TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Penyerangan di mulai


__ADS_3

Target..........! telah tiba.....! Tuan." Kata Fander terlihat dari teropong.


"Ken.....! Lihat di luar Bangunan Kobra kafe ada berapa Anggota Genk Kobra. "Titah Tuan muda.


"Baik.....! Tuan Muda


"Rex.....! Pantau di halaman....! Titah Harsya


"Siap....! Tuan Muda.


"Lapor....! Tuan muda di luar bangunan ada sekitar 20 orang." Kata Ken


"Kak Maman Tomat masuk. Kak Maman Tomat masuk.


"Maman Tomat di sini Tuan muda.


Perhatikan pergerakan target yang ada di luar bangunan. Tugas kamu bersama Iwan kupluk dan Galang Mega Ardana setelah saya bilang musang bantai langsung bergerak bersama sama dan lumpuhkan.


"Siap Tuan' muda.


"Kak Gandi masuk. Kak Gandi masuk.


"Gandi disini. Gandi disini.


"Jaga komunikasi dengan Macan putih. Jangan melakukan penyerangan sebelum memastikan anak buah paman Anton Sideka sudah bersama saya.


"Gandi mendengar perintah Tuan muda.


"Halimah, Ariani siapkan diri anda. Untuk membawa Lia untuk menggoda Bocil yang sudah berada di dalam Kobra kafe.


"Halimah dan Ariani siap Kak. Semua persiapan sudah di ada di Lia.


"Apakah serbuk obat tidur sudah dibawa oleh Lia.


"Sudah Kak. paket komplit.


"Bagus lakukan sesuai rencana.


"Azis dan Syamsul masuk. Azis dan Syamsul masuk.


"Tuan muda kami disini. Tuan muda kami disini.


"Persiapan diri kalian di saat Halimah dan Ariani membawa Lia masuk. Untuk segera bersiap bersiap.


"Siap Tuan' Muda.


"Siap Tuan' Muda.


Pembicaraan melalui interkom itu berakhir. dan mereka yang terlibat dalam misi sudah siap dalam posisi masing-masing.


Seorang pemuda tampak keluar dari ruangan bangunan sebelah dan buru buru menuruni tangga di ikuti oleh satu pemuda lainya dari belakang.


"Kalian siap?


"Kami siap tuan muda."


"Bagus kita akan mulai tidak lama lagi.


"Riyan dan Dirga bersiaplah ? Kita akan keluar tidak lama lagi.


"Baik. Tuan muda."


"Halimah, Ariani segera bawa Lia menuju dalam kafe sekarang. Matikan interkom nya. Fander Ken dan Rex akan terus memantau dari bangunan sebelah.


"Baik Kak.

__ADS_1


"Baik Kak.


"Fander, Ken dan Rex korban masuk segera pantau.


"Siap Tuan' Muda.


"Siap Tuan' Muda.


"Kak Maman Tomat bersiap siap.


"Kak Maman Tomat bersiap siap.


"Maman sudah siap.


"Maman sudah siap.


"Tuan muda korban dan tersangka sudah masuk kelantai atas.


"Fander terus pantau posisi Halimah dan Ariani yang di dalam Kobra kafe.


"Siap Tuan' Muda.


"Ken posisi di luar bangunan pantau sebentar lagi musang siap di bantai.


"Baik Tuan muda.


"Rex di halaman Kobra kafe berapa orang terlihat.


"Dua puluh Tuan Muda.


"Kak Maman musang bantai


"Kak Maman musang bantai.


"Dengan senang hati Tuan muda.


"Baik Tuan Muda."


"Syamsul Azis segera masuk ke dalam Kobra kafe.


''Gandi siapkan sepuluh Macan Putih melindungi Syamsul dan Azis


"Dirga dan Riyan serta Gandi siap siap untuk musang di bantai di halaman Kafe Kobra.


"Siap Tuan' Muda.


Sementara di luar halaman bangunan Kobra kafe, Dua puluh Anggota Genk kobra yang sedang bersantai-santai. Seketika mendapatkan serangan yang tidak terduga dari orang orang yang mengenakan pakaian preman dan tiga orang pakaian berdasi membuat para Anggota Genk Kobra hanya bisa pasrah dan melawan dengan tangan kosong.


"Kau......! Berani sekali datang kemari bertiga....Hai kalian semua serang. " Kata satu suara dari mereka yang ada di sana.


"Hei...........! Tunggu.....! Tegur Maman tomat kepada salah satu Anggota Genk kobra yang berbicara dan memerintahkan untuk segera menyerang.


"Iwan. Loe mau berapa orang membantai musang musang lembek ini. " Kekeh Maman Tomat.


Hahahaha. " Gue dua puluh....! Loe sama Galang sisa nya. " Ledek Iwan kepada Para Anggota Genk Kobra yang sudah siap siap memasang kuda kuda.


"Sialan.....!.....! Sergah Maman Tomat...." Langsung maju menghajar Anggota Genk Kobra yang tepat berada di hadapannya.


"Bugh.........!


"Bugh..........!


"Wadaw........! Setan alas.....! Kata dua lelaki terkena pukulan dari Maman Tomat.


"Sialan kau kunyuk...! Kata salah satu suara dari anggota Genk Kobra.

__ADS_1


"Seketika Anggota yang berjaga di luar bangunan Kobra kafe pecah berkelahi bersama tiga orang suruhan Tuan Muda Harsya.


"Paaaagh......! Suara sepakan mendarat dengan telak di tengkuk Anggota Genk Kobra itu sehingga lelaki yang terkena sepakan itu terhuyung huyung ke lantai aspal di luar bangunan tinggi itu.


"Bangsat Kau.....! Telah mencelakai Temanku. Ku bunuh kau." Kata temannya mengeluarkan pisau yang ada di pinggang nya.


"Hus..............! Dor..........! Belum sempat Teman menggunakan senjatanya yang tadi menerima sepakan Maman Tomat. dari kejauhan satu peluru meleset tepat di kening nya.


"Galang, Iwan kupluk segera selesaikan musang musang lembek ini.'' Titah Maman Tomat.


Galang yang tadi hanya berdiam diri saja Tampa bicara dan Tampa bertingkah kini dia memperlihatkan taring nya sebagai putra dari Khabil Ardana yang begitu kejam.


"Kalian telah melakukan kesalahan karna pernah menyekap saya dan ikut membantu membunuh Orang Tua saya yaitu Khabil Ardana.


"Bugh........!


"Plak..........!


"Hiat.............!


"Wadaw.........!


"Uts...............!


Hanya dengan amukan dari Galang Mega Ardana saja sudah membuat lima diantara delapan orang mengeroyok terjengkang di pinggul aspal rerumputan.


"Melihat amukan dari Galang. Iwan pun tidak mau ketinggalan.


Pertarungan kembali pecah bersama Maman Tomat, Galang dan Iwan melawan sisa dari yang 9 orang yang sudah di lumpuhkan.


Sementara di ujung jalan dari arah barat berlarian dengan begitu cepat bagaikan seorang pelari kelas dunia seraya satu tangan memegang pistol satu lagi memegang interkom sambil berkata.


"Musang bantai.......!


"Musang bantai.......!


"Musang bantai.......!


"Dengan senang hati Tuan Muda.


"Dengan senang hati Tuan Muda.


Setelah mendengar jawaban dari interkom dan terdengar sudah siap membantai. pemuda yang di sebut tuan muda menghampiri tiga orang suruhan nya sedang berkelahi di luar bangunan Kobra kafe.


"Kak Maman apakah Kak Galang sudah menjadi singa. Sehingga begitu buas dan sadis? Tanya Harsya sambil menyeringai.


"Ayahnya kan Singa Tuan Muda. Apakah anaknya akan berubah menjadi ayam? Tanya Maman Tomat seraya tertawa.


"Mengerikan....! Sangat mengerikan sekali Kak. Sambil memperhatikan Galang amukan Galang kepada para Anggota Genk Kobra beracun.


"Kalian.......! Telah berani membantu membunuh ayahku...! Aku kirim ke neraka." Kata Galang dengan tatapan mata berkilat kilat.


"Dor.......'' Dor........" Dor........" Suara tembakan dari kejauhan membereskan sisa Anggota Genk Kobra yang ada di luar bangunan tersebut.


Pemuda bernama Harsya dan mereka bertiga pun lalu menatap datang nya suara tembakan itu dan seketika mereka pun tersenyum seraya berkata.


"Paman Anton Sideka.....! Sapa Tuan Muda Harsya.


"Tuan Muda sisa nya biar jadi urusan saya....! Jawab Anton Sideka.


"Terima Kasih Paman kalau begitu saya akan segera masuk ke halaman Kobra kafe." Kata Harsya.


"Silahkan Tuan Muda Anak buah Paman memantau dari kejauhan." Kata Anton Sideka.


"Harsya mengangguk dan berkata kepada mereka bertiga Maman Tomat, Iwan kupluk serta Galang segera masuk ke halaman dan dalam kafe.

__ADS_1


Sementara kita tengok posisi Halimah Ariani dan Gadis pemandu lagu. Bersama yang lainnya untuk membantai musang yang ada di halaman dan dalam Kobra kafe.


Bersambung.


__ADS_2