TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Tanda Tanya Dirga Dan Azis


__ADS_3

Iring iringan mobil mewah memasuki lahan parkir bandara dan mobil mobil mewah pun berhenti tepat di parkiran. berjejeran dengan mobil lainnya yang bermacam merek dan tipe.


Seorang lelaki setengah tua pun turun di ikuti lima orang dari mobil yang beriringan tadi mereka pun langsung berjalan mengikuti pria yang berjalan di depan menuju pintu masuk Bandara Udara internasional Sultan Mahmud Badaruddin ll. Untuk perjalanan pulang ke kota Jakarta menggunakan Pesawat Jet pribadi milik Perusahaan KOBRA COMPANY GRUP.


Ketua, pesawat sudah siap mengudara." kata pilot yang akan membawa enam orang penting di organisasi Genk Kobra beracun untuk kembali lagi ke kota Jakarta.


"Mereka berenam pun beranjak pergi menuju arah Pesawat dan mulai masuk Kedalam Pesawatnya yang siap mengudara membawa mereka.


"Hanya membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam pesawat pun lepas landas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang telah di tunggu oleh beberapa anggota Genk Kobra untuk menjemput kedatangan mereka dan membawa nya langsung ke Mansion Dani Rustandi.


"Mobil mewah pun berjejeran di depan pintu keluar bandara dan para supir pun langsung membuka kan pintu mobil ketika keenam petinggi organisasi tersebut telah berada di samping mobil jemputan.


"Langsung menuju Mansion Tuan Besar Dani Rustandi'' Kata Gareng setelah berada dalam mobil Marcedez Benz e-class.


"Baik' Ketua" jawab Supir.


"Iring iringan mobil mewah yang bergambar ular kobra pun meleset membelah jalanan ibu kota menuju satu Mansion mewah yang berada di Kota Jakarta Barat.


"Sementara Ucok dan Beni yang sedang asyik mengobrol bersama tuan Muda yang sudah pindah di lantai bawah Kafe bintang untuk sekedar mendengar kan alunan musik klasik dan di temani oleh secangkir kopi termahal di kafe bintang tersebut.


"Tiba tiba ponsel Tuan muda dan Ponsel Ucok yang sedang di simpan di atas meja bergetar bersamaan.


"Tuan' muda dan Ucok pun segera mengambil ponsel tersebut dan mengusap layar kunci nya serta membaca pesan masuk dari masing masing pengirimnya.


"Ucok pun menatap Beni untuk segera ijin pamit dan akan pergi menuju Mansion Dani Rustandi karna ketua Genk Kobra beracun sudah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan sedang berjalan menuju Mansion Tuan Besar.


"Tuan muda saya mohon pamit untuk segera menuju Mansion Tuan Besar Dani Rustandi dan malam nya saya akan langsung berangkat ke Negera Jepang, usahakan kepada Tuan besar Abdullah dan Abang Suhardi untuk tidak menelepon kami berdua selama satu Minggu, biar kami yang akan menelepon mereka atau pun Tuan muda kalau seandainya ada hal penting yang harus di sampaikan. Kata Ucok mengingat kan nya.


"Baik' Abang Beni Abang Ucok kalian hati hati lah dalam menjalani misi ini'' Titah Tuan muda Harsya.


"Siap Tuan muda kalau begitu kami berdua mohon pamit undur diri' kata mereka berdua seraya membungkuk hormat dan beranjak pergi meninggalkan Kafe bintang.

__ADS_1


"Setelah kepergian Cok Ben lalu Harsya pun mengetik pesan grup nya dan mengirim ke seluruh para pengawal nya baik di perusahaan Anugrah Zahra group atau pun XFRES GROUP untuk hadir di Markas Besar XFRES GROUP malam ini pukul delapan malam.


" Tuan muda Harsya lalu melambaikan tangan nya kepada pelayan kafe untuk meminta datang kepada nya, setelah mengirim pesan kepada seluruh pengawal kepercayaan nya.


"Pelayan yang tadi menghina Tuan muda pun menghampiri dengan wajah yang ketakutan dan badannya bergetar.


"Tua....! Tuan....! muda ada yang saya bantu" kata Nona muda itu dengan ekspresi ketakutan hingga dia tergugup.


"Harsya' hanya tersenyum getir melihat perempuan itu dan berkata.


"Tolong panggil kan Pak Manajer sekarang juga" Titah Harsya.


"Baik'....! Baik'.....! Tuan seraya beranjak meninggalkan pemuda yang sedang duduk dan berjalan menghampiri Ruangan Manajer kafe tersebut.


"Tidak lama kemudian Manajer Kafe bintang pun tiba bersama dengan wanita yang ia suruh untuk memanggilkan manajer kafe tersebut.


"Tuan muda saya siap di beri peringah'' ucap nya ketika sudah sampai di hadapan tuan muda Harsya.


"Bisa Tuan muda dengan senang hati dan satu kehormatan saya sendiri yang akan mengantar Tuan muda menuju kediaman Tuan Besar Suhardi" kata Manajer tersebut dengan wajah yang bahagia.


"Baiklah Pak Manajer saya berterima kasih banyak" balas Harsya.


"Sama sama Tuan muda anda tidak usah sungkan' mari saya antar menuju mobil" jawab Manajer yang bernama Lukman yang terlihat dari saku kemeja tags nama nya.


*


*


"Saat itu Azis dan Dirga maupun Riyan yang sedang berada di kampus dan di temani oleh pasangan nya masing masing, yaitu Hani, Indah, dan Dewi, mereka bertiga pun kaget setelah melihat notifikasi pesan singkat yang di kirim oleh Tuan muda Harsya untuk berkumpul di Markas Besar XFRES GROUP malam ini jam delapan untuk orang orang yang berkepentingan di perusahaan XFRES GROUP dan ANUGRAH ZAHRA GROUP.


"Tanda tanya di mereka berdua yaitu Azis dan Dirga ada hubungan apa antara Tuan muda Harsya bersama perusahaan Anugrah Zahra group beda halnya dengan Riyan yang sudah mengetahui nya.

__ADS_1


"Azis dan kau Riyan saya heran ada hubungan apa antara Tuan muda Harsya bersama orang orang perusahaan Anugrah Zahra group" tanya Dirga kepada Azis dan Riyan.


"Justru saya juga bertanya tanya di saat kita sedang berada di markas Genk Kobra beracun waktu itu sampai saat ini juga masih belum ada jawaban yang saya terima tentang kedekan tuan muda Harsya" jawab Azis.


"Sedangkan Riyan hanya menggeleng kan kepala tanda Ia juga tidak tahu menahu.


"Apakah sebaiknya kita tanyakan langsung pada Tuan muda Harsya" Tanya Azis.


"Kau saja yang tanyakan langsung Zis? saya tidak berani" sahut Dirga.


"Nggak lah gue juga gak berani" jawab Azis sambil mengucek ngucek minuman nya.


"Kak.....! Riyan aja yang tanyain" kata tiga gadis yang dari tadi hanya mendengar kan nya.


"Kenapa harus Aku" Sahut Riyan yang kini mereka mata nya memandang kearah Riyan.


"Karna Kak Riyan sahabat sejati nya Kak harsya" kata Hani menjelaskan nya.


"Walaupun Kakak Sahabat terdekat Tuan muda Harsya tapi kalau untuk urusan pribadi saya tidak berani menanyakan hal itu" jawab Riyan kepada mereka yang hadir di Kantin kampus terkemuka di Kota Jakarta.


bisa gawat bila terus terusan mereka menyedak kepada saya bisa bisa terbongkar semuanya antara Harsya dan Anugrah Zahra group batin Riyan bergejolak.


"Tiba tiba ponsel Riyan pun Berdering


"Kriiiiing.......!


"Kriiiiing.......!


"Kriiiiing........!


"Halo......" kata Riyan yang menjawab telepon masuk nya.

__ADS_1


"Bersambung.


__ADS_2