TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Rombongan Harsya Tiba Di Padepokan Cimande


__ADS_3

Satu.......... Hiat..........!!


"Dua......... Hap...........!!


"Tiga......... Praak.........!!


"Apakah kalian mengerti ilmu tingkat dasar." Ucap lelaki berusia 40 tahun sedang mengajarkan silat kepada anak anak dini di padepokan Cimande siang itu.


********* Sementara mobil mewah Toyota Alphard mulai memasuki gerbang padepokan yang bertuliskan Seni beladiri Cimande. Melaju dengan pelan dan berhenti tepat di samping beberapa motor yang terparkir.


Anak Anak yang sedang berlatih kini mata nya terpokus kepada mobil yang baru masuk ke halaman padepokan tersebut.


"Pak Guru ada mobil mewah masuk tuh." Tunjuk anak didiknya yang sedang belajar silat.


Lelaki setengah tua lantas membalikkan badannya. mengacuhkan perkataan dari anak didik nya yang bertanya.


"Hmmmmmmmm.! Mungkin tamu kepada Abah sepuh." Gumam lelaki yang di sebut guru itu.


Tak lama kemudian dalam mobil pun kini keluar dua wanita berusia 30 tahun di ikuti oleh tiga lelaki berusia berbeda.


"Tuan Muda mari kita masuk ke Aula madrasah biasanya Abah sepuh sedang berada di sana." Ajak Inah.


"Silahkan bi Inah duluan. Aku sama Paman Alex dan Mang Jaka mengikuti dari belakang." Jawab nya.


"Siap Tuan muda." Ucap Inah langsung berjalan kearah madrasah yang tidak jauh dari tempat mobil di parkir.


"Assalamualaikum. Sampurasun." Ucap Inah sudah berada di depan pintu Aula.


"WaallAikum Salam........ Rampes......." Jawab seorang wanita paruh baya di dalam Aula itu.


"Inah. Ineh.......... ! Kaget wanita paruh baya itu setelah setelah melihat orang yang mengucapkan salam itu, kedua murid terbaik padepokan Cimande waktu itu.

__ADS_1


"Umi. Sepuh....... Inah kangen ma Umi........! Iya Umi Ineh juga kangen ma Umi...... Seraya memeluk wanita paruh baya itu.


"Abah, ada Inah dan Ineh datang berkunjung ke padepokan ini." Teriak Umi memanggil suaminya yang berada di dalam Aula.


"Suruh masuk Umi bersama yang lainnya." Titah Abah Sepuh.


"Inah dan Ineh silahkan masuk dan ajak ketiga teman mu untuk bertemu dengan Abah." Titah Umi Sepuh.


"Siap Umi......... Ucap Inah dan Ineh.


"Aden Muda Harsya dan Tuan Alex serta Mang Jaka. Ayo kita masuk menemui Abah." Pinta Inah.


Mereka Bertiga hanya mengangguk berjalan masuk ke madrasah dimana Abah sepuh pemilik Padepokan Cimande sedang berada. Wanita paruh baya itu sedikit berkerut alis nya. Seakan akan pernah melihat pemuda yang di sebut Aden Muda Harsya oleh anak didiknya yaitu Inah.


"Abah sepuh Inah dan Ineh datang mengunjungi padepokan Cimande bersama majikan kami berdua." Ucap Inah setelah masuk dan mencium tangan gurunya yang sedari kecil di didik oleh nya.


Setelah Inah dan Ineh mencium tangan gurunya, diikuti oleh Mang Jaka dan Tuan Alex ikut mencium tangan lelaki paruh baya itu. Tiba tiba pas giliran pemuda berusia 20 tahun di saat sesudah mencium tangan nya. Abah sepuh langsung mencium kening serta membacakan doa kepada pemuda itu. Teras ada spesial dari diri pemuda tersebut di mata Abah sepuh.


"Anak muda apakah orang tua mu bernama Putri Zahra Kumalasari dan Ismail Abdullah.?" Tanya Abah sepuh setelah membacakan doa kepada pemuda yang di bawa Inah dan Ineh itu.


"Ab.... Aba.... Abah....... Bagaimana mengetahui nama kedua orang tua saya." Ucap Harsya terbata bata karna terkejut dan kaget saat itu.


"Alhamdulillah....... Akhirnya kau datang juga Cucuku." Ucap lelaki paruh Baya itu yang di sebut Abah.


"Bisakah Abah jelaskan dengan semua ini.'' Pinta Harsya penasaran.


"Anakku. Abah hanya dua kali bertemu dengan kedua orang tua mu. Tapi bantuan yang di berikan oleh mereka berdua melalui perusahaan Anugrah Zahra group tiap sebulan sekali rutin selalu Abah dapatkan untuk memajukan anak anak yang belajar ilmu agama dan beladiri di padepokan Cimande ini." Kata Abah terdiam sejenak lalu melanjutkan perkataannya lagi.


"Terakhir Abah Kedua Orang Tua mu berkunjung ke padepokan ini ketika kamu masih dalam kandungan ibu mu. Waktu itu Ismail berkata kepada Abah.


**********

__ADS_1


"Kak Maghribi, seandainya saya duluan bersama istri menghadap illahi Rabbi. Nanti bila takdir anakku meminta bantuan, sangat berharap Kak Maghribi membantu kesulitan dalam permasalahan yang sedang di hadapi oleh nya." Kata Ismail waktu itu.


"Hmmmmm. Umur itu tidak ada yang mengetahui. Jangan lah kau berbicara seolah-olah kamu akan berumur pendek." Jawab Maghribi.


"Kak........ Seandainya hehehehe.!! Kekeh Ismail garuk garuk kepalanya.


"Jangan lah kau berandai andai..........!! Adikku......!!


"Obrolan waktu itu cukup lama anakku, bersama kedua Orang Tua mu dan pertemuan terakhir Abah bersama Ismail dan Zahra yang notabene orang lain tidak terikat saudara. Tapi dengan kerendahan dan mempunyai harta yang melimpah dia berikan dan keluarkan harta itu kejalan yang benar, membantu beberapa pondok pesantren dan padepokan padepokan yang ada di Jawa Barat, Jawa tengah dan Jawa timur, serta beberapa padepokan dan pesantren di Bumi Pertiwi ini.


"Tepat sepuluh tahun kemudian tersirat kabar bahwa Kedua Orang Tua mu telah meninggal dengan sangat mengenaskan. Ada kabar dia di bunuh oleh orang orang berbaju hitam berlambang ular kobra. Beberapa murid padepokan Cimande waktu itu ingin membalas dendam dengan kematian kedua Orang Tua mu. Tapi Abah tolak karna waktu Abah bermimpi bertemu dengan Ismail. Bahwa suatu saat anaknya akan datang meminta bantuan harap. Kak Maghribi membantunya." Kata Abah Sepuh menjelaskan semuanya kepada Harsya dan yang hadir di Aula madrasah siang itu.


Mendengar penjelasan yang di bicarakan oleh Abah Sepuh. Membuat Harsya dan Alex terkejut dan Air mata pun mengalir dari kelopak mata indah pemuda itu. Dia hanya bisa terisak dalam tangis nya. Sungguh di luar dugaan kunjungan yang tadi nya hanya berniat silaturahmi. Membawa pemuda itu dalam keterkejutan tentang sosok ayahnya yang begitu banyak misteri dan rahasia yang belum terbuka.


Ketika rasa haru menyelimuti di padepokan Cimande tepatnya di Aula madrasah itu. Tiba Tiba suara ponsel milik pemuda itu berdering dan memekakkan telinga mereka yang ada di Aula itu.


"Kriiiiing''...............!


"Kriiiiing''...............!


"Kriiiiing''..............!


"Abah Sepuh dan yang lainnya mohon maap saya angkat telepon dahulu." Ucap Harsya dengan suara serak.


"Silahkan Cucuku." Jawab Abah di angguki oleh yang lainnya.


Harsya pun langsung mengusap layar ponsel dari bawah keatas dan mulai menempelkan ponsel nya ke telinga dengan berkata.


"Halo.


"Tsubasa. Ad informasi terbaru apakah yang akan kau sampaikan kepada saya.?" Tanya Harsya menjawab telepon masuk.

__ADS_1


"Tuan Muda. Saya saat ini bersama dengan Tuan Riyan bersama Ken dan Rex sudah berada di kediaman saya. dan kemungkinan sore ini mister Kong Kong dan kedua sahabatnya akan melakukan interogasi kepada Tuan Ucok dan Beni. Apakah saya segera bergerak atau menunggu mereka bertiga mengintrogasi Ucok dan Beni.? Tanya Tsubasa.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya


__ADS_2