
"Sementara di tempat yang lumayan jauh dari kota Besar Jakarta tepat nya di jalan yang menuju arah pesisir pantai selatan Sindang Barang dua sahabat yang sejak kecil tidak pernah terpisah bersama dua wanita yang menjadi pelayan di Mansion milik Tuan muda Harsya, sedang berada di Masjid Al ma'mur giri jaya Cibinong Cianjur sekedar beristirahat dan melaksanakan ibadah solat duhur, karna terdengar suara adzan duhur berkumandang tepat ketika mereka berempat sedang bersantai menunggu kedatangan orang orang GELORA BUANA GRUP untuk memberi tahukan kepada anggota Genk Kobra beracun.
"Setelah mereka berempat selesai melaksanakan kewajiban nya ketika mereka berempat melangkah berjalan menuju pintu keluar masjid tiba tiba ponsel milik Ucok pun bergetar tanda pesan chat masuk.
"Dret.......! Dret......! "Dret......!
"Ucok pun merogoh ponsel nya yang di simpan dalam saku celana seraya berjalan membuka ponsel dan membuka pesan chat masuk yang dari Syamsul.
"Tuan' mereka akan tiba sekitar 2 jam lagi menuju lokasi sebaiknya Tuan segera meluncur ke lokasi dimana tahanan ini di sekap!
"Ucok pun langsung membalas nya dengan cepat
"Baiklah saya berangkat sekarang!
"Ben, dan kalian berdua nona nona cantik segera kita berangkat dan bersiap siap untuk segera membebaskan dua tahanan yang di sekap di vila tersebut sebelum pertumpahan darah antara Genk Kobra dan Orang orang GELORA BUANA GRUP.
"Mereka berempat pun mulai menaiki mobil mewah Marcedez Benz yang sudah di modifikasi dan berjalan keluar dari halaman masjid berbelok kearah jalan raya Sindang barang Cianjur mengikuti arah serlock sesuai yang di berikan oleh Syamsul....!
"Beni yang pokus dengan kemudi nya sedang Ucok sibuk dengan ponsel nya mengirim informasi kepada Ketua Genk Kobra atau pun kepada Tuan Besar Dani Rustandi, sedang dua wanita yang duduk di belakang mereka berdua hanya bisa melihat ke kiri dan kanan jalan.
"Cok sebaiknya di telepon saja posisi Dani Rustandi sampai mana mana nya" Beni memberi saran dari pada harus di ketik tidak terlalu jelas.
"Baiklah' balas Ucok singkat.
"Ucok pun menoleh kearah belakang untuk diam sementara waktu karna mau nelepon seseorang.
"Mereka berdua mengangguk.
"Tut........! "Tut.........! "Tut..........!
"Ucok........! ada informasi terbaru apa" jawab seseorang yang menjawab teleponnya.
__ADS_1
"Tuan Besar saya sudah berjalan lagi menuju titik lokasi kira kira tuan besar bersama yang lainnya sudah sampai mana" tanya Ucok dari sambungan telepon nya.
"Ucok saya sudah berada di jalan pesisir pantai selatan Sindang barang kalau lihat dari serlock sekitar 2 jam saya akan nyampe sesuai serlock yang di berikan.! kata Dani Rustandi
"Baiklah Tuan Besar nanti saya akan kirim serlock terbaru setelah satu kilometer mendekati lokasi gudang tahanan tepat dimana mereka bertiga di tahan.! kata Ucok memberi tahukan kepada Dani.
"Baik' Cok saya tunggu serlock terbarunya dan informasi kepada saya posisi berapa orang yang berjaga di tempat anakku dan kedua anak Elisabeth di tahan" kata Dani dalam sambungan telepon nya.
"Siap.! Tuan Besar kalau begitu saya tutup teleponnya.
**
"Sementara di kediaman Tuan muda Harsya tepat nya sebelum Tuan muda bersama para pengawal nya bertarung dengan anggota Genk kobra di Markas Besar Genk Kobra.
"Obrolan panjang antara Elisabeth dengan Suhardi memberikan dua kesepakatan dalam obrolan mereka berdua.
"Nyonya Elisabeth apakah kau serius dengan perkataan mu barusan,' Tanya Suhardi.
"Nyonya terus bagaimana dengan kedua anak anak mu" tanya Suhardi yang masih tidak percaya dengan keputusan dari Elisabeth tentang perusahaan nya akan di berikan kepada pemilik aslinya yaitu Tuan Ismail Abdullah yang tak lain akan di berikan kepada Tuan muda Harsya sebesar 75% saham nya, sedangkan 25 % saham nya milik Elisabeth.
"Untuk kedua putra putri saya tidak di permasalahkan untuk perusahaan GELORA BUANA GRUP karna saya sudah memberitahu kan kepada mereka berdua bahwa perusahaan yang di miliki hanya sekedar menjalankan nya saja sama halnya dengan anda Suhardi.! Tapi......! Elisabeth terdiam membuat penasaran Suhardi.
"Tapi kenapa" Tanya Suhardi, penasaran.
"Saya sudah berjanji pada anak tiri saya yaitu Lestari Ardana untuk memberi 20% saham GELORA BUANA GRUP seandainya saya meninggal' lirih Elisabeth tertunduk.
"Baik" Nyonya saya mengerti sebaiknya untuk masalah perusahaan kita akan bahas nanti setelah Tuan muda Harsya berhasil menyelamatkan Fander dan Cok Ben berhasil membawa Galang Mega Ardana serta Clarissa" kata Suhardi.
"Elisabeth hanya mengangguk!
**
__ADS_1
Kafe bintang tepat nya di Kebayoran baru dua orang pemuda bersama tiga gadis cantik sedang bersenda gurau dengan obrolan receh nya.
"Dewi......! pacar loe kemana kata nya mau datang tapi sampai saat ini belum juga datang" tanya Hani.
"Tadi nya emang dia mau datang dan gabung bersama kita kita, tapi tiba tiba dia di telepon oleh kak Harsya untuk di suruh menghadap" jawab Dewi sambil mengocek ngocek air yang ada di dalam gelas...!
"Emang di suruh menghadap kenapa" tanya Dirga penasaran, dan Azis juga mulai menatap kearah Dewi karna rasa penasaran nya, wajar jika Azis dan Dirga penasaran karna tugas mereka berdua yang harus ada di samping Tuan muda Harsya.
"Kata kak....! Riyan doa kan saja agar hari ini terbalas sudah dendamnya.
"Semua orang hanya bergeming diam tidak mengerti di saat semua orang bisu tiba tiba Indah berkata.....!
"Dewi apakah mungkin Kak Riyan membalas dendam atas insiden yang dulu di pukuli hampir mati oleh anggota Genk Kobra atas suruhan mantan kekasih nya yaitu Citra dan ketua genk kobra cabang bogor yang bernama Jhonny itu," tanya Indah kepada Dewi.
"Betul Indah......! hari ini kata Riyan bahwa Tuan muda Harsya mengajak untuk balas dendam sekaligus membebaskan Asisten dari Nyonya Elisabeth" kata Dewi.
"Dewi.......! apakah kau tau dimana Riyan membalas dendam kepada mantan kekasih nya "Tanya Dirga yang sudah keluar keringat pasi nya sama halnya dengan Azis.
"Di markas besar Genk Kobra Beracun kak Dirga.....!
"Terima kasih dewi, atas informasinya dan kalian bertiga dan Azis loe mau ikut atau tunggu di sini" tanya Dirga kepada yang duduk di meja tersebut.
Mereka bergeming tidak menjawab ajakan dari Dirga sehingga membuat nya kesel dan Dirga pun laru berjalan kearah keluar menuju parkiran dimana mobil nya terparkir.
"Aduh........! Celaka kalau sampai gue nggak ikut kata Azis yang sudah tersadar dengan cepat berlari kearah pintu keluar.....! di susul oleh tiga gadis cantik sambil ikut berlari...!
"Dirga......! gue ikut....! teriak Azis yang melihat Dirga sudah berada dalam mobil nya.
"Cepet lelet amat kalau sampai terjadi kenapa kenapa terhadap Tuan muda akan gue bunuh kau....! ancam Dirga.
"Cepet buruan jangan ngoceh Mulu....! perasaan gue tidak enak, mobil pun melesat cepat, walaupun mendengar teriakan tiga gadis tersebut tapi dia acuhkan begitu saja.!
__ADS_1
bersambung