggilan telepon di pagi hari bersama Ucok pun selesai dan Harsya pun langsung keluar dari kamarnya menuju ruangan makan di Mansion mewah itu yang sudah di tunggu oleh istrinya dan yang lainnya.!


###

__ADS_1


Setelah sampai di ruangan meja makan. Halimah dengan telaten menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya dan adiknya yang sementara waktu tinggal di Mansion.


Di dalam meja makan tidak ada yang bersuara sedikitpun. Karna atas perintah dari Harsya bila sedang makan jangan sambil bercakap-cakap.


Sepuluh menit berselang aktivitas sarapan di pagi hari sudah selesai, Harsya, Halimah dan Fatimah pun beranjak menuju ruangan keluarga di ikuti oleh Lia yang sekarang sudah bekerja menjadi Asisten istri dari Tuan Muda.


"Sayang. Kaka, mau keluar menemui Abang Ucok dan Beni. Kamu pergi bersama Fatimah dan Lia ke kampusnya." Kata Harsya di sela mereka sudah duduk di ruangan keluarga.


"Emang ada urusan apa Kak.? Tanya Halimah Istri nya.


"Seperti biasa sayang, ada yang harus di obrolkan bersama mereka berdua." Jawab Harsya. Halimah pun mengangguk.


Sementara Fatimah dan Lia hanya mendengarkan saja tanpa mau ikut menyela atau pun ikut dalam obrolan sepasang suami-istri itu.


Akhir akhir ini Kak Harsya tidak terbuka dan serasa ada yang di sembunyikan oleh nya, aku harus mencari tahu dengan sendirinya." Batin Halimah bertanya tanya dalam hatinya.


"Sayang kok melamun.?" Tanya Harsya.


"Ehk. Anu. Itu Kak. Si utun suka yang aneh aneh bila ada sesuatu yang tidak di ketahui." Kata Halimah menyindir dan memberikan alasan kepada bayi yang ada dalam kandungan nya itu.


"Hah..... Nggak. Lah Kak. Emang si utun suka begitu." Bela Halimah. Terbata bata ketahuan isi hatinya oleh Suaminya.


Orang yang sedang hamil itu selalu pikiran nya berubah rubah dan curigaan kepada suaminya. Mudah mudahan kak Harsya memahami kak Halimah yang akhir akhir ini selalu uring uringan, tentang kak Harsya selalu menyembunyikan aktivitas nya tanpa di ketahui oleh istrinya." Kata Fatimah dalam hatinya.


"Yaa..... Sudah kakak' berangkat dulu ya sayang.! Nanti kamu mau apa setelah urusan kakak selesai.?" Tanya Harsya beranjak berdiri.


"Iya..! Hati hati Kak. Imah gak mau apa apa. Cuma mau kakak pulang dengan selamat." Jawab Halimah yang menganggap serius pertemuan kali ini dengan Ucok dan Beni.


"Hmmmmm. Kakak mau ketemu kedua Abang Ucok dan Beni. Bukan mau berperang sayang." Kata Harsya heran dengan jawaban dari istrinya.


"Imah juga tahu Kak. Tapi apa salah istrinya menghawatirkan suaminya itu." Jawab Halimah dengan muka yang cemberut.

__ADS_1


"Terima Kasih sayang.!! Lalu mengulurkan tangannya untuk segera pergi. Bila terus menerus meladeni Istri nya tidak akan ada guna nya. Karna sejatinya orang hamil selalu bawaan nya curiga dan sensitif.


"Sama sama Kak. Menyambut uluran tangan nya dan menciumnya. Harsya pun langsung melangkah menuju pintu utama.


Untuk yang mendengar pesan suara dari saya. Harap semuanya untuk meluncur di kafe yang ada di dekat kampus Gunadarma. Hari ini juga." Pesan suara dari Tuan Muda kepada grup Wasttap.


Balasan dari Anggota grup Wasttap telah masuk dalam ponsel Harsya dengan jawaban. Siap.


############


Black In Resto kafe. Yang tak jauh dari university terkemuka di kota tersebut. Tampak ramai di kunjungi oleh orang orang besar baik itu berwajah lokal maupun berwajah asing.


Dimulai dari berwajah ganteng yang manis dan yang cakep, yang garang serta yang jelek dan lain sebagainya berdatangan di kafe yang baru di renovasi dalam dua bulan terakhir.


Terlihat juga area parkir baik itu di luar kafe dan dalam kafe maupun lantai bawah tanah pun penuh sesak dengan berbagai jenis kendaraan roda empat.


Terakhir, satu unit motor Honda Beat warna Putih yang biasa di sebut dengan si Dukun melaju dari arah university kota Jakarta dengan knalpot yang sudah di bobrok dengan suara yang sangat bising berhenti tepat di area parkir.


Seorang pemuda tampan, turun dari motor nya dan berusaha keras untuk menopang sepeda motor tersebut dengan cagak dua. Atau di standard dua kan.


Sedikit usaha yang keras motor Honda matic Beat yang setia menemani perjalanan hidupnya yang tadi nya menjadi tukang ojeg tampan berhasil juga. Setelah memastikan sepeda motor nya dengan aman, karena sudah menguncinya dengan kunci stang. Pemuda itu pun tersenyum puas.


"Hehehehe kau aman sekarang. Sudah lama kau mendekam di garasi mobi. Sudah saat nya si Dukun menemani hari hari ku untuk membasmi musuh musuh yang akan membunuh majikanmu. Tunggu di sini sayang. Aku akan mengadakan pertemuan dulu. MuaaaaCh." Kata si pemuda dengan mencium motor matic yang telah menemani perjalanan hidupnya di saat menjadi Tukang Ojeg.


Beberapa orang yang melihat kejadian itu mendadak tertawa geli dalam hatinya. Tapi mereka tidak berani menunjukkan tawa itu. Karena mereka tahu siapa pemuda yang layak nya Tukang Ojeg tersebut. Jika dia tersinggung tamatlah riwayat mereka.


Berjalan menuju pintu masuk kafe black In Resto kafe, pemuda itu segera mencopot helm miliknya dan enak saja memberikan kepada dua penjaga yang ada di luar pintu masuk kafe itu.


"Apa yang lain' sudah tiba.?" Tanya nya kepada dua penjaga kafe tersebut.


"Menjawab anda Tuan muda. Semuanya sudah tiba dan kini berada di lantai paling atas.

__ADS_1


"Terima Kasih. Jaga sepeda motor yang di beri nama si Dukun. Motor itu kesayangan ku, jangan sampai ada yang mencuri nya dan tergores sedikitpun." Kata pemuda itu berpesan. Dia lalu segera melangkah menuju ke pintu lifs.


Bersambung.


__ADS_2