
Mengunjungi rumah sahabat
Setelah obrolan panjang mereka bertiga serta Abah dan Umi menjelaskan semua nya termasuk kalung yang di berikan Abah kepada Harsya. Lalu mereka bertiga berpelukkan dan saling menguatkan hati anak angkatnya itu, seraya mencium kening Harsya oleh Abah dan Umi secara bergantian, tanda restu oleh kedua pasangan paruh baya yang hampir sepuluh tahun lebih merawat nya.
Langkah-langkah pemuda yang di rawat oleh pasangan paruh baya itu kedepannya bagaimana hanya dia sendiri yang tau dan menjalani nya apakah sesuai harapan atau pun jauh dari kenyataan nya.
Apakah Pemuda yang berprofesi sebagai Tukang Ojeg di kampung kota kecil Jawa Barat, keluar mengenal dunia luar untuk mencari jati diri nya atau hanya berdiam diri di kampung yang hampir 10 tahun dia tempati dengan menjaga Umi dan Abah nya.
Tidak terasa suara Adzan berkumandang di Masjid Al Ikhlas tempat Pemuda itu tinggal yang tidak jauh dari rumah Abah Jaeludin dan Umi Aminah.
Tanda nya waktu solat ashar sudah tiba tak terasa obrolan antara Harsya dan kedua orang tua angkat nya hampir dua jam lebih.
"Abah...... Umi....." Kata Harsya kepada mereka berdua di sela obrolan panjang itu berakhir.
Iyaa.....! Nak ada apa? Tanya Umi Aminah.
Harsya mau mandi dulu langsung ke masjid setelah itu mau keluar. Pergi kerumah Riyan sahabat ku untuk sekedar bermain. " Jawab Harsya meminta ijin.
Baiklah...! Nak sana jangan lupa nanti berdoa sesudah solat mintalah petunjuk kepada sang pencipta bumi ini.
Berserah diri memohon petunjuk jalan yang lurus kedepan nya. " Tutur Umi panjang lebar memberi nasehat Kepada anak yang ia temukan di hutan. Harsya hanya mengangguk.
Harsya pun mencium tangan Umi dan Abah nya satu persatu dan mulai melangkah kan kaki nya ke arah kamar mandi serta bergegas ke masjid melaksanakan ibadah solat ashar berjamaah dengan warga yang hadir di Masjid Al Ikhlas.
Setelah semua nya beres serta melaksanakan Kewajiban nya seorang muslim yang taat dan tak lupa berdoa seperti biasa di lakukan pemuda itu. Pemuda itu langsung bergegas menuju rumah pasangan paruh baya.
Untuk berganti pakaian ke arah yang lebih rapi untuk menemui sahabat yang masih satu desa tapi berbeda kampung.
Pemuda tampan pun bergegas mengeluarkan ponsel nya serta melihat daptar kontak telepon.! Yang di cari dalam ponsel nya bernama Riyan sahabat Harsya,Tidak di lama lama kan langsung memencet tombol panggilan nya.
"Tut..........!!
"Tut..........!!
"Tut..........!!
"Halo.........!!" Kata seseorang di sebrang telepon nya yang terdengar seorang lelaki yang seumuran dengan pemuda tampan Yang berprofesi sebagai Tukang Ojeg itu.
__ADS_1
"Halo.....! Riyan lagi dimana." Tanya lelaki yang menelepon.
"Gue.... Di rumah..... Ey..." Jawab Riyan dengan gaya bicara yang seenak nya saja.
"Ohk bisa nggak gue ketemu sama loe.?" Tanya Harsya.
Bisa"......! Loe kerumah saja Harsya. " Jawab Riyan.
"Ok"...... Siap bos otw gue sekarang. " Balas Harsya belum di jawab sudah main matiin aja nie telpon."Tut.. Tut..."lalu di matikan tlpn nya sepihak oleh Riyan,"dasar kutu kupret main matiin aja kata Harsya sambil menggaruk garuk kepalanya,yang tidak gatal.
Umi Abah,teriak nya Harsya keluar dulu mau kerumah Riyan yang bapa nya juragan tomat ? kata Harsya bergegas menuju motor nya yang ada di luar rumah.
"Iyaa nak hati hati teriak Umi nya, sedangkan Harsya sudah Di luar rumahnya. "Harsya berjalan, kearah motor nya yang di simpan di luar rumah..
"Pass keluar rumah menuju motor nya,"banyak tetangga tetangganya yang sedang menikmati indah nya sore dengan udara yang sejuk, angin sore yang begitu sepoi sepoi membuat betah para warga dengan keindahan di sore itu.
Ada para ibu ibu yang bercengkrama dengan Ibu ibu yang hadir di sana anak anak yang sedang bermain...!! dengan permainan yang berupa rupa.
Mata pemuda itu pun menatap kearah tiga gadis yang terlihat kecantikan memperindah suasana di sore hari.
"Indah,"tuh lihat pangeran,tampan,mau kemana sudah rapih,"bisik Dewi ke telinga sahabatnya tapi mata nya memandang jauh kearah Harsya...!!
"Huh...."dasar,"Sarindah," kesel Dewi
"Indah," hanya tersenyum saja melihat kekesalan dari sahabat nya.
Yang bisik bisik Indah sama Dewi yang nyamperin Harsya malah Hani.
Busyet Tuh Indah malah si Hani p,EA yang nyamperin pria tampan itu,"sungut Dewi kepada indah...!!
Hanya senyuman yang di blz oleh indah...!! padahal dalam hati nya panas
"Kak Harsya,"ucap Hani dengan senyum nya.
Harsya pun menoleh dan menjawabnya dengan lelucon dan bercanda...
"Eh......!....!.."Ada bidadari yang tak pernah pudar kecantikan nya,"puji Harsya
__ADS_1
"Hani yang mendengar ucapan dari Harsya dengan memuji nya langsung merah wajahnya,
"Ihk ka Harsya kebiasaan deh sambil manyun bibir nya kaya Tutut Sawah yang siap untuk di masak memakai bumbu dapur royiko sasa garam dan sebaginya..
Melihat hani seperti itu Harsya hanya tersenyum,padahal dalam hati nya ingin tertawa terbahak bahak.
Kaka mau kmna? udah wangi dan rapi? mau pacaran ya?kata Hani dengan nada cemberut dan bibir nyerocos.
Hehehehe dengan tersenyum dan menjawab nyerocos nya Hani, mau kerumah Riyan Hani ada perlu,"jawab ku lalu menghidupkan motor nya,
"Kaka berangkat dulu yaa Hani,ucapnya lagi
lalu menoleh dan tersenyum ke arah indah dan Dewi dengan mengangguk kan kepala tanda pamit, Kepada mereka berdua yang tak jauh dari Hani dan Harsya.
"Indah dan Dewi yang di tatap oleh Harsya dengan senyuman terasa bahagia dan salah tingkah, di antara mereka berdua.
Sepuluh menit kemudian pemuda itu, sudah sampai dirumah nya Pa Asep Supriatna orang tua sahabat nya," yang masih satu desa dan hanya beda kampung saja.
"Sambil berjalan melaju kearah halaman rumah dan memarkirkan motor nya serta turun dari motor nya untuk berjalan kearah pintu rumah orang tua Riyan.
"Assalamualaikum...."! ucap pemuda tersebut dari luar pintu milik rumah Pa Asep Supriatna.
"WaallAikum salam" sebentar teriak wanita yang ada dalam rumah tersebut.
Cekrek........!!.........!
Pintu pun terbuka dan keluar sosok wanita paruh baya yang kutahu Ibu nya Riyan,"aku pun buru-buru mencium tangannya,"Ibu nya Riyan...!
"EhK..."Nak Harsya sehat, mau ketemu Riyan yaa," tanya wanita paruh baya tersebut.
"Alhamdulillah," sehat Bu," iyaa Riyan nya ada,"jawab pemuda itu.
"Ada di dalam kamar," masuk aja Nak langsung ke kamar nya,"kata Ibu nya sahabat pemuda itu.
"Terimakasih," Bu," saya mau langsung menuju kamar Riyan," jawab Harsya
bersambung.
__ADS_1
jangan lupa like dan vote nya