TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Peringatan Kepada Tiga Gadis Sahabat Harsya


__ADS_3

"Black In Resto Kafe. Restoran Mewah sekaligus Kafe yang biasa di pakai tempat nongkrong mahasiswa bila sudah selesai dengan aktivitas belajar nya di university Gunadarma.


"Salah satu manajer tersebut memperhatikan sosok pemuda yang sedang duduk di kursi paling pojok di kafe miliknya.


"Karna rasa penasaran kepada pemuda tersebut akhir nya manajer itu pun lalu berjalan dan menghampiri pemuda tersebut.


"Anak muda bolehkan saya duduk di sini." Pinta Manajer kafe itu.


"Harsya pun sekilas melihat dan langsung menjawab.


"Silahkan Tuan. tidak ada yang melarang dan anda adalah pemilik kafe ini. Tentunya anda berhak dan dengan sesuka hati untuk duduk dimana saja." Dengan senyuman Seramah mungkin.


"Terima kasih." Anak muda perkenalkan Nama saya Iskandar. Manajer Black In Resto Kafe." Kata lelaki sekitaran usia 45 tahun memperkenalkan diri seraya duduk dan mengulurkan tangan kepada pemuda itu.


"Harsya Jaeludin." Balas pemuda tampan seraya menyambut uluran tangannya.


"Nak Harsya Apakah kuliah di university Gunadarma." Tanya Iskandar karna baru sekali melihat pemuda ini nongkrong di kafe miliknya.


"Bener Tuan baru masuk tadi pagi." Kebetulan sekedar menunggu waktu sore dan menunggu sahabat. Maka saya menunggu di sini." Jawab Harsya dengan senyuman.


"Manajer kafe itu manggut manggut dan mulai bertanya lagi.


"Nak Harsya. Wajahmu mengingatkan saya pada seseorang teman sekolah yang telah lama meninggal." Ucap Iskandar dengan mata yang berkaca-kaca.


"Aduh....! Tuan kalau begitu wajahku pasaran ya.'' Canda Harsya langsung menyeruput kopi yang mulai dingin.


Wajah, hidung, mata, dan gaya bicara nya persis seperti Ismail Abdullah apakah mungkin anak ini adalah putra dari Ismail tapi tersiar kabarnya anak ini di buang di hutan dan mati di terkam binatang buas." Kata Iskandar dalam hati.


"Tuan.....! Tuan.....! Apakah ada yang salah dengan ucapan ku." Mohon Maap bukan maksud saya bercanda." Tanya Harsya karna lelaki yang memperkenalkan nama nya Iskandar itu seketika bergeming diam membisu.


"Ehk....! Anu....! Tidak Nak. Harsya. Cuma lagi ingat kepada teman semasa kuliah yang telah lama hilang dan wajah, serta mata dan nada bicara nya persis seperti kamu." Kata Iskandar dengan sedikit terbata bata bicara nya.


"Disaat Harsya mau membuka suara nya karna ada sedikit rahasia kepada lelaki yang sedang berhadapan dengan dirinya. Tiba tiba Gandi dan Riyan datang bersama Fander. Membawa Gadis Cantik yang tidak dia kenal membungkuk hormat kepada pemuda yang duduk di pojok kafe tersebut.

__ADS_1


"Tuan Muda Maap kan kami terlambat." Kata Gandi seraya membungkuk di ikuti oleh mereka yang datang bersama nya.


"Manajer kafe sontak terkejut dan kaget saat ini. Ketika anak muda yang baru dia kenal dan ada rasa penasaran terhadap diri Harsya, dengan pakaian yang layaknya orang miskin. Kini di hadapannya Tuan Gandi orang kepercayaan dari Tua Alex Brian selaku tangan kanan Abdullah Pemilik perusahaan XFRES GROUP membungkuk hormat kepada pemuda di hadapannya.


"Kak. Gandi dan yang lainnya silahkan duduk dan perkenalkan ini Manajer kafe di sini namanya Tuan Iskandar." Kata Harsya mempersilahkan dan memperkenalkan lelaki seumuran ayahnya.


"Salam dari kami semua Tuan Iskandar." Sambil membungkuk hormat. Dan di balas anggukan oleh Manajer kafe itu.


"Na....'' Na....." Nak...." Har....."Harsya...! Apakah Kamu Anak dari Sahabat saya yang bernama Ismail Abdullah dan Ibu kamu Nona Zahra." Tanya Iskandar terbata bata. Syok dan kaget.


"Harsya' Mengangguk. mengiyakan pertanyaan dari Tuan Iskandar.


"Ohk......! Tuhan......! Terima kasih. Hamba telah di pertemukan Dengan Anak dari sahabat saya." Kata Iskandar dengan air mata keluar tangan menadah keatas lalu dia usapkan kepada wajahnya.


"Gandi, Riyan, Fander dan Harsya pun diam tidak mengerti tentang lelaki yang ada di hadapannya berbicara bahwa dia adalah sahabat Ismail yaitu ayahnya Tuan Muda Harsya.


"Iskandar menarik napasnya dalam dalam lalu dia mengeluarkan dengan sekali hentakan dan mulai berkata.


"Tuan muda mari ikut saya kita mengobrol keruangan saya dan kalian juga ikut." Ajak Iskandar.


"Mari Tuan." Kata Harsya.


"Mari." Balas Iskandar seraya beranjak dari kursinya dan di ikuti oleh Harsya dan mereka berempat.


*


*


*


Di waktu yang sama tepatnya di kafe bintang milik Anugrah Zahra group. Tiga sahabat Harsya dan tiga gadis yang baru masuk kuliah nya sedang sedang mengobrol di temani oleh Ken dan Rex beserta Azis dan Dirga.


"Kak....! Halimah dan Kak Clarissa serta Kak Ariani." Kenapa tadi tidak menghampiri Kak Harsya saat di buly oleh tiga senior itu." Kata Indah dan di anggukan oleh dua sahabat nya.

__ADS_1


"Indah....! Dan kalian berdua tadi nya kakak dan yang lainnya juga mau menghampiri nya tapi karna Kak Harsya sudah memberi tahukan terlebih dahulu. Kalau di kampus terjadi kenapa Napa jangan menghampirinya atau pun membantu nya. karna ada rencana yang sedang dia jalani." Kata Halimah memberi penjelasan kepada mereka bertiga.


"Mungkin Azis dan Dirga juga sudah di beritahu kan oleh Tuan Gandi." Kata Halimah lagi.


"Azis dan Gandi mengangguk beda hal nya dengan ketiga sahabatnya.


"Kenapa bisa begitu Kak." Kini Dewi yang bertanya.


"Sama halnya kepada saya dan kalian bertiga. Tuan Muda Harsya menghawatirkan kita kita dan tidak mau. kalian kenapa kenapa.'' Clarissa yang menjawab pertanyaan dari Satu diantara ketiga sahabatnya.


"Hani, Indah, dan Dewi untuk saat ini kalian bertiga kalau kita berada di kampus sebaiknya jaga jarak dengan Tuan muda Harsya dan kekasih kalian. Sampai dimana internal permasalahan yang sedang di hadapi oleh Tuan muda Harsya selesai." Kata Halimah.


"Apakah kami tidak salah dengar ucapan dari Kak Halimah.! Hani bertanya dengan wajah penasaran.


"Tidak.....! Seraya menggeleng kan kepala nya.


"Coba jelaskan Kak." Kata Hani.


"Hani, Indah, dan Dewi, Bukan maksud Kakak, Melarang atau pun mencampuri urusan pribadi kalian..! Tapi bila kalian tahu Akar permasalahan yang sedang di hadapi oleh Sahabat kalian bertiga yaitu. Tuan muda Harsya. Kalian juga akan mengerti kenapa Saya dan Clarissa beserta Ariani berbicara begitu kepada kalian. Dan untuk lebih jelasnya biar nanti kekasih kalian yang menjelaskannya. Bukan kah begitu Azis dan Dirga." Tanya Halimah.


"Iy....! Iya....! Halimah. kata mereka berdua terbata bata ucapannya.


"Halimah, Clarissa dan Ariani tersenyum manis dan membuat Jantung Ken Liem dan Rex Ryu berdebar detak menatap kepada kearah Ariani dan Clarissa lalu menunduk kan kepala nya saat itu juga. Setelah di tatap oleh Clarissa dan Ariani.


"Baik." Kak Halimah." Jawab mereka bertiga pasrah dengan keputusan yang di utarakan oleh kekasih sahabatnya. Walaupun dalam hatinya sangat dongkol.


Maapkan saya dan Clarissa serta Ariani tapi ini juga demi kebaikan kalian bertiga seandainya kekasih kalian tidak terlibat dalam permasalahan ini mungkin Azis, Riyan, dan kalian tidak akan menjadi target buruan Genk Kobra Beracun. Ucap Halimah dalam hati.


SUDAH BACA WAJIB LIKE DAN KOMEN.


KARNA LIKE DAN KOMEN ITU GRATIS DAN YANG PUNYA VOTE SILAHKAN BERBAGI. ITU BISA MEMBUAT PENULIS BERSEMANGAT.


SALAM DARI AUTHOR RECEH.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2