
Waktunya berangkat
"Senda gurau sedih saling lempar saling ledek di mereka berlima obrolan yang hangat tidak terasa waktu begitu cepat..
'Ada pertemuan akan ada perpisahan di saat perpisahan telah usai maka rindu kangen di saat pertemuan itu tiba. manusia tidak akan lepas dari takdir itu.
Begitu juga dengan harsya pemuda tampan yang propesi sebagai TUKANG OJEG TAMPAN yang harus berpisah dengan Umi Abah Kiayi Sepuh dan sahabat sahabat nya.
Perpisahan seorang Harsya ini bukan perpisahan untuk selamanya tapi perpisahan untuk mencari kedewasaan dan jati diri nya
Siapa diri Harsya yang sebenarnya? diapa orang tua nya? dan dari mna asal nya? teka teki dan misteri serta sebuah rahasia untuk diri Harsya.
Apakah pemuda itu akan terkubur dengan langkah salah dengan gelap ny malam atau terbuka dengan langkah kebenaran dengan terang nya sinar matahari," hanya Harsya yang bisa menjalankan nya bukan orang lain.
Saat itu Azis menepuk pundak Harsya sambil berkata.
Bro.....'' gue ngambil dulu baju dan pakaian yang sudah gue persiapkan dari semalam, sekalian gue ijin pamit sama ortu gue kata Azis panjang lebar menjelaskan kepada Harsya dan di dengarkan oleh tiga bidadari yang lagi duduk bersama Harsya.
Harsya pun mengangguk, sedang kan Indah Dewi dan Hani terasa bersedih karna orang yang dia kagumi nya orang yang selalu membuat hati ketiga gadis itu berbunga-bunga bila dekat dengan pemuda yang bernama Harsya, akan benar benar pergi, tinggal menunggu waktu apakah itu detik menit atau pun jam dan entah kembali kapan mungkin hari, minggu,bulan atau pun tahun dia kembali lagi.
Kak Lirih indah,"
Harsya hanya menatap dan menyeka air mata gadis yang bernama Indah yang jatuh dengan sendiri nya.
Lalu memeluk nya fan berbicara jangan menangis bila Allah SWT mentakdirkan untuk bertemu kembali insyaallah kita akan bertemu kembali.
Dewi hanya melongo dan Hani hanya menggoda nya.
",suit......"...."suit......."......" ahk Hani bersiul.
Indah enggan untuk melepaskan pelukannya karna malu karna wajah nya memerah seperti buah tomat.
__ADS_1
Kedewasaan seorang Harsya di tunjukan kepada sahabat sahabat nya yang hadir di rumahnya, Harsya menganggap mereka hanya sebatas sahabat,
Sialan si Indah cari kesempatan segala sampai dapat pelukan dari Bambang Harsya gue Juga Mau Indah gantian dalam Hati dewi menjerit.....
Sementara Hani yang orang nya ceplas-ceplos terus terusan menggoda indah dengan lugas nya..
Kak Harsya Hani jga mau Di peluk ma kak Harsya,"sambil tangan nya menarik lengan indah,"rengek manja hani
Sontak Indah pun apaan sih Hani ganggu kesenangan orang aja,"ujar Indah.
Harsya hanya tersenyum dan melepaskan pelukan Indah, lalu Harsya berdiri dan menuju kamar nya.
"Tunggu bentar yaa kaka mau ke kamar dulu kepada mereka bertiga.....
hanya mengangguk balasan dari Dewi Indah dan Hani.
"Indah," loe licik," main di peluk aja ma Bambang Harsya gue juga malu bisik, Dewi ketelinga Indah,"
"Usaha," dong bisik Indah," sambil tersenyum terkekeh cekikikan membuat Hani berkerut alisnya
Indah dan Dewi hanya menjalar kan lidah nya Tampa mau menjawabnya
Dasar" sarindah dan sarboah kesel Hani.
Disaat mereka bertiga saling ledek meledek," pemuda itu pun keluar dari kamar nya sambil menjinjing tas nya tanda keberangkatan nya akan semakin dekat.
Kak harsya kata mereka bertiga sudah waktu nya ya,
Nanti jam sepuluh balas Harsya dengan senyuman.
Lalu mereka bertiga membuka ponsel secara bersamaan melihat jam yang ada di ponsel nya.
__ADS_1
Sontak saja Harsya tertawa melihat kepanikan bidadari bidadari yang ada di kampung tempat pemuda itu sepuluh tahun tinggal bersama pasangan suami istri paruh baya
Pukul sembilan lebih sepuluh menit berarti sebentar lagi kak harsya berangkat batin Indah Dewi dan Hani.
Tak lama Suara motor Azis telah tiba di halaman rumah Umi Aminah dan Abah Jaeludin.
"Lalu Azis mematikan motor nya dan masuk kedalam rumah pemuda yang akan dia kawal kemana pun dia berpijak
Brother....."...."gue dah siap nie,"ucap nya pada Harsya,
Sebentar Azis tunggu dulu Abah kalau Umi mah ada di teras rumah lagi mengobrol sama tetangga," jawab pemuda itu.
Siap brother sini konci motor loe gue keluarin sekalian gue panasin mesin nya,"kata Azis
Harsya pun mengambil kunci nya dan memberikan kepada Azis yang akan menemani nya perjalanan menuju kota Jakarta.
Setelah Azis mengeluarkan motor nya tak lama Abah dan Umi masuk kedalam rumah dan duduk di dekat Indah Dewi Hani Sedengkan Abah berdampingan denganku serta di ikuti oleh Azis dari belakang dan duduk bersama
Abah mulai berbicara ke arah pemuda yang telah menemani nya selama sepuluh tahun,
Anak Abah baik baik ya di sana jangan lupakan kewajiban mu seorang muslim petuah kiayi sepuh dan Abah serta Umi jangan kau lupakan,' ucap Abah ada rasa kesedihan di dalam dirinya tapi iya tahan sedemikian rupa agar air mata nya tidak tumpah
"Harsya Hanya manggut manggut mendengar kan obrolan dari Abah nya.
"Lalu Mencium tangan Abah dan Umi nya di ikuti oleh Azis mencium Abah Jaeludin dan Umi Aminah.
Nak Azis titip putra Abah ya bila salah tegur dengan baik baik,Abah dan umi percaya kan Nak Harsya ke kamu seperti Kiayi Sepuh mempercayakan ke Nak Azis," ucap Abah memberikan amanat nya kepada pemuda yang tengil dan ceplas-ceplos.
Ijin pamit minta doa nya biar segala urusan nya cepet selesai ucap Azis kepada kedua pasangan paruh baya.."di angguki dan di amin kan oleh mereka yang berada di rumah milik Abah Harsya.
"Abah Umi Harsya berangkat yaa, Indah Dewi Hani jangan lupain kaka ya.
__ADS_1
Waktu nya berangkat kata Azis...!!
bersambung