
Bandar Udara Internasional Tokyo telah mendarat pesawat pribadi bernama Airbus A380 Tri Future Company Group dengan membawa dua penumpang berwarga negara Indonesia.
Setelah menempuh perjalanan delapan jam lama nya kini pesawat yang membawa mereka berdua telah mendarat dengan selamat di bandar udara internasional Tokyo.
Cok Ben pun berjalan melewati koridor untuk pemeriksaan barang yang ia bawa dan tak lama dia sudah berada di pintu keluar yang sudah di tunggu beberapa anak buah mister Kong Kong dan Naga Saki Sempur serta Tuan Simon.
"Ben semua percakapan dalam ponsel mu apakah kau sudah di hapus.?" Tanya Ucok seraya berbisik kearah Beni di sela melangkah masuk kedalam mobil yang sudah menjemput nya.
Beni hanya mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan dari sahabatnya.
Iring iringan mobil mewah sport melaju meninggalkan bandar udara internasional Tokyo membawa dua orang warga negara asing membelah jalanan di malam itu menuju salah satu Markas Besar Tri Future Company Group dengan kecepatan sedang.
"Satu jam lamanya iring iringan mobil tersebut membelokkan mobil nya menuju jalan yang hanya bisa di lalui satu mobil dan melaju cukup pelan hingga masuk ke penataran bangunan yang lumayan luas lahan parkir tersebut.
Kegelisahan dan kekhawatiran Cok Ben terbukti dengan di bawa nya mereka ke salah satu bangunan yang jauh dari para penduduk.
"Sudah aku duga dan kira mereka sudah mengetahui kami berdua adalah penghianat di Genk Kobra Beracun." Ucap Beni mungkin Ucok juga dalam hati berkata demikian.
"Silahkan kalian berdua untuk turun dan mengikuti kami." Ucap salah satu lelaki bermata sipit itu.
Tampa banyak komentar atau pun menjawab ajakan dari lelaki yang barusan bersuara Cok Ben pun langsung turun dari mobilnya dan mengikuti mereka yang jalan terlebih dahulu.
Setelah sampai di dalam bangunan yang cukup luas dengan beberapa tempat ruangan untuk orang orang yang mempunyai salah, tepatnya seperti ruangan tahanan. Cok Ben pun di giring untuk masuk ke ruangan tersebut.
"Bugh..............!!
"Bugh..............!!
Tendangan para pengawal kepada pantat Cok Ben untuk segera masuk di ruangan tahanan itu.
"Kalian berdua beristirahat malam ini di ruangan ini. Esok tunggu kedatangan majikan kita untuk memberi hukuman kepada para penghianat dan sampah seperti kalian berdua." Ucap lelaki bermata sipit seraya tersenyum mengejek.
__ADS_1
Cok Ben hanya tersenyum dengan wajah yang penuh ketenangan, tampa ada rasa takut sedikitpun saat ini.
"Tsubasa atur anak buah mu untuk berjaga, jangan sampai ada Kesalahan sedikit pun." Titah lelaki sipit yang jabatan pengawal nya mungkin lebih tinggi di banding kan dengan nya.
"Baik Tuan' Naga Tomo." Ucap Tsubasa membungkuk hormat.
Naga Tomo langsung meninggalkan ruangan tersebut dan berjalan menghampiri mobil nya untuk melaporkan kepada majikannya itu bahwa tersangka sudah berada di markas besar.
Sedangkan Tsubasa bersama dua puluh para pengawal lainnya berjaga di ruangan tahanan dengan posisi masing-masing.
"Ben. Kau menyesal dengan semua ini.?" Tanya Ucok.
"Hahahahah." Dalam hidupku tidak ada kata menyesal Cok, justru saya bangga seandainya aku mati terbunuh oleh pihak musuh dari Tuan Muda Harsya." Jawab Beni tidak ada keraguan sedikitpun.
"Sama. Aku juga tidak ada rasa penyesalan dan aku yakin kamu berdua akan selamat walaupun akan merasakan siksaan terlebih dahulu." Kata Ucok tersenyum kecut.
"Bersabar lah. Sahabat ku. Itung itung menebus dosa masa lalu kita." Beni memberi nasehat kepada Ucok.
"Tuan Ucok dan Tuan Beni silahkan di makan. Aku harap kalian berdua bisa menjaga rahasia dari Tuan Muda Harsya. Aku Tsubasa akan berusaha untuk membebaskan kalian berdua." Ucap pengawal itu berbicara pelan seraya memberikan dua bungkus makanan.
"Ucok dan Beni menjawab bersamaan seraya mengangguk kan kepalanya.
"Baik' Tuan.
"Hmmmmmmmmm''. Siapakah kenapa dia berbicara begitu, apakah dia orang orang kita yang sengaja di susupkan oleh Tuan muda." Batin mereka berdua bergejolak.
Setelah kepergian seorang pengawal yang memberikan makan, Cok Ben saling pandang dan saling tatap ada satu penasaran dalam pikiran mereka berdua. Tak berlangsung lama kedua nya mengangguk dan mulai membuka makanan untuk di santap di malam itu.
*** Sementara Tsubasa menghampiri temannya sekaligus sahabat nya yang bernama izizaki untuk naik ke lantai atas karna ada sesuatu yang harus di bicarakan tentang tugas yang di berikan oleh Tuan Muda Harsya.
"Izizaki apakah ada kabar dari mereka bertiga yang di susupkan di masing masing dedengkot petinggi perusahaan milik sahabat Dani Rustandi.?" Tanya Tsubasa setelah mereka berdua berada di ruangan lantai atas.
__ADS_1
"Hutomo dan Morizaki belum memberikan kabar terbaru kepada saya. Sedangkan Misaki sedang membawa wanita bayaran atas perintah dari Naga Saki Sempur untuk menemani mister Kong Kong di hotel berbintang lima di kota Chiyoda.!! Terus rencana kita untuk membebaskan Tuan Ucok dan Beni bagaimana.?" Tanya Izizaki.
"Tunggu lah kabar dari mereka bertiga.!! Seandainya sampai esok siang mereka bertiga belum memberikan informasi. Kita akan langsung bergerak. Dan kau upayakan untuk membuat para pengawal tertidur." Titah Tsubasa.
"Baik' Itu hal yang mudah bagiku..............!
******************
Sementara di salah satu hotel berbintang lima di kota Chiyoda Jepang Naga Tomo bersama beberapa anak buahnya berjalan menuju restoran yang berada di hotel mewah itu menghampiri mister Kong Kong yang sedang menunggu seorang diri karna Naga Saki Sempur dan Tuan Simon sedang berada di kamar hotel.
"Selamat malam mister Kong Kong." Ucap Naga Tomo membungkuk hormat.
"Naga Tomo bagaimana dengan tugas yang aku berikan." Kata Kong Kong tanpa menoleh asyik dengan sendok dan garpu menyantap makanan itu.
"Penghianat sudah berada di markas besar dan di jaga oleh dua puluh anak buah saya." Kata Naga Tomo melapor.
"Bagus esok sore saya akan langsung menuju markas itu, dan memberi pelajaran kepada mereka berdua karna telah berani bermain main dengan seekor singa." Kata Kong Kong dengan senyuman jahat.
"Terus bagaimana dengan anak buah yang di suruh untuk menangkap dan menyandera keluarga mereka berdua." Kata lagi Kong Kong.
"Naga Tomo menjawab mister Kong Kong.!
"Kabar dari Rohichan sekitar pukul 00:00 dia dan beberapa para pengawal akan mulai beraksi dengan masing masing 20 orang pengawal di kediaman keluarga Ucok dan sisa nya di pimpin oleh Rohichan di kediaman Beni.
"Bagus........ Bagus........ Bagus.......... Apakah kau sudah memberitahu kan kepada mereka agar tidak membunuhnya dan hanya sebatas menangkap untuk di jadikan sandera.! Ucap Kong Kong mengingat kan.
"Mereka melaksanakan sesuai perintah anda mister.!!
Setelah puas menerima laporan dari anak buah Naga Saki Sempur yaitu Naga Tomo. Mister Kong Kong pun langsung mengibaskan tangannya untuk menyuruh mereka pergi dari hadapannya, sedangkan dirinya akan segera naik menuju kamar hotel untuk sekedar beristirahat dengan seorang wanita bayaran yang telah di kirim oleh anak buah lainnya.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya
__ADS_1