TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Obrolan sepasang kekasih di pagi hari


__ADS_3

"Hmmmmm." pagi pagi sudah menggombal." Keluh Gadis cantik itu.


"Kakak bukan menggombal tapi emang Imah itu kesayangan ku." Kekeh Harsya lalu duduk di Gazebo dengan tersedia nya satu gelas kopi yang di buatkan oleh Halimah.


"Kak........! Diminum kopi nya." Pinta Halimah dengan balutan kerudung hitam menambah kecantikan gadis berjilbab itu.


"Makasih..........! Imah ku yang cantik." Pujinya....! Hingga wajah putih itu bersemu merah.


"Suruput..........! Ahk nikmat Alhamdulillah."


"Nikmat mana yang akan kita dusta kan. Kak Harsya setelah di berikan rasa yang begitu nikmat di pagi hari ini." Ucap Halimah.


"Nikmat di cintai mu dan mencintai mu. " Goda Harsya, dengan senyuman manis.


"Ihk.......! Kaka, bercanda Mulu sih tak pernah serius." Rengek Halimah. Hingga bibir nya manyun kaya tutut yang siap di masak memakai bumbu dapur royiko.


"Hehehehe." Imah nanti ikut sore ikut nggak atau diam di rumah bersama yang lain.? Tanya pemuda itu. Kini dia serius bertanya.


"Hmmmmm." Ikut nggak ya......! Canda gadis itu, kini giliran dirinya yang menggoda pemuda itu......!


"Balas dendam ini mah......! Ucap pemuda itu tersenyum kecut.


"Hahahaha rasain emang enak di candain begitu." Sahut Halimah, hingga kini giliran pemuda itu yang bibir nya monyong lima centi......!


"Huh.......! Kalau.......! Sudah Ijab Qobul, langsung Kakak bawa masuk ke kamar." Kekeh pemuda tampan itu, mendengar perkataan dari pemuda itu. Halimah semakin menggoda pemuda itu dengan kedipan mata sebelah kirinya.


"Umi......... Abah........... Kakek....... Nenek......! Teriak Harsya, hingga dua pasangan paruh baya itu berlari dari ruangan keluarga mendengar teriakan pemuda itu.


"Ihk........! Apaan sih Kak, teriak teriak memanggil mereka." Keluh Gadis cantik itu....!


"Biarin....... wey......! Lidah pemuda itu keluar meledek gadis itu........!


Tak lama dua pasangan paruh baya itu berdatangan dengan jalan tergesa-gesa di ikuti beberapa pembantu dan para pengawal menghampiri mereka berdua.


"Halimah........! Ada apa,? Harsya sampai teriak teriak.......! Ucap satu wanita paruh baya panik......!

__ADS_1


"Cucu kenapa teriak teriak.? Aisyah kini bertanya,


Halimah, hanya melotot kearah kekasihnya, beda dengan pemuda itu cekikikan......! Setelah dua pasangan yang di panggil secara berteriak datang menghampiri dengan perasaan cemas dan khawatir.....!


"Kakek.......! Nenek......! Abah......! Umi......! Halimah minta di lamar secepatnya." Kata Harsya mengedipkan mata sebelah kanan nya kepada gadis itu......! Hingga wajahnya tertunduk malu.


"Huh.......! Dasar tukang ngadu..! Keluh Gadis cantik itu tak berani mengangkat wajahnya di depan mereka.


Umi Aminah dan Aisyah pun kini duduk di samping Halimah dengan gadis itu duduk di tengah.......! Sedangkan Abah dan Kakek Abdullah duduk di samping pemuda tersebut.


"Cucuku Halimah........! Apakah kau bersedia menjadi pendamping, Harsya. Pemuda yang mempunyai tingkat jahil naik menjadi level 20." Ucap Nenek Aisyah mata berkedip kearah Harsya.


"Halimah tidak menjawab tapi anggukan kepala sudah menjadi pertanda bahwa dia bersedia.


"Hmmmmm." Nenek tingkat jahil Harsya masih kalah sama Umi Aminah." Ucap nya lempar batu sembunyi tangan.......!


"Kok.........! Jadi Umi yang di salahkan....! Keluh wanita paruh baya yang telah merawat pemuda itu.


"Sudah.........! Sudah..........! Abah Jaeludin menengahi candaan dan sindiran antara Umi Aminah dan Harsya, karna dua dua nya tidak mau mengalah.......!


Harsya menjawab pertanyaan dari Kakek Abdullah dan mungkin Nenek Aisyah serta kedua Orang Tua angkat pun berkata demikian dengan perkataan dari kakek.


"Halimah adalah cinta kedua buatku. Sesaat ucapan pemuda itu terhenti


Semua orang tersentak kaget mendengar jawaban dari pemuda itu, semua orang tak menyangka bahwa pemuda itu mempunyai cinta yang lain di hatinya.......! Air mata menetes di mata gadis itu sambil tertunduk merasakan sakit yang menyayat masuk kedalam hati nya.


Mereka semua merasa kecewa terhadap pernyataan yang keluar dari mulut pemuda tampan itu.


"Maap cinta pertama ku tidak bisa tergantikan begitu saja, karna ada nya dia, Aku bisa hadir ke alam dunia ini.......! Cinta pertama ku adalah ibu kandungku Putri Zahra Kumalasari.........! Maka tidak ada alasan buat aku menolak seorang gadis yang ada di hadapanku saat ini, gadis yang membuat hidupku sempurna, wanita yang bisa aku menangis ketika dia tidak ada kabar darinya, perempuan yang bisa aku marah ketika dia di sakiti oleh orang lainnya.


HALIMAH IHSAN PERMATA apakah kau bersedia menjadi pendamping hidupku, susah atau pun senang kita lalui bersama.? Lamar pemuda itu di depan Kakek dan Nenek serta kedua Orang Tua Angkat nya.


"Kriiiiing..........." Kriiiiing.........." Kriiiiing......!


Jawaban belum di dapat dari gadis itu tiba tiba ponsel berdering hingga memekakkan telinga yang berada di sana, dengan rasa malas Harsya pun mengangkat telepon masuk tersebut.

__ADS_1


Pemuda itu lalu melihat layar ponsel nya dan tertera nama pemanggil itu Ucok.


"Hmmmmm." Abang Ucok." Gumam pemuda itu. Hingga terdengar oleh mereka.


"Halo........! Abang Ucok, apakah ada hal penting hingga menelepon di pagi hari ini.? Tanya Harsya menjawab telepon masuk nya.


"Tuan Muda mohon maap mengganggu waktu pagi Anda.! Tapi ada hal penting yang harus segera saya sampaikan kepada anda." Jawab Ucok.


"Silahkan Abang Ucok, katakan kabar penting yang akan kau sampaikan kepada saya.'' Pinta Harsya.


"Tuan Muda saat Ini Ketua Genk Kobra Beracun sudah berada di perjalanan menuju kota Cilegon, hingga kita tertinggal satu langkah dari mereka, bahwa Gareng sudah berangkat dari dini hari menuju negara kita." Kata Ucok memberi tahukan informasi yang di dapat oleh para pengintai di lokasi bandara.


"Bajingan...........!


"Bangsat............!


"Bedebah...........!


"Abang saat ini juga perintah kan anak buah ku untuk terus membuntuti manusia iblis itu dan beberapa Matih untuk bersiap siaga di pintu keluar Tol Tangerang - Merak, saya akan menyusul sekarang juga." Geram Harsya mengepalkan tangan saat ini juga, rencana yang sudah di atur sedemikian rupa bisa kacau balau di saat Gareng berangkat lebih awal.


"Siap Tuan Muda........! Untuk yang lainnya saat ini sedang membuntuti mobil Gareng yang di kawal beberapa mobil mewah kemungkin Anak buah Naga Saki Sempur, yang mengawal Ketua Genk Kobra tersebut.


"Kira kira ada berapa orang yang mengawal Ruli Siregar Rusady? Tanya Harsya.


"Perkiraan ada dua puluh orang orang terlatih dari negri sakura dengan pakaian ala ninja." Tuan Muda.


"Baiklah Abang Ucok.........! Saat ini juga saya akan berangkat menuju pintu tol Tangerang merak dan kau bersama Beni terus jaga informasi dari Fander dan Ken serta Rex. " Titah Harsya.


"Siap Tuan Muda.


"Tut....! Tut....! Tut.....! Telepon pun berakhir, lalu pemuda itu tidak memberi kesempatan kepada yang hadir di sana untuk bertanya?


"Kakek, Nenek dan Abah serta Umi." Doa kan Anak dan Cucu mu ini.......! Saat ini Ruli Siregar Rusady sudah berada di kota Jakarta dan menuju kota Cilegon dengan pengawalan yang x-tra ketat dari anak buah Tuan Naga Saki Sempur." Ucap Harsya.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2