TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Restu Dari kakek Abdullah dan Nenek Aisyah


__ADS_3

Coba utarakan Cucu ku " Jawab Kakek


"Harsya bergeming diam membisu menarik napas dalam-dalam untuk mengutarakan maksud tujuanya.


"Kakek, Nenek, Seandai nya Harsya meminta sesuatu Apakah kakek dan nenek akan memberikan" kata Harsya yang bingung dari mana memulai obrolan nya karna takut akan seperti ayahnya yang tidak mendapat kan restu dari Kakek nya.


"Harsya Cucu Nenek coba kau utarakan permintaan mu Nak? kata nenek lemah lembut.


"Kakek, Nenek, Harsya mau melamar Halimah" lirih Harsya dengan Suara Yang sangat pelan.


"Paman Alex tersenyum' Kakek dan Nenek antusias menyambut nya.


"Kakek merestui hubungan mu bersama putri sahabat kakek yaitu Halimah Ihsan permata dia gadis cantik Solehah'' ujar Abdullah dengan senyuman lembutnya.


"Cucuku kapan mau melamar nya Nenek akan mengadakan pesta mewah untuk cucu satu satu nya" ucap Nenek antusias, karna hal wajar lah karna waktu Ismail menikah dia tidak mengetahui nya.


"Harsya pun berdiri dan berkata sambil membungkuk hormat kepada mereka bertiga.


"Kakek Nenek Terima kasih atas restu dari kalian berdua insyaallah setelah beres Internal perusahaan secepat mungkin Harsya akan meminta Nenek dan Kakek untuk melamarnya" tutur Harsya sambil membungkuk hormat kepada mereka berdua.


"Sama Sama Cucuku"sebaiknya kita turun ke bawah dan langsung kita kebumikan jenazah adik kakekmu" jawab Nenek


"Baik' Nek" balas Harsya singkat.


"Sementara di bawah ruangan tamu Mansion para pelayat pun sebagian sudah meninggal kan Mansion mewah tersebut sekarang tinggal beberapa saja di antara nya para sahabat Tuan muda dan para pengawal nya.


"Oma Elisabeth Lestari Ardana" Sudah saat nya jenazah kakek Khabil Ardana kita kebumikan'' kata Harsya yang berjalan dari tangga menghampiri mereka yang sedang duduk berhadapan dengan jenazah Khabil Ardana.


"Oma Elisabeth hanya mengangguk beda dengan Lestari mata nya berkaca-kaca, buru buru Harsya menghampiri nya dan menarik untuk berdiri lalu memeluknya sambil berbisik sabar dan ikhlas masih ada aku dan yang lainnya.


"Terima kasih'' Tuan muda lirih nya.


"Beberapa saat kemudian jenazah Khabil sudah siap untuk di makam kan.! Semua saudara dan beberapa pelayat juga ikut mengantar Khabil Ardana ke tempat peristirahatan nya yang terakhir. Tangis pilu mengiringi jenazah Khabil yang baru di kebumikan.


"Lestari masih setia duduk di samping makam ayahnya yang masih basah dengan di dampingi oleh Elisabeth. Sedangkan Harsya bersama yang lainnya memilih menunggu dengan jarak yang sedikit jauh. mereka berdua membiarkan dua wanita itu puas menangisi kepergian ayahnya atau pun mantan suami Elisabeth.

__ADS_1


Setelah tangisan Elisabeth reda lalu menoleh kepada Lestari dan berkata lirih.


"Sayang, Kita doa kan saja biar Ayah mu selalu bahagia di sana.! ucap Elisabeth sambil memeluk Lestari.


"Lestari hanya mengangguk dan membalas pelukan dari Mami nya.! Jujur tidak percaya Ayah nya bisa meninggalkan secepat ini,


"Fander dari jauh melihat Lestari dan Elisabeth juga ikut bersedih. terlebih dengan kedua anak nya Elisabeth yang belum bisa di selamatkan olehnya.? Setelah itu Fander berjalan mendekati Elisabeth dan Lestari untuk mengajak nya pulang.


"Nyonya Besar Nona muda, Mari kita pulang sekarang" ajak Fander


"Setelah itu Elisabeth menggandeng tangan Lestari dan menuntun nya untuk memasuki mobil. Fander pun berjalan di belakang.


"Mereka bertiga sudah berada dalam mobil, Fander duduk di depan bersama supir sedangkan Elisabeth dan Lestari duduk di belakang, Lestari masih terlihat sedih bahkan muka nya yang sembab masih saja terus mengeluarkan bulir air mata, Dan tatapan nya kosong mengarah keluar jendela.


*


*


Sementara di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung Dani beserta beberapa para pengawal pun tiba tepat di halaman parkir RSUD tersebut.


Sedangkan sebagian dari anggota Genk kobra lainya sudah kembali kepada posisi masing masing mungkin dalam beberapa hari kedepannya akan terpokus ke hal perusahaan KOBRA COMPANY GRUP dan menemani kesembuhan anak nya yaitu Anastasia.


"Dani pun melangkah keluar menuju ruangan inap dimana anak nya di rawat dan di antar oleh empat pengawal nya yang setia kepada Dani dan ketua Gareng yaitu Bocil Sugeng Brewok dan Jabar, sedangkan kaki tangan Dani yang bernama Jimmy mendampingi Gareng ke Bandara.


"Sampai lah Dani di ruangan tersebut lalu dia masuk kedalam untuk melihat keaadaan putri semata wayang nya.


"Melihat keaadaan putri semata wayang nya wajah nya pias kulit nya kering dan badan nya kurus" hati nya terasa tercabik - cabik.


"Putri bagaimana keadaan nya sekarang" Tanya Dani menahan air mata nya.


"Sudah sedikit mendingan ayah, lirih nya pelan suara nya.


"Syukurlah kalau begitu'' ayah berjanji akan membalas semua ini, geram Dani kepada Syamsul.


"Anastasia tersenyum dan berkata, Ayah bagaimana keaadaan Galang Mega Ardana.

__ADS_1


"Ayahnya sesaat bergeming diam membisu lalu dia mulai berkata.


"Galang di bawa kabur oleh Syamsul Sang penghianat itu'' tapi tidak usah kawatir sayang ayah akan segera menemukan nya, kamu pokus lah terlebih dahulu kepada kesembuhan agar bisa kembali lagi ke Mansion.


"Baik' Ayah Anastasia nurut apa kata ayah.!


"Tidak lama kemudian pintu ruangan pun terbuka dan muncul lah sosok wanita paruh baya seraya menghampiri Anastasia dan Dani Rustandi.


"Sayang bagaimana keadaanmu" tanya wanita itu setelah berada di samping Dani Rustandi.


"Mami....! Anastasia sudah agak baikan sekarang" sahut Anastasia yang sedang berbaring...!


"Windi hanya mengelus ngelus rambut anaknya sambil menahan amarahnya, dan menatap kearah suaminya sambil berkata.


Mas......! saya tidak mau tau bagaimana cara nya temukan penghianat itu, aku sendiri yang akan membunuh nya.


"Tenangkan dulu sayang emosi nya, mas juga sudah terpikirkan tentang penghianat yang bernama Syamsul, lebih baik kita pokus dulu kepada penyembuhan putri Kita' jawab Dani meredakan amarah istri nya.


"Tapi janji yaa mas...! kalau Anastasia sudah sembuh semua kerahkan pengawal terbaik kita untuk memburu penghianat itu" Kata Windi istri nya Dani Rustandi.


"Dani Rustandi hanya mengangguk karna tahu kalau dia marah tidak bisa di bantah setiap ucapannya walaupun posisi nya salah juga tetap dia tidak mau mengakui nya.


***


Sementara di Kota Jakarta senja pun telah tiba di jalan raya tepat nya mengarah kepada perumahan Elit Pondok Indah kota Jakarta pusat sepeda motor cross dengan kecepatan tinggi dan suara yang bising masuk ke blok yang paling ujung dan dari kejauhan terlihat bendera kuning serta beberapa papan duka cita yang bertuliskan.


TURUT BERDUKA CITA ATAS MENINGGALNYA KHABIL ARDANA


"Sepeda motor cross pun berhenti tepat di tulisan yang lumayan besar dengan bunga bunga yang banyak dan di bawah Tuan muda Harsya.


"Dua pria pun turun dari sepeda motor nya langsung berjalan kearah pintu masuk pagar dan masuk kedalam halaman yang terlihat beberapa orang penjaga di halaman tersebut....!


Para penjaga yang mengetahui siapa yang datang dengan hormat membungkuk dan. berkata.! Selamat Tuan Ucok dan Tuan Beni.


"Mereka berdua mengangguk seraya berjalan kearah mereka yang sedang berkumpul di teras lantai mansion mewah.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2