
Meminta Tolong Sama Halimah
"Kini harsya melangkah berjalan menuju kamar nya untuk beristirahat setelah beberapa jam mengobrol di iringi canda dengan Abah dan Umi .....!
Suasana yang sunyi hening di iringi suara jangkrik dan hewan lainnya di malam ini mempertentangkan jiwa nya masuk ke alam mimpi.....!
Di rumah seorang Kiayi Sepuh di sebuah kamar seorang wanita yang baru beres melaksanakan ibadah solat isya sambil melipat sajadah nya dan membuka mukena lalu di taruh di tempat biasa nya.
"Setelah urusan nya selesai dengan berganti pakaian tidur,".."lalu mengambil hp yang di simpan di samping meja rias nya.
HALIMAH IHSAN PERMATA. "itu nama nya biasa orang memanggil dengan sebutan Imah atau pun Halimah suka suka mereka lah...!!
Dalam hati terus bergumam dan bergelut rasa ingin menelpon kepada seseorang yang telah lama jatuh hati tapi dia pendam sekuat tenaga nya dan hanya sebuah buku diary tempat mengadukan isi hati nya.
Dengan memberanikan diri dan memantapkan hati nya hanya sekedar mendengar suara dan kabar nya dari seorang pemuda yang membuat nya jatuh hati sekitar tiga tahun yang lalu.
Ketika itu pemuda yang iya sukai masih tinggal di padepokan orang tua nya sambil belajar ilmu bela diri dan agama .
Selama tiga tahun Halimah tidak berani mengungkapkan perasaan hanya ungkapan dan tulisan dia curahkan di sebuah buku mungkin kata kata cinta kasih sayang kerinduan gejolak hati nya dia tuliskan dan abadikan menjadi Sebuah buku Novel yang bertema tentang seorang wanita yang memendam rasa kepada seorang pemuda tampan yang bernama Harsya.
Setelah lamunan nya berakhir lalu Halimah membuka ponsel dan tangan nya menulis di pencairan nya seorang nama yang iya sukai.
Kak Harsya lelaki itu pemuda Itu yang membuat jantung dah hati Halimah gelisah.
Setelah pencarian dalam kontak ponsel ketemu lalu gadis itu memencet sebuah gambar yang berbentuk gagang telpon di hp nya
"Tut........!
"Tut........!
"Tut.........!
"hati nya sayu tak bergairah orang yang dia cintai orang yang dia kagumi tidak mengangkat tlpnnya" pikiran pikiran berburuk sangka kepada lelaki yang di cintai.
"Astaghfirullah seketika langsung beristighfar memohon ampun atas pikiran yang berburuk sangka...air mata nya seketika menetes dan berjalan melalui pipi yang mulus.
Kediaman rumah Abah Jaeludin.
"Sementara Harsya yang baru saja terlelap dalam tidurnya terbangun oleh suara ponsel yang berdering.
__ADS_1
Pemuda itu pun berdiri dan berjalan kearah hp yang di simpan di meja kamarnya...!!
Halimah gumam ada apa yaa gumam nya dalam hati
gue tlpn balik aja takut nya penting sekalian minta tolong nitip umi dan Abah
"Tut........."Tut........Tut..........!
"Assalammualaikum"
Halimah ada apa nelepon tadi kaka ketiduran....!! "maaf ucap Harsya.
"WaallAikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh"
"Iya......"tidak apa-apa kak" justru Imah yang meminta maap telah mengganggu istrahat kak Harsya" jawab halimah gak enak hati"
"Iya...."sama-sama minta maap ya,"sahut pemuda itu.
Kakak lagi apa?" ucap nya basa basi di sela Halimah memulai obrolan nya kepada kak Harsya lewat sambungan telepon.
"Ini......" Halimah kaka lagi beres beres pakaian untuk berangkat besok pagi ke kota"ehk malah ketiduran untung Halimah nelepon jadi kaka bisa bangun dan membereskan untuk keberangkatan besok ke ibu kota"ucap harsya panjang lebar
"Imah......"Imah......"......."Imah..." Halimah Ihsan Permata kok diam tanya Harsya dari tadi kakak panggil panggil namamu?"
"Maap...." kak sambil tergugup gagap membalas ucapannya"dari lelaki yang bisa meruntuhkan hati nya," lirih gadis itu yang bernama Halimah.
"Apakah bener kaka mau kekota? ucap nya lagi" Halimah meneruskan ucapannya dan rasa penasaran nya.
"Iya".....!!bener Imah doa in kaka ya apa yang kaka cari semoga di pertemukan...!
Amiin Yaa Robball Allamiin"jawab Halimah yang mulai rasa gugup nya hilang sedikit demi sedikit...!!
lalu setelah apa yang kaka cari di kota itu ketemu" apakah kak Harsya akan kembali lagi ke kampung tempat kak Harsya selama ini?
Harsya menjawab dan menjelaskan rasa khawatir Halimah seperti Abah dan Umi nya....?
Setelah mendengarkan dan penjelasan dari kak Harsya tidak membuat Halimah puas dengan jawaban dari kak Harsya"karna sejati nya sipat manusia selalu berubah.
"Kak beri Imah alasan bahwa kaka akan kembali lagi ke tempat kak Harsya selama ini di besarkan?ucap Halimah dengan pertanyaan sedikit intimidasi.
__ADS_1
"Harsya pun kaget mendengar pembicaraan dan pertanyaan dari Halimah barusan"Harsya pun menarik napas dalam-dalam.
"Alasan kaka akan kembali lagi atau mungkin nggk bisa kembali lagi ada dua paktor jawab Harsya.
"Coba jelaskan kak alasan tersebut"biar Imah mengerti.
Satu alasan akan kembali nya ke tempat kaka di besarkan adalah karena orang tua kaka adalah Abah dan Umi yang telah sudi merawat dan membesarkan nya selama ini"walaupun Imah dan yang lainnya sudah mengetahui bahwa Abah dan Umi bukan orang tua kandung dari kak Harsya.
Kedua kaka tidak bisa kembali mungkin tinggal nama karna kepergian kaka bukan untuk jalan jalan tapi untuk menantang maut"...ucap Harsya memberikan alasan nya kepada putri kiayi sepuh itu.
"Inti nya Imah percaya sama kaka doa kan kepergian kaka untuk mencari apa yang selama ini menjadi bayang bayang yang ada dalam diri kakak"
Kaka yakin doa dari orang orang soleh akan cepat terjawab"ucap pemuda tersebut.
Iya kak insyaallah Imah selalu berdoa buat kaka agar urusan kaka cepet selesai"lirih nya dari suara di seberang telepon nya
Dari Seberang Tlpn HALIMAH kenapa ya menanyakan itu kata Harsya dalam hati nya....
Imah kata Harsya. "Iya ka ada Apa Tanya Halimah Sambil berkerut alisnya..
"Kakak bisa nggak minta tolong"tanya Harsya berbicara kepada Halimah melalui sambungan telepon nya.
"Insyallah"...."bila Imah mampu pasti di tolongin kata Halimah membalas ucapan kak Harsya dari suara ponselnya.
"Begini Imah"....!kaka kan mau berangkat Ke kota entah sampai kapan kaka di kota?"tapi kaka khawatir sama Abah dan Umi Aminah"sekira Halimah ada waktu senggang bisa nggak menginap di rumah Abah dan Umi untuk sekedar menemani...!
Pemuda tampan itu menjelaskan dengan detil ke khawatiran harsya meninggalkan Abah dan Umi nya.
Begitu"...."Halimah setelah Harsya menjelaskan ke kawatiran Umi dan Abah kepada Halimah.
Halimah pun mengerti dan menjawab insyaallah kaka imah bersedia dan itu juga imah mau minta ijin dulu Sama Abah dan Ambu nya"Imah yakin Abah pasti memberi ijin"jawab Halimah....!!
Makasih Imah sebelumnya nya kata Harsya, "Di balas dengan ucapan sama sama kak....!!
Lalu Harsya menyudahi obrolan dengan Halimah karna malam semakin larut dan rasa kantuk yang mulai menyerang lagi..!
tadi sempat terlelap sebentar tidur nya karna Suara brisik teleponnya"dan ternyata dari Halimah yang menelpon.
kaka sudahi dulu tlpn nya,"Assalamualaikum di balas dengan WaallAikum salam kata Halimah lalu tlpn mati.
__ADS_1
Bersambung..