TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Mempersiapkan dan hadir nya tiga bidadari


__ADS_3

Mempersiapkan Dan hadir Nya tiga bidadari


"Allah hu Akbar" "Allah hu Akbar"


Adzan subuh berkumandang di masjid Al Ikhlas yang tidak jauh dari kediaman rumah Abah Jaeludin dan Umi Aminah tempat tinggal pemuda tampan yang bernama Harsya.


Alarm di meja samping tempat tidur pemuda itu berbunyi nyaring hingga terbangun.


Harsya yang masih belum 100 % menguasai kesadarannya meraba raba kesana kemari untuk mencari jam kecil alarm di meja samping tempat tidur nya


Setelah ujung tangan nya meraih alarm tersebut dia segera menyipitkan matanya"pemuda tampan itu terkejut melihat angka menunjukkan angka 5 pagi"sontak Harsya pun terbangun dari tidur panjang malam itu dengan perasaan sedikit masih ngantuk gara gara semalam bergadang,


"Eiiiittt..!..........!


Pemirsa yang budiman yang cantik dan tampan serta baik hati.


"Perlu pemirsa tahu harsya bergadang bukan nongkrong nongkrong tidak jelas ya.


Tapi harsya bergadang semalam gara gara membalas chat pesan wasttap dari indah dewi dan hani tiga gadis yang mempunyai rasa kepada pemuda tersebut.


"Malam itu setelah telepon panjang lebar sama Halimah putri dari Kiayi Sepuh.


Tampa di sadari ada tiga pesan masuk kedalam aplikasi wasttap semua nya dari indah dewi dan hani.


"Ada yang chat P "dari Indah.


"Ada yang kirim kak "dari Dewi.


"Dan ada pula yang chat" hai tampan dari Hani.


"Lalu pemuda tampan itu membalas satu persatu pesan singkat"sampai lanjut ke arah yang serius tentang berangkat nya seorang pemuda tampan yang berprofesi sebagai tukang ojeg ke kota besar.


Mereka bertiga merasakan kaget dan syok nya sampai pagi pagi berjanji akan menemui pemuda itu dalam pesan singkat yang di kirim dan ponsel ketiga gadis itu.


Hanya perasaan geli dan lucu aja dirasakan pemuda itu mereka bertiga pagi pagi kerumah Harsya menanyakan tentang bener tidak nya pemuda itu, mau ke kota jakarta


karna pas waktu Indah Dewi dan Hani mengirim chat yang terakhir tidak sempat ku balas karna sudah terserang rasa kantuknya.


"Subuh pun telah tiba suara adzan pun terdengar di telinga pemuda yang bernama Harsya' pemuda berusia dua puluh tahun kurang lebih.

__ADS_1


Harsya yang baru bangun tidur dengan sedikit mengantuk," seperti kemarin kemarin, pemuda itu langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badan serta langsung menuju ke masjid untuk melaksanakan ibadah solat subuh sebagaimana mestinya kewajiban seorang muslim yang taat.


"Setelah beres melaksanakan"ibadah salat subuh yang kesiangan, "pemuda itu pun bergegas untuk kembali pulang kerumahnya.


"Heii....." anak tak jelas asal usul nya"ucap pemuda yang berada di samping pagar masjid".


"Eh........"Surya," sahut Harsya


"Loe......!...."tidur di masjid ya kucing kurap,"sinis Surya,"


"Tidak......"...."Surya,gue kesiangan,"jawab Harsya yang risih kepada pemuda anaknya kang Lukman itu.


"Alah......."banyak bacot...."loe,"hardik Surya,"


"Maap"......."Surya,gue balik dulu,"timpal Harsya karna gak mau emosinya tersulut dan bertengkar dengan anak tetangga nya yang sombong dan arogan.


"Hai....kutu kupret," teriak Surya..."!!


"Harsya,"malas untuk menimpalinya dan berjalan pulang kerumah nya karna mau mempersiapkan diri untuk perjalanan yang lumayan jauh.


Matahari pun mulai menampakkan sinar nya di pagi hari ini" air embun pagi masih setia bergelantungan di rumput rumput yang hijau"orang orang berlalu lalang menuju tempat kerjanya ada yang ke sawah ke hutan dan sebagai mana mesti nya mempunyai aktivitas masing masing.....!!


Hanya modal keyakinan dan rasa nekad serta memberanikan dan mencari jati diri nya....!!


Seorang pemuda kampung miskin akan mempersiapkan diri bergulat dalam drama ibu kota yang penuh dengan kepalsuan belaka.


'Sementara di kediaman rumah masing-masing tiga gadis cantik Indah , Dewi dan Hani bersiap siap melangkah pergi menuju rumah pemuda yang membuat tiga gadis tersebut tidak bisa merasakan nyenyak nya tidur malam itu"karna rasa penasaran kepada lelaki yang selalu ada dalam hati nya...!


Hanya butuh beberapa menit Indah sampai di depan rumah Harsya begitu pula Dewi dan Hani


Mereka bertiga kaget satu sama lain.


"Tidak punya janji kok bisa barengan kesini"ucap Indah bertanya kepada dua sahabatnya'yang merasa kecewa hati nya begitu juga mereka berdua kecewa hati nya


"Halooooo..............!!........." sarindah ngapain loe pagi pagi kesini, "tanya Hani kearah sahabatnya yang bertanya terlebih dahulu.


"Gue"dah mau nanyain bener tidak nya kak Harsya mau pergi dari kampung kita markonah"kesel Indah'


"Kok......"sama"sih..."sahut Dewi serta Hani barengan menjawab nya.

__ADS_1


Saling bengong saling tatap di antara mereka bertiga


kebingungan mereka di kaget kan oleh suara Umi Aminah Ibu angkat nya kak Harsya.


"Ehk......" Nak Indah Dewi serta Hani"kata Umi Aminah mau ketemu Harsya yaa?"ucap wanita yang memegang sapu lidi itu bertanya kedua kalinya


''kompak mereka bertiga"menjawab iyaa mamah mertua sontak mereka bersamaan dan langsung menutup mulut nya bersamaan


"Umi Aminah terkekeh cekikikan melihat tiga gadis anak tetangga nya itu.


Masuk aja Nak Umi mau menyapu dulu"Harsya ada di kamar lagi mempersiapkan barang barang untuk berangkat hari ini kekota Jakarta"sahut Umi Aminah


Deg jantung berdebar kencang mereka bertiga seakan tak percaya apa yang di ucapkan umi aminah bahwa bener kak harsya mau berangkat ke kota jakarta.


Iya Iya Iya Umi kami masuk mohon ijin kata salah seorang dari mereka bertiga.


"Lalu Indah Dewi dan Hani berjalan ke arah pintu rumah Umi Aminah.


"Cekreek.............!!


"Lalu di buka pintu nya oleh Hani dan menuju kamar Harsya mereka bertiga.


"Pas.....!!...."mereka bertiga mau masuk ke kamar.


Harsya pun keluar dengan tujuan mau mengeluarkan motor nya sebelum berangkat mau mencuci dulu motor


"Ehk.." kalian ucap Harsya kaget secara tiba tiba ada tiga bidadari yang entah dari mana turunnya udah ada di dalam rumah Harsya dan di depan Harsya..


Ayo duduk kata Harsya lalu ke dapur membawa gelas dan teko nya untuk menyuguhkan walau pun cuma ada air minum doang.


"Lalu setelah semua nya duduk yang pertama mulai bertanya adalah Hani yang paling cerewet dan paling logis serta tengil.


"Kaka......!.."tampan Harsya kenapa semalam tidak di balas chat wasttap nya"tanya Hani", sontak kedua sahabat Hani juga berkata.


"Iya.....!...."kak Harsya" sambung Indah bertanya dan di anggukan oleh Dewi.


"Iya......"malam,'' maap ya kaka ketiduran dan sampai saat Ini kaka belum pegang ponsel sambil kedua tangan nya di lipat meminta maap Kepada mereka bertiga...!


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2