
"Kriiiiing...........!
"Kriiiiing............!
"Kriiiiing............!
"Riyan........! Menepi dulu ke pinggir gue mau ngangkat telepon masuk dulu." Pinta Harsya setelah mendengar ponsel yang ia simpan dalam dasbor mobil berbunyi.
"Riyan tanpa membalas lalu melajukan mobil nya ke pinggir jalan.
"Pemuda itu pun buru buru memencet panggilan jawab telepon nya.
"Halo. Dengan siapa ini?" Tanya Harsya setelah dia memencet panggilan jawab masuk ke ponselnya.
"Tuan muda saya Ucok baru pulang dari pertemuan dengan para petinggi partner kerja Dani Rustandi.
"Abang Ucok bagaimana kabarmu? Apakah kau baik' baik' saja? kapan Abang bersama Abang Beni kembali ke negara ini? Tanya Harsya beruntun setelah mengetahui yang menelepon nya adalah pengawal yang di perintahkan oleh almarhum ayahnya.
"Tuan muda simpan dulu pertanyaan itu. Karna ada sesuatu yang sangat penting untuk saya sampaikan kepada anda dan ini juga saya secara sembunyi sembunyi menelepon kepada anda." Kata Ucok memberi pengertian kepada pemuda yang sedang di teleponnya.
"Baiklah. Silahkan Abang bicarakan hal penting apakah yang mau di sampaikan." Pinta Harsya.
"Begini Tuan Muda. hasil kerjasama antara Dani Rustandi bersama tiga partner kerja di sini. bahwa mereka bertiga. Naga Saki Sempur, Mister Kong Kong dan Tuan Simon. Akan mengerahkan masing masing 1000 orang Gangster terbaik nya ke Negara kita untuk memperkuat tameng Genk Kobra Beracun. pemberangkatan secara bertahap tahap. Untuk menghilangkan kecurigaan terhadap polisi pemerintahan di negara kita.
"Abang apakah mengetahui kapan mereka akan berangkat ke negara kita? Tanya Harsya setelah sejenak terdiam kini mulai bertanya kepada Ucok yang berada di Negara Jepang.
"Besok mereka akan berangkat menggunakan jalur udara darat dan laut secara bertahap kemungkin dalam lima hari tiga ribu Gangster terlatih dan terkejam melebihi Genk Kobra Beracun sudah sampai di Negara kita? Kata Ucok memberi tahukan kepada Harsya.
"Aku mengerti Abang silahkan Abang sibuk lah di sana. dan berdoa semoga adikmu di sini berhasil membantai dua sahabat Abang yaitu Bocil dan Sugeng. Karna kedua sahabat lainnya sudah Harsya lumpuhkan dan sekarang berada di markas besar XFRES GROUP. Kata Harsya dengan sorot mata yang menyala membuat lelaki di sampingnya melihatnya ngeri.
"Apa........! Kaget Ucok mendengar Jabar dan Brewok sudah di lumpuhkan.
"Abang jangan teriak teriak.....! membuat telingaku Sedikit mendengung kesakitan." Keluh Harsya.
''Maapkan hamba Tuan muda....! Abang kaget....!
__ADS_1
"Yaa.....! Sudah Abang sibuk lah di sana.! Harsya akan segera mulai menuju Kafe kobra sesuai rencana yang tempo dulu Abang bicarakan." Kata Harsya.
"Silahkan Tuan muda berhati hati lah di sana." Pesan Ucok.
"Siap." Seraya menutup panggilan telepon nya. Dan berkata kepada Riyan untuk mulai jalan dan langsung menuju gedung sebelah Kobra kafe yang sudah di tunggu oleh Ken dan Rex beserta Fander.
"Kedua pemuda yang sedang berada dalam mobil yang melaju membelah jalanan menuju Kobra kafe dan telah menerima laporan dari orang orang suruhannya. Untuk mengintai pergerakan Anggota Genk Kobra itu. tinggal menunggu waktu malam saja.
"Tak lama setelah itu. Satu unit mobil pun berhenti di pinggir jalan depan bangunan sebrang bangunan Kobra kafe. Dan dua orang pemuda tampan keluar dari mobil menuju lantai atas bangunan yang sudah di sewa untuk di jadikan tempat mengintai oleh suruhan tuan muda Harsya.
"Sementara di sebelah bangunan tepat nya di halaman parkir Kobra kafe. sosok gadis memakai jilbab putih sedang berjalan bersama gadis cantik lainnya masuk kedalam bangunan untuk sekedar memesan minuman.
"Tidak lama kemudian dua pemuda seumuran sampai di lantai atas dan menghampiri Ken Liem dan Rex Ryu serta Fander.
"Cepat rakit senjata kalian. Pastikan setengah jam lagi kalian harus segera bersiap siap. " Kata lelaki yang baru tiba bersama sahabatnya.
"Tenang saja Tuan muda. " Kami sudah terbiasa dengan pekerjaan ini. Senjata Seperti ini ibarat anak yang selalu kami timang pagi dan petang. " Kata Fander dengan Tertawa lepas.
*
*
*
"Mobil Pajero sport warna putih meluncur dari arah jalanan university Gunadarma menuju perumahan Elit Pondok Indah sore hari itu.
"Setiba nya di Mansion super mewah itu.
Dua orang pemuda mengenakan pakaian baju kemeja slinfik warna biru di padu dengan kaca mata hitam dan celana jeans. Sedangkan pemuda yang sedikit lebih tahu hanya memakai kaos berlambang Haley Davidson dan celana jins pendek serta memakai sepatu Adidas. Sementara gadis yang di bawa Fander sedang tertidur pulas dalam mobil nya dan tidak merasa bahwa mobil telah berhenti.
"Kini tampak barisan orang orang memakai ikat warna hitam dengan ciri khas padepokan macan putih mulai membungkuk hormat kepada Gandi dan Fander.
"Tidak lama berselang Dirga bersama yang lainnya ikut berbaris rapi bersama 10 orang yang di bawa oleh Riyan sahabat sejati Harsya.
"Tuan Gandi kami sudah siap. " Silahkan beri perintah. Kata Azis setelah mengetahui bahwa Gandi dan Fander sudah tiba dan di berikan amanat penuh oleh Tuan muda.
__ADS_1
"Dengarkan perintahku. " Lantang Gandi memberi perintah.
"Silahkan Tuan Gandi. " Kata mereka serentak.
"Untuk Ken Liem dan Rex Ryu beserta Fander berangkat sekarang juga untuk memantau pergerakan dari luar berapa Anggota Genk Kobra yang berjaga segera laporkan kepada kami melalui pesan grup.
"Untuk sepuluh Macan Putih.... Kalian paling ahli dalam menyusup dan menyamar segera menyusup kebagian dalam Kobra kafe. bila terjadi bentrok maka urusan yang ada di dalam kafe menjadi tanggung jawab kalian untuk melindungi Azis dan Syamsul yang menjadi target utama ini.
"Untuk Maman Tomat dan Iwan kupluk beserta Galang Mega Ardana untuk melumpuhkan bagian halaman yang sekitaran 20 anggota Genk Kobra beracun.
"Dan untuk yang terakhir saya akan membasmi Anggota Genk Kobra yang berada di luar bersama Riyan dan Tuan Muda Harsya.
"Dan perlu kalian ingat di saat bentrok itu tiba di dalam kafe antara Azis dan Syamsul. Maka yang ada di luar untuk segera melumpuhkan para Anggota Genk Kobra.
"Apakah kalian semua mengerti dan jelas." Lantang suara Gandi dalam memberi perintah.
"Kami semua sudah mengerti dan siap untuk menjalankan tugas yang di berikan oleh Tuan muda Harsya. " Kata mereka Serentak.
*
*
*
Salah satu lantai atas yang bisa melihat jelas kearah bawah Kobra kafe. Sosok lelaki yang bernama Bocil sedang melihat lihat dari ruangan atas.
"Aneh tidak biasa nya malam Selasa biasa nya pengunjung sepi tapi dari tadi pukul delapan malam Kobra kafe yang berada di bawah sangat ramai dengan orang orang yang tidak kenal berdatangan entah dari mana.
Malam itu tampak para pengunjung berdatangan masuk kedalam Kafe. Ada yang memesan dan ada yang menanyakan. Namun ada pula yang masuk tapi keluar lagi.
"Sebenernya apa yang terjadi sampai sampai Kobra kafe ini begitu ramai di kunjungi oleh orang orang Asing.
"Bocil pun beranjak dari kursi penglihatan lantai atas na dan berniat untuk turun langsung memeriksa dari dekat agar rasa gelisah dan penasaran nya itu hilang.
Bersambung.
__ADS_1