
Pelabuhan.
Bisik bisik di dalam kafe itu kini terdengar dengungan nyamuk nyamuk yang sedang mencari darah orang orang yang tertidur pulas.
Apakah dia itu Dani Rustandi petinggi Genk Kobra Beracun yang sudah di bumi hanguskan organisasi nya, oleh Jendral kita Anton Sideka? Tanya mereka kepada lain'nya.
Benar, dia adalah dedengkot Genk Kobra itu, malahan dia bersama adik iparnya Gareng yang merebut perusahaan milik majikannya yaitu Tuan Khabil Ardana yang sekarang sudah berganti nama KOBRA COMPANY GRUP. " Jawab pengunjung kafe lainya.
"Pantas dia begitu Arogan dan licik.....!
"Alah....... Sudah lah....... bila terdengar oleh dia, maka nyawamu tak lama lagi....!
"Hahahahahaha." Sekarang dia tidak memiliki kekuatan lagi, dah hanya menjadi pecundang.
"Benar juga sih katamu.........!
#
"Hmmm." Apakah mereka pantas menghina ku. Walaupun Genk Kobra Beracun sudah musnah, aku masih sanggup membantai orang orang yang mencibir dan menghina ku sesuka hati. " Kata Dani Rustandi tanpa menoleh kearah mereka, hingga mereka yang bergosip seketika menutup mulut nya sendiri sendiri
Ucok dan Beni yang duduk berhadapan dengan Dani Rustandi berusaha untuk menenangkan agar Tuan Besar tidak terpancing emosi nya.
Tuan Besar sudah jangan di dengarkan omongan omongan para badut yang meledek dan menghina." Kata Ucok menenangkan Tuan Besar Dani Rustandi.
"Seumur Hidup baru kali ini aku di hina dan di lecehkan di tempat umum. " Geram Dani Rustandi.
"Aku mengerti Tuan Besar tapi saat ini kita tidak punya kekuatan dan lagian kepulangan dari anda ada maksud yang lain ." Kata Ucok agar emosi dari Dani tidak meluap luap.
Setelah Cok Ben berhasil menenangkan emosi dari Tuan Besar...... Tiba tiba dua wanita berusia 30 tahun masuk ke dalam kafe bersama dua lelaki warga negara asing, berpura pura untuk bersantai di malam itu.
Uhk........ Sayang kita akan duduk dimana? Tanya satu wanita kepada lelaki yang mempunyai mata sipit itu.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita duduk di kursi pojok itu." Jawab lelaki sipit itu merangkul wanita yang umur nya jauh lebih tua.
"Baiklah.........! Ucap wanita itu.
"Mereka berempat pun duduk yang tidak jauh dari Cok Ben dan Dani.
Ucok dan Beni hanya mengumpat dalam hatinya,
Sialan panas juga hati ku melihat calon istri di rangkul oleh Ken. begitu juga dengan Beni tapi untuk meloloskan rencana yang sudah di sepakati mau tidak mau harus legowo.
Sementara di ruangan terpisah oleh kaca dinding. Tampak lelaki setengah baya sedang memperhatikan gerak gerik buruan nya yang sedang mengobrol Dani Rustandi dengan Cok Ben dan beberapa orang berdiri di pintu masuk dan duduk di kursi yang tidak jauh dari mereka bertiga.
"Matih sembilan apakah sudah memeriksa bahwa Dani Rustandi hanya datang dengan beberapa pengawal yang ada di dalam kafe dan empat orang yang berdiri di pintu masuk kafe tersebut.? Tanya Ujang.
"Bener Ketua saat ini Dani Rustandi hanya membawa beberapa orang saja yang terlihat dalam ruangan dalam kafe. Setelah saya pantau keluar dari tadi tidak terlihat orang orang yang mencurigakan. Riyan dan Fander yang sedang mengawasi keadaan juga tidak menemukan adanya orang orang dari Dani Rustandi yang datang secara beramai-ramai. " Jawab Matih sembilan.
"Bagus, tidak sulit bagi kita menangkap lelaki sampah itu.
"Mereka semua sudah bersiap di posisi masing masing Ketua." Jawab Matih sembilan.
#
Saat ini di dalam Kafe yang lumayan luas dengan puluhan kursi tempat para pengunjung untuk sekedar meluangkan waktu santai sangat begitu ramai dengan orang orang yang tidak mereka kenal di hari hari biasa. Atas surat yang mereka terima kepada pemilik kafe itu untuk sementara di pegang kendali oleh Brigadir Anton Sideka dan bila seandainya ada kerusakan langsung akan segera di ganti oleh pihak perusahaan XFRES GROUP.
Tampak Dani berusaha sekuat tenaga tersenyum dan menahan amarahnya. Ketika menerima cibiran cibiran dan hinaan hinaan dari pengunjung Kafe itu.
Ketika salah seorang gadis berkerudung hitam datang lalu ketika mau duduk bersama dua pasangan yang beru tiba di Kafe tersebut, seketika menyapa Cok Ben dan Dani Rustandi.
"Apakah anda yang bernama Tuan Dani Rustandi dan Tuan Ucok serta Tuan Beni." Sapa Gadis itu.
"Bener sekali Nona Cantik, apakah anda mengenal kami bertiga. " Jawab Ucok menahan tawa di perutnya.
__ADS_1
"Sungguh sangat di luar dugaan ku. Bagaimana Bisa tiga orang yang berkuasa di negri ini berpenampilan layak nya tukang bongkar muatan di pelabuhan ini. " Kata Gadis itu sambil tergelak di ikuti pengunjung kafe tersebut.
"Nona Muda sungguh anda berani menghina kami bertiga, seolah olah anda mempunyai nyawa cadangan." Geram Dani Rustandi, menjawab perkataan dari gadis yang berdiri di samping meja.
"Aduh.....! Maapkan saya Tuan Besar kalau bicara saya selalu ngelantur dan tidak bisa di rem begitu saja......! Ehk bukan Tuan Besar tapi King Kong besar........! Hahahahaha Ucap gadis itu menghiraukan ancaman dari Dani Rustandi.
"Ehk.......... Tuan' king kong, kemanakah adikmu yang bernama Gareng monyet, atau kah dia bersembunyi, karna takut di buru oleh masyarakat yang tidak menyukai sosok monyet dan kingkong berada di muka bumi ini." Tanya Gadis berkerudung hitam itu tersenyum kecut.
"Hai......... Nona cantik sungguh bibir mu sangat busuk, berhenti lah omong kosong mu dan lebih anda duduk di kursi sebelum aku membunuh nyawa mu." Ucap Dani yang sudah terprovokasi.
"Hahahahaha." Tuan Kingkong, coba saja bila anda berani membunuh ku di tempat umum ini, apalah arti nyawa ku ini, yang penting saya sudah puas menghina dan mencaci anda, orang yang keji dan sadis menghilangkan banyak nyawa, serta menghalalkan segala cara agar cita cita dan tujuan anda tercapai. Sekarang karma itu berlaku bagi anda Tuan besar kingkong. Organisasi anda sudah di Bumi Pertiwi ini, tanpa tedeng Aling Aling kau ingin membunuhku. Saran ku adalah saat ini kau menyerahkan diri kepada pihak berwajib. " Kata Gadis cantik itu yang terus tersenyum dan menghina.
"Kurang Ajaaaaaaar.!
"Braak............! Meja di pukul oleh Dani lalu berdiri dan Ingin memukul gadis itu.
"Bugh.........!
"Bugh..........!
"Braak..........!
Seketika tendangan mendarat tepat menghantam perut Dani Rustandi oleh dua wanita yang tidak jauh dari tempat duduk Cok Ben........!
Dani Rustandi pun tersungkur dan terjatuh tepat di meja para pengawal nya, lalu berteriak dengan keras,
"Hajar semua yang ada dalam kafe dan jangan biarkan mereka hidup hidup." Teriak Dani kepada para pengawal nya.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.
__ADS_1