TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Pagi hari di Jepang


__ADS_3

Sebagai ibukota negara sekaligus wilayah terpadat di Jepang, Tokyo memang selalu penuh hiruk pikuk orang. Namun, ada kalanya kota ini terasa begitu damai dan tenang ketika saat pagi hari.


"Satu Sosok lelaki berusia 38 tahun sedang berdiri di penataran teras lantai atas hotel mewah bintang lima.


Sekilas tatapannya melirik kedalam kamar untuk memastikan apakah sahabat sudah terbangun dalam tidur nya atau pun belum, Karna malam nya dia lewati dengan pertemuan antara Naga Saki Sempur bersama Tuan Besar Dani dan Ketua Genk membahas satu wacana yang akan menjatuhkan tiga perusahaan terbesar di Asia tenggara sekaligus.


"Jadi inti nya pemberangkatan menuju Negara Jepang bukan membahas tentang bisnis semata tapi di balik pertemuan ke Negara ini sudah di susun jauh jauh hari sebelum terbunuhnya Khabil Ardana.


Naga Saki Sempur. Akan memberikan kucuran dana 1 Miliar Yen Jepang dan lima ratus orang Gangster dengan kemampuan yang sudah terlatih dan akan di tempati di setiap Markas Markas Kecil Genk Kobra beracun. Belum di tambah lagi kucuran dana dari mister Kong Kong dan Tuan Simon yang masing masing akan memberikan kucuran dana yang hampir persis dan orang orang terlatih lainnya untuk di tempatkan di Genk Kobra.


"Lamunan Cok pun buyar ketika salah seorang lelaki menepuk punggung nya dari arah belakang dan berkata dengan nada sedikit jahil.


"Woy.....! Pagi pagi dah melamun.! Awas nanti loe kesambet hantu Kuchisake Onna (Wanita bermulut sobek) Kata Beni seraya berdiri di samping Ucok.


"Sialan. Loe main ngagegtin gue aja. Ihk Amit amit." Sambil Bergidik ngeri Cok menjawab nya.


"Lagian Loe pagi pagi sudah melamun bukan pesan kopi atau pun makanan pembuka di pagi hari." Tanya Beni.


"Gue bukan melamun.! Tapi lagi mikirin tentang pembahasan semalam. Yang mungkin akan menjadi target utama nya. Anak Tuan Ismail yaitu Orang yang harus kita jaga." Keluh Ucok mata memandang Kedepan.


"Beni manggut manggut. dan mengajak ke loby hotel untuk meminum kopi seraya berkata dan memberikan kesabaran.


"Selalu ada jalan." Mending kita kebawah untuk minum kopi." Ajak Beni.


"Sebentar Ben. Tuan Besar bersama Ketua Apakah sudah bangun." Tanya Ucok


"Mungkin." Belum kan loe tahu sendiri mereka berdua membawa Gadis pemuas nafsu *** masing masing. Paling nanti jam 12 baru bangun." Kata Beni.


"Ha-ha-ha....! Ya sudah biarkan mereka dengan dunia nya masing-masing.! Beni menarik tangan Ucok.


"Woy...... Ben lepaskan tangan gue pengen nya gue di tarik sama Inah." Kekeh Ucok berontak melepaskan tangannya.


"Hahahaha." Gue juga mau....! Sama kakaknya Ineh....! Balas Ucok seraya berjalan kearah lifs.

__ADS_1


"Tidak lama kemudian Dua lelaki yang tak terpisahkan itu kini sudah berada di loby hotel dan duduk di salah satu tempat biasa orang orang untuk sekedar sarapan atau pun meminum kopi.


"Salah satu pelayan hotel pun menghampiri mereka berdua seraya tangan memegang daptar menu makanan dan berkata sembari membungkuk hormat.


Sā, nani o chūmon shimasu ka? Kata pelayan hotel dengan menggunakan bahasa Jepang.


Kōhī o 2-pai kudasai ." Ucok menjawab sedangkan Beni hanya terbengong.


Ryōkaishimashita. Go chūmon ga mamonaku tōchaku suru made omachikudasai ."Kata pelayan itu sambil membungkuk hormat.


"Setelah pelayan itu pergi untuk membuatkan pesanan yang di pesan oleh Ucok. seketika Beni pun bertanya kepada sahabat nya.


"Cok loe sejak kapan bisa bahasa Jepang." Tanya Beni penasaran karna waktu pertama kali dia berbisik Tuan Dani ngomong apa sama Naga Saki Sempur. Tapi sekarang dia sangat lancar menjawab dan memesan kopi di lobby hotel mewah ini.


"Ucok terkekeh." Seraya menunjuk kan penerjemah bahasa Indonesia - Jepang di ponsel nya.


"Sialan....! Loe seketika itu Beni memukul bahu tangan Ucok....!


Dōzo, kono hareta asa ni kōhī o o tanoshimi kudasai ."Kata pelayan hotel itu setelah pesanan kopi nya datang dan di tatakan di meja yang di tempati oleh mereka berdua.


"Beni.....! Gue setelah pulang dari sini gue mau ijin dulu kepada Tuan Besar dan Ketua Gareng mau pulang kampung dulu ke Medan." Kata Ucok di sela meminum kopi nya.


"Emang loe mau ngapain pulang bukan kah kabar kita berdua selalu mengasih kabar kepada kedua Orang Tua yang ada di kampung kelahiran." Tanya Beni seketika tiba tiba hatinya juga merasakan hal yang sama ingin pulang ke kampung halaman nya.


"Waktu itu ketika kita belum pergi kesini dan loe pergi bersama Ineh bersama beberapa pengawal lainnya sedangkan gue langsung ke Mansion Tuan muda dan Inah meminta datang karna ada sesuatu yang mau di obrolkan.


#Playback#


"Dret........! " Dret........! " Dret........."


"Ucok pun membuka pesan masuk di aplikasi wasttap nya.


"Abang Ucok bisa ke Mansion Aden Harsya

__ADS_1


"Ucok pun langsung membalas nya.


"Bisa. Sekarang juga Abang Ucok Otw.


"Hanya butuh 15 menit Ucok pun sampai di Mansion Tuan muda Harsya dan keaadaan rumah Begitu sepi. Dan bertanya kepada Mang Jaka penjaga rumah di pos depan.


"Mang pada kemana kok sepi." Tanya Ucok setelah Mang Jaka membuka kan pintu mobil nya.


Aden Muda Harsya bersama Ineh dan WA Ijah Serta Mang Kohar dan beberapa pengawal lainnya. Kata nya sedang membeli oleh-oleh khas Cianjur untuk di bawa Tuan Besar pergi ke Kota Jogja." Jawab penjaga pos rumah yang ada di depan itu.


"Ohk....! Yaa sudah mang saya masuk dulu mau ada perlu sama Inah." Pamit Kepada Mang Jaka.


"Silahkan Aden.'' Balas Mang Jaka ramah dan lembut.


"Aku pun melangkah masuk menuju Mansion mewah itu dan langsung menuju dimana Inah berada. Pas sampai di mana wanita itu berada dia sedang menelepon dengan kedua orang tua nya.


"Beni pun menyela obrolan Ucok...!


"Cok saat itu juga gue kan lagi satu mobil bersama Ineh dan dia juga mendapat kan telepon dari orang tua nya. Tapi karna Ineh sedang bersama saya dan mengantar Tuan muda Harsya untuk berbelanja maka Ineh di suruh Orang Tua nya menelepon kepada Inah."


Mungkin Begitu Beni." Sahut Ucok.


"Teruskan Ucok....! Setelah itu bagaimana? Tanya Beni.


"Aku pun pergi keruangan keluarga dan duduk di kursi tidak berapa menit Inah pun datang dengan membawakan secangkir kopi untukku dan dia duduk berhadapan dengan ku.


"Bang Ucok ini kopi nya maap barusan Inah terima telepon dulu dari Bapak." Kata Inah.


"Terima kasih Inah.! Ada hal penting Apa sehingga Inah menyuruh Abang untuk datang? Tanya Ucok lalu dia meniup niup kopi dalam gelas nya dan menyeruput nya.


"Ahk.....! Nikmat sekali kopi buatan mu." Puji Ucok. Hingga Inah tersipu malu. Dengan wajah bersemu merah.


"Bang Ucok boleh kah Inah meminta tolong kepada Abang." Tanya wanita berusia 30 tahun itu bersatatus janda tidak punya anak.

__ADS_1


"Insyaallah bila Abang mampu." Pasti Abang bantu dengan segenap jiwa ragaku." Kekeh Ucok seraya terkekeh cekikikan.


"Bersambung.


__ADS_2