
Ketiga gadis setelah mendapat perintah dari Tuan Muda melalui sambungan interkom. Mereka pun berjalan menuju Kobra Kafe.
"Tidak lama berselang ketiga gadis itu langsung duduk di kursi yang tidak jauh dari lelaki setengah tua berada.
Gadis yang bernama Lia dengan gaya sedikit menggoda. Berdiri dan hendak untuk ke kamar mandi.
"Lia pun menghampiri lelaki yang dia tahu target dalam misi Tuan Muda dengan gaya dan pura pura terjatuh di depan lelaki tua itu.
"Bruk............!
"Aduh.......! Ringis Lia menahan kesakitan karna terjatuh.
"Lelaki tua bernama Bocil itu pun buru buru menghampiri untuk menolong gadis yang jatuh tidak jauh dari diri nya.
Nona Cantik apakah kau tidak apa apa? Tanya Bocil seraya memapah tubuh nya untuk berdiri.
"Terima Kasih Tuan..!! Saya tidak kenapa Napa? Maap merepotkan Tuan." Kata Lia seraya melepaskan dari tangan lelaki Tua itu.
"Ahk......! Nona sungguh tidak merepotkan untuk Gadis secantik dirimu." Puji Bocil.
"Hmmmmm." Tuan Bisa saja....! Balas manja Lia. Seraya berjalan meninggalkan lelaki itu. Tapi kini sedikit berteriak secara pura pura.
"Awwww..............! Ringis Gadis itu ketika kaki nya mau di pijak kan untuk melangkah.
"Bocil pun buru buru memapahnya dan berkata.
"Nona mungkin kaki mu keseleo akibat tadi terjatuh....! Mari saya urut kaki anda di ruangan khusu." Ajak Bocil.
"Lia pun mengangguk seraya berpura pura menahan kesakitan.
"Halimah dan Ariani tersenyum melihat akting Gadis yang di bawa oleh Fander untuk menggoda salah satu pendiri Organisasi Genk Kobra Beracun berhasil. Lalu mengirim pesan singkat kepada serta Syamsul untuk bersiap siap masuk.
Tidak lama kemudian Syamsul dan Azis pun masuk kedalam kafe dengan memakai topi dan masker serta kaca mata Hitam..!
Setelah mereka berdua masuk serta duduk memilih di meja tengah dan langsung memesan minuman yang ada di dalam kafe tersebut. Sepuluh Macan putih datang kedalam kafe Tampa.
"Tuan muda masuk.
"Tuan muda masuk.
"Kak Gandi apakah ada yang di laporkan.
"Menjawab anda Tuan Muda. Syamsul dan Azis sudah duduk di dalam Kafe dan sepuluh Macan Putih juga sudah masuk.
"Baik. sekarang juga bersiap siap aku akan segera melihat kondisi Maman Tomat dan Iwan kupluk serta Galang....! Ketika aku sudah mengatakan Musang bantai maka segera bertindak.
"Siap Tuan Muda.
__ADS_1
"Kalian yang tugas menjadi snipers untuk bersiap siap sebentar lagi musang di halaman dan di dalam kafe akan di bantai.
"Siap Tuan Muda.
"Siap Tuan' Muda.
"Kak Gandi masuk. Kak Gandi masuk.
"Gandi Masuk Tuan Muda.
"Musang Bantai.
"Musang Bantai.
"Dengan senang hati Tuan Muda.
*****
Praaak.............!
"Ketika penjaga di halaman kafe sedang mengobrol karna posisi kafe yang sudah sedikit sepi. Tampak pintu pagar halaman itu di tendang dari luar dan kini halaman itu dimasuki oleh orang orang berbadan tegap.
''Bajingan kau........! Siapa kau. " Kata salah satu dari sepuluh penjaga sedangkan sisa nya sedang berlarian dari arah belakang kiri kanan halaman itu.
"Dor.......! Dor......! Dor.......!
"Serang bangsat bangsat ini." Satu pun jangan biarkan hidup." Teriak Gandi.
Seketika pertarungan di halaman itu pecah. Anggota Genk Kobra yang berada di dalam kafe pun berlompatan dan langsung berlari kearah keluar. Tetapi sebelum sampai berlari keluar mereka di hadang terlebih dahulu oleh sepuluh Macan Putih terlatih serta Azis dan Syamsul.
"Didalam Kobra Kafe orang orang yang sedang bersantai dan sekedar menikmati waktu luang nya berhamburan menyelamatkan diri dengan cara duduk di sudut ruangan dengan tangan di lipat keatas kepala.
Dalam berkecamuk perkelahian itu tampak Halimah dan Ariani langsung menyelinap ke lantai ruangan atas untuk segera menemui Gadis bernama Lia.
Setelah Halimah dan Ariani menyelinap naik ke atas. Fander pun langsung mengirim suara melalui interkom kepada tuan muda bahwa Halimah dan Ariani sudah berada di atas untuk membantai Bocil yang sedang bersama Lia.
"Harsya dan Galang beserta kedua pengawal ANUGRAH ZAHRA GROUP yaitu Maman dan Iwan langsung masuk kedalam Kobra Kafe dan menyusul Halimah serta Ariani.
Tidak lama Harsya dan Galang beserta Maman dan Iwan kupluk di lantai atas dan melihat Halimah sedang melindungi Ariani atas serangan beberapa Anggota Genk Kobra yang sedang berjaga di ruangan dimana Bocil sedang berdua dengan Lia.
"Wah.......! Wah.......! Ada angin apa sehingga kau mengantarkan nyawa mu sendiri kesini." Tegur salah satu suara dari arah belakang.
"Mereka berempat pun membalikan badan nya bersamaan. Seketika Galang pun mengepalkan tangannya dan tatapan mata mengarah kepada lelaki yang tadi menegur dari arah belakang.
"Cuih......! Bangsat kau. Dasar serigala berbulu Itik.....! Sergah Galang.
"Hahahaha." Anak singa bodoh seperti ayah nya juga bodoh.! Ledek Sugeng.
__ADS_1
"Kak......'' Maman dan Iwan hajar mereka jangan biarkan hidup satu orang pun." Titah Harsya.
"Kau yang bernama Sugeng? Aku ingin merasakan seperti nama besar mu di Anggota Genk Kobra Beracun." Kata Harsya segera memburu Sugeng.
"Pertarungan yang seimbang antara Harsya di bantu Galang Mega Ardana melawan Sugeng yang sudah kelelahan akibat bertarung dengan wanita penghibur pun pecah di ruangan lantai atas.
"Harsya dan Galang tampak seperti orang kesurupan memukul Sugeng tampa henti.
"Sudah tidak terhitung lagi jumlah pukulan yang bersarang di tubuh Sugeng membuat satu dari enam sahabat Cok Ben itu jatuh terjerembab mencium lantai ruangan atas.
"Sudah ini bagian ku.'' Kata Harsya mata nya menatap kearah Galang dengan kilatan berapi-api.
"Baik Tuan Muda....!
"Ayahhhhhhhhhh.....! Semoga kau tenang di Alam mu.! Kata Harsya sambil menginjak nginjak punggung Sugeng yang jatuh tertelungkup dan menarik rambutnya dengan keras hingga.......!
"Kraak.......!
Terdengar suara tulang patah disusul dengan tubuh Sugeng yang berkelojotan meregang nyawa.
Setelah itu Harsya langsung menyepak tubuh Sugeng dan mulai mengamuk menghajar siapa saja anak buah Dani Rustandi yang berada di dekat nya.
"Kak.........! Harsya.......! Sudah Sudah......! tenangkan amarah mu....! Ingat Ingat Kak...! Halimah memeluknya untuk meredakan emosi yang sedang meluap luap dari diri kekasih nya itu.
"Kak......! Maman dan Iwan serta Kak Galang dobrak pintu ruangan itu karna Bocil masih di dalam bersama Lia." Titah Ariani.
"Siap Nona Muda." Jawab mereka bertiga serentak.
"Braak......! Braak......! Braak......!
"Sepakan kaki kearah Pintu ruangan oleh tiga lelaki membuat pintu pun ambruk seketika.
"Bruuk.........!
Mereka bertiga masuk bersamaan seketika mata mereka membulat sambil menatap kearah gadis yang di bawa oleh Fander dan di susupkan untuk menggoda Bocil sedang duduk di kursi berpangku kaki tangan mengibas mengibas uang ke telinga nya.
Sedangkan Bocil tangan dan kaki nya terikat dengan mulut tertutup lakban.
"Kak......! Maman Iwan dan Galang bereskan orang ini. Aku tidak mau manusia berhati iblis ini masih hidup mengotori dunia ini saja. " Tegur Harsya dari Arah belakang.
"Dengan senang hati tuan muda." Kata Maman Tomat.
"Lia ayo kita keluar dan ke bawah bersama Ariani dan Halimah." Ajak Tuan Muda.
"Siap Tuan' Muda seraya keluar mengikuti dari arah belakang.
Bersambung.
__ADS_1