TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Keputusan yang sulit untuk di ambil


__ADS_3

"Halo.......! Kata Riyan menjawab telepon masuk ke dalam ponselnya.


"Kak....! Riyan saya Fatimah!


"Ehk.....! Iya Fatimah ada Apakah menelepon kakak" Tanya Riyan sedikit kaget.


"Sekedar mau menanyakan Apakah Kak Riyan sudah mendaptarkan sekolah' Fatimah bersama adik adik kak, Syamsul'' tanya Halimah...!


"Sudah Fatimah malahan hari Senin sudah masuk kelas bersama Susi dan Irma " kata Riyan memberi tahukan kepada penelepon yang berada di sebrang sana.


"Terima kasih kak' Fatimah tutup ya telepon nya silahkan Kaka sibuk di sana" jawab Fatimah.


"Iya....! jawab Riyan seraya menutup telepon yang sudah di tutup duluan oleh Fatimah.


"Ayo sayang.....! kita pulang ajak Riyan kepada Dewi setelah selesai telepon bersama Fatimah.


"Mau kemana Kak " tanya Dewi yang melongo saja Tampa beranjak ajakan dari Riyan kekasihnya.


"Kita ke mall City " balas Riyan.


"Sue loe Riyan ajak ajak lah gue" timpal Azis


" Yaa udah semua boleh ikut kok...'' sahut Riyan kepada mereka berempat.


"Emang mau ngapain ke mall'' tanya Indah yang penasaran karna tiba tiba kekasih sahabatnya mengajak ke mall.


"Gue ke mall mau beli peralatan sekolah untuk Fatimah dan kedua adik nya Syamsul karna hari Senin mereka bertiga sudah masuk sekolah'' kata Riyan menjelaskan semua nya kepada mereka yang jiwa penasaran nya meronta ronta.


"Bilang dong dari tadi! Sungut Dirga tidak usah berbelit belit....,!


"Riyan cuma nyengir menanggapi kekesalan anak dari Tuan Alex Asisten Tuan Besar Abdullah.


"Kemon...." lest's go' " kata Azis


"Mon...." go' lest' s " jawab mereka serentak.


*


*


"Pemuda tampan yang bernama Harsya pun terlelap dalam tidur nya di dalam mobil yang sedang menuju ke Mansion Tuan besar Suhardi yang di antar langsung oleh Manajer kafe bintang.


"Mobil pun berhenti tepat di halaman Mansion mewah dan terparkir berjejer dengan mobil Toyota Alphard yang sedang terparkir di halaman tersebut.

__ADS_1


"Beberapa para penjaga pun berdatangan untuk sekedar membuka kan pintu mobil tersebut.


"Tuan' muda kita sudah sampai sambil menepuk nepuk pundak sebelah kanan.


"Harsya pun membuka mata nya sambil mengucek ngucek mata nya dan berkata.


"Pak Manajer maap ketiduran! kata Harsya yang belum pulih seluruhnya.


"Ahk.....! Tuan muda tidak harus meminta maap'' balas hormat Manajer tersebut.


"Pintu mobil pun terbuka oleh pengawal yang berjaga di halaman Mansion milik paman Suhardi.


'' Harsya pun menjulurkan kaki nya dan keluar dari mobil tersebut. Dan di sambut oleh para pengawal nya.


"Selamat datang Tuan muda Harsya.


"Terima kasih paman paman" jawab Harsya lembut.


"Mari Tuan muda'' kata Manajer mempersilahkan untuk masuk ke Mansion majikan Nya.


"Saat tiba di pintu masuk Mansion Tuan muda pun sudah di sambut oleh dua keluarga yaitu Elisabeth bersama tiga anak nya dan Paman Suhardi bersama anak dan Istrinya.


"Paman Suhardi bibi Suhardi dan Oma Elisabeth salam hormat dari Harsya' seraya membungkuk hormat kepada mereka yang hadir di Mansion Suhardi.


"Baik' Paman'' balas Harsya singkat.


"Setelah sampai di ruangan kerja dan sembari duduk bersama mereka yang sedangkan Manajer yang tadi mengantarkan Tuan muda Harsya pun sudah kembali lagi ke Kafe bintang.


"Kak.....! Rijki kemana Paman'' tanya Harsya di sela obrolan nya.


"Rijki Fadilah bersama Billy dan Anita sedang berada di Kota Jogja Nak Harsya'' jawab Paman Suhardi.


''Kapan mereka kembali ke Jakarta " tanya kembali kepada Paman Suhardi.


"Mungkin sekitar esok hari Nak" balas Suhardi.


"Harsya hanya manggut manggut dan dalam hatinya mungkin sedang bernegosiasi bersama Dion dan Ardi tikus kantor XFRES GROUP.


"Kak....! Galang nanti malam ikut ya' ada sesuatu hal yang harus kita bahas bersama para sahabat dan rekan rekan perusahaan Anugrah Zahra group dan XFRES GROUP bersama Fander'' ajak Harsya kepada anak pertama Elisabeth.


"Baik' Tuan muda" jawab Galang bersemangat.


" hmmmmmmmmm'' Oma sama Paman Suhardi gak di ajak nie' goda Elisabeth.

__ADS_1


"Oma sama Paman''dan bibi Suhardi duduk aja di rumah waktu nya istrahat'' biarkan yang muda yang bekerja'' yang tua cukup berdoa saja" kekeh Harsya....!


"Betul itu ayah apa yang dikatakan oleh kak' Harsya'' timpal Ariani.


"Duh.....' ini bocah ikut ikutan aja'' ngomporin ' Nak Harsya'' kekeh ayah nya sambil cekikikan.


"Begini Paman dan Oma ada hal yang besar yang harus saya kerjakan untuk mengikis kekuatan dari Genk Kobra beracun'' Harsya pun menjelaskan semua nya tentang tadi obrolan bersama Ucok dan Beni di Kafe bintang, kepergian Ucok dan Beni bersama Dani Rustandi dan ketua Gareng ke Jepang untuk perjalanan bisnis nya.


"Malam ini jam delapan akan saya bahas dalam pertemuan dua pengawal perusahaan besar di markas besar XFRES GROUP. Kata Harsya menjelaskan semua nya kepada mereka yang hadir di ruangan keluarga milik Suhardi.


"Coba bayangkan oleh paman dan Oma Elisabeth seandainya kita tidak mengikis kekuatan dari Genk kobra yang sedang pincang sebelah karna kepergian selama seminggu dan saat mereka kembali membawa pasukan dari Naga Saki Sempur, mister Kong Kong dan Tuan Simon. Bukan GELORA BUANA GRUP saja yang akan menjadi target mereka tetapi Anugrah Zahra group dan XFRES GROUP juga akan hancur bila kekuatan dari mereka bertiga bergabung.


"Ngeri.......! Sungguh.....! Ngeri' jawab Suhardi.


"Jadi untuk mengikis kekuatan dari Genk Kobra bagaimana cara nya. Cucuku ' tanya Elisabeth.


"Nanti Malam Oma akan Harsya' bahas' kata Harsya.


"Oma hanya bisa memberi doa semoga semua cepat berlalu'' tutur Oma Elisabeth.


"Amiin" kata mereka serentak.


"Suhardi Apakah sebaiknya kita obrolkan sekarang kepada Tuan muda'' tanya Elisabeth.


"Silahkan" Nyonya balas Suhardi


"Ada apa Oma dan paman? tanya Harsya.


"Cucuku.....! Oma Ingin menggabungkan perusahaan GELORA BUANA GRUP dan mengalihkan mayoritas milik Ismail 80% kepada Anugrah Zahra group


"Bagai kan di sambar petir di siang bolong' yang barusan di dengar oleh telinga Tuan muda Harsya.


"Apa...............! Kaget Harsya,''


"Nak Harsya'' GELORA BUANA GRUP adalah perusahaan milik Elisabeth tapi saham yang ada di perusahaan tersebut milik ayahmu....! Saat itu GELORA BUANA GRUP sedang krisis keuangan dan hampir bangkrut atas bantuan dari Ismail Abdullah melalui paman untuk mengucur kan dana kepada perusahaan milik Elisabeth, walaupun ayahmu Tampa meminta syarat apa pun dari Elisabeth. Tapi bila suatu saat perusahaan Anugrah Zahra group sudah di pegang oleh dirimu. Untuk melindungi monopoli orang orang curang di perusahaan sebaiknya di gabungkan saja..! Tapi keputusan ada di Elisabeth dan ketiga putra putri nya.


"Setelah Nyonya Elisabeth berdiskusi bersama ketiga anaknya dan mereka pun setuju maka Paman memanggilmu kesini untuk segera memberi tahukan kepada mu'. Kata Suhardi panjang lebar.


"Harsya diam tak menjawab lagi lagi dia kaget dengan semua yang dia jalani terlalu banyak misteri yang dia dapatkan dari sosok seorang ayah....!


''Kali ini keputihan yang sulit dia ambil.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2