TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Penolakan Radit Atas tawaran Ardi


__ADS_3

#Sejenak kita lupakan dulu tentang mereka yang berada di Kota Jakarta kita.


Siang itu pukul 10 di kantor pusat XFRES GROUP salah satu dari delapan orang di susupkan untuk mengintai pergerakan Manajer XFRES GROUP yang bernama Tuan Ardi yang sudah di beri mandat oleh Asisten Tuan Besar yaitu Tuan Alex selama pencarian Cucu Abdullah.


Matih delapan tugaskan oleh Tuan Alex menjadi OB khusus di ruangan para staf dan direksi perusahaan.


Tuan Ardi dengan langkah angkuh memasuki kantor XFRES GROUP. Beberapa satpam dan pegawai lainnya membungkuk hormat kepada lelaki yang baru datang itu.


Walaupun perusahaan secara garis besar sudah menjadi milik Tuan Muda Harsya. Dia tetap memperkejakan semua karyawan yang ada disana termasuk Ardi dan Dion.


Harsya sengaja tidak mengumumkan terlebih dahulu tentang perusahaan yang sudah berpindah tangan kepada dirinya untuk mempermudah langkah menyelidiki Ardi dan Dion serta staf lainnya.


"Siang Tuan. Sapa Matih delapan ramah.


"Pagi, Buatkan kopi antarkan segera keruangan saya cepat.


Ardi masuk keruangan nya serta duduk di kursi meja dan melihat berkas langsung melihat berkas di meja nya.


"Tidak lama berselang Matih delapan datang membawa secangkir kopi dan masuk untuk menyuguhkan kopi di atas meja nya.


"Tuan silahkan kopi nya. " Ucap Matih.


"Ardi mengangguk..! Lalu Matih mulai bekerja seperti biasa membersihkan serta mengelap kaca yang ada di ruangan Manajer itu.


Disaat Matih itu sedang berada di ruangan Manajer Ardi dan sedang membersihkan beberapa kaca serta meja yang berdebu. tanpa tidak sengaja mendengar obrolan antara Tuan Ardi bersama orang kepercayaan yang berada di bangunan tempat penyimpanan bahan bahan logistik.


Dalam obrolan tersebut bahwa Tuan Ardi akan melakukan janji temu dengan salah seorang Advokad perusahan untuk melanjutkan rencana yang tempo dulu sempat tertunda karna kembali nya Tuan Besar bersama Asisten ke kota Jogja.


"Setelah panggilan telepon bersama salah satu Advokad perusahan selesai. Dia teringat Sugianto.


"Sebaiknya aku meminta bantuan Sugianto Advokad di perusahaan ANUGRAH ZAHRA GROUP. Dia pasti membantuku karena masih ada ikatan darah denganku. Ucapnya dalam hati.


"Pelayan. Panggil Ardi

__ADS_1


"Iya Tuan. Jawab Matih.


"Panggilkan Direktur keuangan serta Manajer Personal suruh keruangan saya saat ini juga. " Titah Ardi.


"Baik' Tuan. " Jawab Matih beranjak meninggalkan ruangan tersebut.


Ardi mengambil ponsel nya kembali dan menelepon Sugianto.


"Siang. Ada apa menelepon ku. Tanya Sugianto.


"Sugianto aku ingin bertemu.! Aku ingin bicara serius empat mata. Bisa kah bertemu Esok siang. Aku akan langsung menemui mu di Jakarta.


"Baiklah. Aku akan menunggu mu saudara ku. Ucap Sugianto.


Ardi tersenyum puas. Mendengar jawaban Sugianto memanggil saudara dan bersedia bertemu dengannya.


Saat ini aku membutuhkan bantuan mu. Tapi nanti setelah semua nya berakhir. Aku sendiri yang akan mengakhiri mu Sugianto. Ucapnya dalam hati.


* * * *


Tok........ ! Tok.........! Tok.........!


"Tuan Ardi. Direktur Keuangan bersama Manajer Personal sudah berada di luar pintu. Apakah sudah boleh masuk.


"Silahkan. Balas singkat Ardi.


Ardi duduk di sopa. Dan mempersilahkan kepada Direktur Keuangan Nyonya Rianti dan Manajer Personal Tuan Radit.


"Siang Nyonya Rianti dan Tuan Radit. " Ucap Ardi dengan senyuman manis. Setelah kedua nya di panggil datang dan duduk di Sopa.


"Ada apa Tuan Ardi memanggil kami berdua?" Tanya Rianti dengan wajah penasaran.


"Aku butuh dana segera cairkan untuk tiga proyek yang akan di jalani oleh perusahaan ANUGRAH ZAHRA GROUP.

__ADS_1


Dan untuk Tuan Radit segera siapkan berkas berkas untuk pencairan dana tersebut." Ucap Ardi to the poin.


Aku mau kalian berdua ikut menemui Advokad perusahan Anugrah Zahra group esok siang di Jakarta. Aku mau bekerjasama merebut perusahaan ini. aku akan berbagi rata saham dalam perusahan ini kepada kalian berdua dan Advokad saudara saya Sugianto. " Ucap Ardi dengan senyuman menjilat.


"Apa maksudmu menghianati Tuan Besar Abdullah. Lagi pula aku banyak berhutang Budi kepada mereka berdua. Aku menolak keras ajakan mu Tuan Ardi. Ucap Radit beda dengan Nyonya Arianti dengan setuju permintaan dari Tuan Ardi.


"Tuan Radit kita akan menjadi pemilik sah perusahaan terbesar di Asia tenggara ini. Bukan hanya pelaksana saja. Jika kita bisa menyingkirkan Tuan besar di bantu oleh Advokad jenius Sugianto saya jamin perusahaan ini akan kita bisa miliki. Lagi pula Tuan Besar sudah tidak punya keturunan. Dari pada perusahaan XFRES GROUP jatuh kepada Asisten nya yang hanya kerja tunjak tunjuk sana sini. Ucap Ardi meyakinkan Manajer Personalia itu.


"Aku tidak mau. Aku mau pergi dari ruangan terkutuk ini. Geram Radit.


"Apakah kau rela selama nya menjadi seorang bawahan?" Tanya Ardi.


"Aku bukan seorang penghianat sepertimu. Yang tega menghalalkan segala cara untuk memenuhi ambisi mu. Aku tahu semua tentang kejahatan mu. Tapi itu urusan mu aku tidak mau ikut campur. Ucap Radit.


Berhenti lah memprovokasi terhadapku karna Jawaban ku akan tetap sama. Aku tidak akan menghianati Tuan Besar dan Tuan Alex. Sebaiknya kau dan orang orang mu bertobat. Ucap nya lagi.


"Percuma bicara dengan orang seperti mu. Memang kita tidak pernah bisa cocok. Kamu seorang pengecut. Seandainya aku dan dirimu tidak ada ikatan darah dari pihak ibu sudah aku bunuh jauh jauh hari. Kata Ardi Geram.


Radit pun berdiri dan berjalan keluar dari ruangan Ardi.


Sia sia usahanya untuk menjadikan adik tiri sekutu nya. Karena Radit orang setia kepada Abdullah dan Alex Brian.


Harapan satu satu nya adalah Sugianto. Ya Sugianto. Mata nya menatap kearah Nyonya Rianti sambil bibir tersenyum.


Ardi dan Nyonya Rianti berdiri dan berjalan keluar dengan cepat untuk pergi ke bangunan tempat menyimpan bahan logistik perusahaan XFRES GROUP.


Disaat pertemuan tiga staf di ruangan Tuan Ardi selesai. Seorang lelaki berusia 30 tahun yang di tugaskan khusus dari Asisten Tuan Besar Abdullah menjadi offis boy di perusahaan terbesar se-Asia tenggara. Yang sekarang telah di akusisi kan kepada Tuan Muda Harsya. Matih delapan sebutan dari lelaki yang di didik langsung oleh Kiayi Sepuh langsung masuk keruangan Manajer Ardi.


Matih delapan sekarang sudah berada di ruangan tersebut dan menengok kesana kesini dengan tangan bergerak membawa lap dengan alasan mengelap meja. Setelah situasi terlihat aman dengan gerak cepat Matih delapan membawa rekaman yang ia simpan dalam bawah meja untuk di jadikan bukti percakapan antara Tuan Ardi, Nyonya Rianti dan Tuan Radit.


Hahahahaha kena kau bangsat aku harus segera memberikan bukti ini kepada tuan muda Harsya. dan di satukan dengan bukti bukti lainnya tinggal selangkah lagi bukti dari bangunan yang menyimpan bahan bahan barang logistik di pinggir kota Jogja. Ucap Matih dalam hati.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2