
Keesokan hari nya tepat sore hari. Mobil Mewah Lamborghini Aventador meluncur dengan kecepatan tinggi membelah jalanan di ibukota tersebut.
Tak lama kemudian mobil mewah tersebut pun berbelok ke salah satu bangunan yang cukup luas dan terlihat tak berpenghuni dari luar.
Siapa sangka dalam bangunan yang tertutup tembok menjulang tinggi itu, ketika masuk mobil mewah itu, telah berjejer rapi beberapa mobil mewah berbeda merek dan tipe dan beberapa orang berpakaian khas Macan Putih.
Ketika melihat masuk mobil Mewah itu, beberapa anggota Macan Putih segera berlarian untuk membuka pintu mobil dan berbaris rapi,
"Selamat datang Tuan Muda." Kata seorang lelaki setengah tua, seraya membukakan pintu mobil nya.
"Terima Kasih Kang Ujang. Apakah Direktur KOBRA COMPANY GRUP dan keluarga nya telah di sekap di Markas ini." Kata pemuda yang di panggil Tuan Muda.
"Betul sekali Tuan Muda. Mereka berada di ruangan bawah tanah." Kata Lelaki yang bernama Ujang itu.
"Baik. Antar kan saya ke bawah." Pinta nya.
"Siap. Tuan Muda. Mari.....!
"Mari kang Ujang. Pemuda itu berjalan mengikuti Ujang Suparman melewati barisan para anggota Macan Putih yang berbaris rapi dan membungkuk hormat.
Sesampainya di ruangan bawah tanah, tampak terlihat oleh pemuda itu, lelaki setengah tua sedang tertutup kain penutup berwarna hitam seorang diri, sementara anak anak dan istri nya berada di ruangan lain, di pisahkan oleh Ujang Suparman, selaku Ketua Macan Putih.
"Buka ikat kepalanya Kang Ujang." Titah pemuda itu memberi perintah.
"Siap Tuan Muda.!!
Karena baru melihat cahaya dalam waktu yang lama dengan mata yang di tutup oleh kain berwarna hitam, kini sudah terbiasa maka lelaki setengah tua yang tak lain adalah Jhon Koplak itu melihat pemandangan yang sangat luar biasa.
Di hadapan lelaki setengah baya ini berdiri lebih dari lima ratus orang berusia tiga puluh tahunan sampai lima puluh tahunan memenuhi ruangan itu dan serentak membungkuk hormat kepada seorang pemuda yang berusia dua puluh dua tahun tersebut.
__ADS_1
"Selamat datang Tuan Muda.
"Selamat datang Tuan Muda." Kata mereka sambil membungkuk hormat membuat pandangan lelaki setengah tua itu bergidik ngeri melihatnya.
"Terima Kasih." Kata Harsya lalu menatap ke arah Jhon Koplak.
"Apakah Tuan Direktur KOBRA COMPANY GRUP sudah melihat kekuatan yang aku miliki. Yang benar benar ingin menyenggol dan membuat sengketa dengan perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP. Tuan Direktur salah besar jika menganggap lawan yang akan di hadapi adalah lemah. Kekuatan dari Shintia dan Anastasya sama sekali tidak ada sekuku hitam bagi HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH dan ini belum di tambah dengan anak buah Tuan Alex, Tuan Suhardi dan Tuan Anton Sideka yang berada di Markas Besar perusahaan. Jika aku mau Hari ini juga akan aku ratakan perusahaan KOBRA COMPANY GRUP." Kata Harsya dengan senyum mengejek.
Karena mendengar perkataan bernada sombong dan mengejek lelaki setengah tua itu, kini wajah nya pucat dan lutut nya bergetar.
Bayangkan saja, bagaimana kekuatan yang di miliki oleh perusahaan yang baru bergabung dan berganti nama menjadi ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP itu. Ini saja sudah terlalu kuat, apalagi dia mengatakan bahwa masih ada yang lainnya di kota lain di bawah tiga komando. Benar benar mencari penyakit jika melawan Harsya.
"Aku terlalu bertoleransi dengan orang orang yang menganggap aku sebagai musuh. Jika aku ingin melakukan apa yang di lakukan oleh mereka, tidak sulit bagiku untuk menjadi maharaja bisnis di negara ini dan menjadi raja di atas raja bagi para gangster mafia di negara ini.
Pilihan ada di tangan anda Tuan Direktur Jhon Koplak. Bila anda dan istri serta anakmu ingin selamat dan hidup tenang, maka anda harus menjadi tangan dan mata buat orang orang ku. Tetapi bila anda teguh dengan pendirian anda untuk mengabdi kepada Shintia dan Anastasya, jangan salahkan bila aku kejam." Kata Harsya memberi pilihan.
"Kang Ujang Suparman. Buka ruangan senjata milik Anggota Macan Putih." Perintah Harsya.
dan tak lama kemudian dinding tersebut maju sedikit ke depan dan bergeser ke kanan.
Begitu pintu itu bergeser, kini tampak terlihat segala jenis senjata baik itu senjata Laras pendek maupun Laras panjang dari mulai yang biasa atau pun yang otomatis sampai ada senjata yang keluaran terbaru pula.
"Apakah menurut Tuan Direktur, cukup untuk menghancurkan perusahaan KOBRA COMPANY GRUP dan perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP bersama antek antek nya.?" Tanya Harsya dengan tatapan dingin kearah Jhon Koplak.
Lelaki setengah tua itu semakin ketakutan saat ini, tanpa ada yang memerintah kini Jhon Koplak secara tidak sadar langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Harsya.
"Tuan Muda, mohon ampuni saya keluarga saya." Kata Jhon Koplak dengan wajah memucat memohon belas kasihan.
"Ampun! Ampunan seperti apa yang Tuan Direktur mau? Apakah aku ada menghukum Tuan dan Keluarga Anda.?
__ADS_1
"Tid..... Tida....... Tidak.?
"Apakah ada sesuatu yang membuat anda dan keluarga cedera...?
"Juga..... Tidak?
"Lalu ampunan seperti apa yang anda maksud.? Jangan berlagak bodoh di depan ku. Aku tidak suka melihat ada orang yang bodoh setelah mereka merasa terlalu pintar dan kuat untuk melakukan sesuatu di tempat orang lain." Kata Harsya membentak.
Sreeeeet.........?
Terdengar suara resleting tas yang terdapat di atas meja dekat Ujang Suparman duduk di tarik terbuka menampakkan sesuatu di dalamnya jumlah yang tidak sedikit.
Harsya tampak mengangkat tas itu dan menumpahkan isinya di depan lelaki setengah tua itu yang masih berlutut.
Suara bergedebug terdengar jelas ketika seikat demi seikat uang kertas itu berjatuhan tepat di depan lelaki setengah tua.
"Apakah itu cukup.?" Tanya Harsya dengan Angkuh.
"Kembali Jhon Koplak berlutut tidak berani menampakkan wajahnya atau pun sekedar mengangkat dan menatap kearah pemuda itu.
"Sekali lagi saya Mohon Maap. Aku mulai sekarang akan menuruti perintah mu." Kata Jhon sambil berlutut.
"Prok....... Prok........ Prok........!
"Bagus. Dari tadi jika Tuan Direktur seperti ini kan aku tidak perlu membuang banyak energi dan pemborosan kata." Kata Harsya sambil bertepuk tangan.
"Kembali lah kalian berdua ke perusahaan KOBRA COMPANY GRUP dan beri kabar kepada ku apa saja yang di rencanakan mereka. Aku ingin tahu taktik dan rencana apa yang ingin mereka lakukan untuk melawan perusahaan milikku." Kata Harsya memberi perintah.
"Terima Kasih Tuan Muda. Apakah saya dan keluarga bisa pergi dari sini sekarang juga.?" Tanya Jhon koplak.
__ADS_1
Bersambung.