
Brow.! Gue mau tanya. Untuk saat ini apakah hanya meminta perekrutan anggota macan putih saja. Dari pihak musuh. Untuk memperkuat Genk Kelalawar Hitam, atau ada permintaan yang lain.?" Tanya Harsya di obrolan mereka berdua.
"Selain meminta untuk merekrut anggota macan putih. Dua gadis anak dedengkot petinggi Genk Kobra Beracun juga, meminta gue dan Dirga untuk masuk dalam interen perusahaan KOBRA COMPANY GRUP dan mematahkan beberapa proyek dari perusahaan mu brow." Kata Riyan sahabatnya.
"Hmmmmmm. Menarik.! Terus loe tahu kedatangan Simon dan Kong Kong serta Naga Saki Sempur yang sudah membawa dua Mapia kejam dari negri Singapura tidak.?" Tanya Harsya.
"Kalau ketiga petinggi perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP sudah berada di negara kita. Tapi kalau dua Mapia yang akan membantu mereka, belum sampai ke negara kita. Rencana mereka akan segera tiba pada pukul empat sore menuju bandara Kulonprogo Yogyakarta. Kenapa tidak mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta, alasannya satu untuk mengelabuhi pihak kita." Kata Riyan menjelaskan panjang lebar semua informasi yang di dapat nya.
"Terima Kasih Riyan informasi nya. Loe dan Dirga bersama dua sahabat ku Indah dan Dewi harus berhati hati. Bila nanti terjadi pergerakan dari pihak kita, loe harus pergi sejauh mungkin bersama yang lainnya." Kata Harsya mengingatkan.
"Mak... Maksud loe bagaimana. Gue belum paham.?" Tanya Riyan terbata bata.
"Nanti juga loe sendiri akan tahu. Yang penting di saat pergerakan itu terjadi. Loe harus segera keluar dari pihak Kobra company group. Paham nggak.?" Tanya Harsya dengan sorot mata yang tajam.
"Baik....... Baiklah. Gue paham dan mengikuti ucapan mu." Kata Riyan pasrah.!
Rencana apa yang akan di lakukan oleh Harsya, aku curiga Ia akan mengorbankan dirinya dengan cara melawan seorang diri." Kata Riyan dalam hati bergejolak.
"Riyan loe tak usah berpikir macam macam.! Aku tidak akan gegabah dan menyerang secara sendirian." Kata Harsya melihat sahabatnya sedang termenung dan berpikir.
"Ehk. Iya. Itu. Ahk, Gue menghawatirkan loe. Takut nya loe sendiri yang akan melawan pihak musuh sendirian." Jawab Riyan terbata bata.
"Thank You. Tapi aku punya rencana lainnya untuk mereka yang berani menyenggol perusahaan dan orang orang ku." Kata Harsya.
"Ok. Aku sebagai sahabat mu. Sangat menghawatirkan. Tapi bila loe jadi majikan ku. Aku tidak bisa berbuat apa apa.! Maka dengan pertemuan ini kita sebagai sahabat. Sedikitnya boleh kali Gue mengetahui bocoran tentang rencana yang akan di jalankan." Pinta Riyan dengan senyuman.
"Hahahaha.! Kaya nomor togel aja. Loe ada istilah bocoran segala." Kata Harsya dengan tertawa lepas.
"Sue. Loe.! Sergah Riyan.!
"Hahahahaha.!! Sini gue bisikin ke telinga loe." Ucap Harsya.
Riyan pun langsung mendengarkan bisikan dari sahabatnya, tanpa menyela dan manggut manggut saja.!
__ADS_1
"Gue harap. Loe menjaga rahasia tentang rencana yang akan gue jalani untuk mengikis beberapa musuh musuh yang sudah berada di negara kita." Kata Harsya mengingatkan kepada sahabatnya.!
"Siap. Jadi kapan akan di mulai nya rencana.?" Tanya Riyan.
"Ketika dua Mapia itu datang ke negara kita. Loe harus segera memberikan informasi informasi yang akurat agar gue dan orang orang terlatih bisa membantai satu persatu." Kata Harsya.
"Ok. Brow. Loe santai tinggal siapkan saja mental dan ilmu mu. Hahahahaha. Tawa lepas Riyan sahabatnya.!!
Tak terasa obrolan mereka berdua lumayan cukup lama. Akhirnya Harsya dan Riyan pun berpisah satu sama lain.
****
Di salah satu kediaman rumah Direktur KOBRA COMPANY GRUP. Tuan Jhon Koplak sedang termenung seorang diri. Apakah menuruti keiinginan dari pihak anak buah Tuan Muda Harsya untuk menjadi mata dan telinga nya atau kah mengacuhkan nya. Tapi bila dirinya tidak menuruti keinginan dan perintah dari Galang yang notabene adalah kaki tangan Harsya. Maka anak dan istrinya akan Di bunuh.
#Plasbackon#
Malam itu kepulangan Jhon koplak ke rumahnya sudah menjadi target anggota macan putih yang di berikan informasi dari Ken dan Rex.
Di dalam mobil tersebut turun beberapa orang berbadan besar dan berotot menghampiri pos satpam penjaga pintu masuk perumahan. Pos satpam tersebut sebelumnya sudah di beri pengertian oleh Ken dan Rex untuk bekerjasama menangkap salah satu penghuni rumah mewah yang bernama Tuan Jhon Koplak. Atas ijin dan perintah dari pihak kepolisian yang di komandoi oleh Brigadir Anton Sideka. Satpam tersebut menyutujui nya.
Gandi. Galang dan Fander serta Ujang Suparman dan sepuluh Matih telah berada di perumahan elit untuk segera menyergap dan membawa Direktur KOBRA COMPANY GRUP ke markas tahanan perusahaan milik Harsya.
"Tuan Ujang sesuai arahan dari Tuan muda. Sepuluh Matih dan anda sendiri segera bergerak untuk melumpuhkan para pengawal yang sedang berjaga di kediaman Jhon koplak." Titah Gandi.
"Siap. Tuan Gandi.!!
"Ken dan Rex. Segera bersiap. Bila ada yang melarikan diri segera tembak. Itu sudah menjadi tugas mu." Kata Gandi.
"Kami berdua menerima perintah dari anda Tuan." Jawab Ken dan Rex bersamaan.
"Sementara sisanya. Fander dan Galang. Untuk menyekap anak dan istrinya Jhon Koplak. Ayo kita mulai bergerak." Ajak Gandi.
Pukul 02:00 Dini hari. Mereka semua bergerak bagaikan ninja yang terlihat bayangan hitam saja. Di tambah suasana yang begitu sangat hening tanpa ada orang yang sedang meronda atau pun sekedar bergadang di malam itu.
__ADS_1
"Ketua Macan Putih dan para Matih dengan pengalaman dan kecepatan dalam menyelinap serta membaur kedalam lokasi sudah terlihat saat mereka sudah masuk ke kediaman rumah mewah Jhon Koplak entah bagaimana cara nya.
"Puukh.............
"Bughk............
"Braakh.............
"Wadaw............
"Wuzzzzzzzzzzz.!!
Terdengar dengan jelas oleh Gandi dan Galang serta Fander dari arah luar gerbang masuk rumah Jhon koplak.
"Matih sembilan. Buka gerbang pagar nya. Agar mereka bertiga masuk." Titah Ujang Suparman.
"Baik Ketua.!
Sementara. Jhon koplak dan istri serta anak anaknya, tertidur lelap tanpa menyadari ada masalah yang terjadi di area halaman rumahnya.
"Hanya enam orang penjaga di rumah itu sudah di lumpuhkan oleh Ketua Macan Putih dan Para Matih. Gandi dan kedua petinggi Macan putih langsung masuk ke rumah mewah tersebut.
"Ini terlalu mudah ketua. Tidak ada tantangan sedikit pun." Kata Matih lima seraya mengikat para penjaga rumah tersebut.
"Cepetan ikat. Jangan banyak bicara dan bawa ke markas tahanan kita." Jawab Ujang Suparman.
"Siap. Ketua.! Perintah dari anda akan di laksanakan." Kekeh Matih lima yang mempunyai gaya humor.
Sementara di dalam kamar khusus pasangan suami Istri Jhon Koplak yang sedang tertidur. Ketika di bangunkan oleh Gandi dan Fander, tidak ada perlawanan yang berarti. Mereka mengikuti Arahan dari Gandi dan Fander, agar nyawa nya selamat.
Begitu juga dengan Galang yang sedang membangun kan anak nya Jhon koplak. Tidak berontak sama sekali. Karna kepala nya di todong oleh sebuah senjata api.
Bersambung.
__ADS_1