
Fander Tertangkap
"Hancur Sudah Mansion Mewah Milik Khabil Ardana, barang barang mewah pecah dan bertebaran di mana mana darah segar di mana sementara Khabil Ardana dan Dani Rustandi tergeletak tidak sadar kan diri akibat mabuk nya minuman keras,
"Sedangkan di pinggir jalan tidak jauh dari Mansion Khabil Ardana beberapa orang tampak memperhatikan jalannya peristiwa dan siap siap untuk menyerang orang orang yang sudah membantai para pengawal Tuan Khabil Ardana dan menyeret Asisten nya yang sudah teler Bersama Khabil Ardana akibat pesta minuman keras.
"Tidak menyangka dan tidak menduga bahwa Anak buah Fander sudah di intai oleh empat anggota Genk Kobra Beracun.
"Dua di antara empat orang tampak tenang tenang saja melihat beberapa anak buah Fander mulai memasuki gerbang dari arah kiri kanan atas bawah, kurang lebih ada sekitaran 30 orang berbadan tegap dan muka sangar , sementara dua orang lagi yang biasa di panggil Cil Bar tampak geli dan terasa gatal tangannya ingin segera membantai orang orang yang terlihat dari ujung Mansion milik Khabil Ardana.
"Geng Wok ," Kemon kita mulai bergerak," dari pada hanya menonton saja," kata lelaki seumuran yaitu Jabar
"Sebentar tunggu," Bar tunggu mereka masuk dahulu baru kita bergerak," kata Wok yang mata nya terus mengarah kepada rombak anak buah Fander
"Takut nya kita terlambat," sedangkan Jhonny dan citra tidak bisa membendung orang orang Fander," jawab Jabar yang sudah Tidak sabaran.
"Ayo.....!...." Lest goo," sekarang kita pesta darah," ajak Wok yang sudah melompat dari meja di ikuti Bocil Sugeng Jabar, serta beberapa pengawal untuk membantu Jhonny dan citra.
"Serang.........!!......" Teriak Bocil sambil berlari kearah halaman Mansion yang porak poranda seperti kapal pecah di amuk badai itu, tampak puluhan anak buah Fander mendengar suara teriakkan dari luar gerbang vila pun kaget nya bukan main,"
"Sialaaaaaan." bangsat kita di jebak," kata salah satu dari 30 orang pengawal Fander.
"Serbu............"......!......."
",Serang.........."......!......"
"Terdengar pekik teriakan salah satu komando anak buah Fander," di saat melihat beberapa musuh berlari kearahnya.
"Hampir sekitar 20 menit berselang pertempuran dua kubu antara Anak buah Fander dan anggota genk kobra berlangsung saling pukul saling tendang mengakibatkan banyak nya korban berjatuhan.
Dua lelaki yang wajah nya dingin dan dua lagi dengan wajah ganas dan ada gambar tato di dada nya seperti singa yang kehilangan anak nya, menghajar siapa saja yang menghalanginya.
"Sudah tidak berhitung berapa jumlah nyawa yang berjatuhan di tangan empat orang itu.
"Geng Wok,....! ini sangat menyenangkan, kata Cil Bar orang di samping nya itu sambil tertawa tawa melibas dan menghajar siapa aja yang berada di dekatnya.
"Belum lama lagi perkelahian itu pecah, kini dari arah belakang datang pula segerombolan mobil mobil mewah dengan berbagai jenis berhenti di samping jalan pintu gerbang Mansion milik Khabil Ardana.
__ADS_1
"Alamak," mati kita," Bar," kata Bocil melihat rombongan mobil mewah berdatangan dan orang orang nya tidak dia kenal.
"Jabar pun Berteriak kencang,"
"Jhonny," Jimmy," keluar Sekarang Gajah besar Sudah datang," teriak Jabar yang melihat segerombolan sudah siap dengan lompatannya.
"Lalu berlompatan dari dalam mobil itu, lelaki lelaki yang terlihat seperti agen rahasia memakai setelan jas hitam dan berdasi, ikut terjun kedalam pertempuran sehingga menyebabkan halaman luas yang berada di Mansion itu layaknya seperti arena tarung bebas.
"Jhonny Citra dan Jimmy yang berada dalam Mansion lalu menuju keluar setelah mendengar teriakkan dari Bocil dan Jabar secara serentak bahwa musuh sudah datang lagi bersama dengan Asisten nya Elisabeth Ardana, yaitu Fander.
"Jhonny Citra dan Jimmy pun berlarian mengarah kepada pria pria berdasi untuk melawan dan membantu keempat anggota geng Kobra yang sedang sibuk membantai orang orang Fander.
"Jhonny dan Citra kalian berdua bereskan yang Lainnya' Biarkan orang ini menjadi lawanku," kata Jimmy memerintahkan kepada ketua Genk kobra Cabang Bogor dan kekasihnya
"Siap," brow," ayo sayang," ajak Jhonny kepada kekasih nya yang berada di sampingnya.
''Hai....." ucapkan salam perpisahan kepada dunia," kata jimmy kepada lelaki yang tepat di hadapan nya.
"Banyak," bacot," loe," sergah Fander
"Majulah kalian semua....?" kata sepasang kekasih serentak, yang mulai mengibaskan batang rotan ditangan mereka berdua dan..
"bak," bik," buk,' bok......,!....."
"Tampak beberapa orang berpakaian dasi menggeliat menahan sakit akibat pukulan secara tiba tiba dari pasangan kekasih tersebut.
"Baru saja Bocil Sugeng Brewok dan Jabar yang sudah kelelahan menghajar 30 orang yang sudah tergeletak di halaman Mansion mewah milik Tuan Khabil Ardana," tiba tiba seorang lelaki sambil melompat terbang laksana pendekar Wiro sableng," beda nya Wiro sableng memakai Kampak Geni 212 tapi lelaki ini membawa pistol dan menembakan kearah Pria berdasi yang sedang bertarung melawan Jhonny dan Citra.
"Dorr......"
"Dorr....."
"Dorr...."
"Dorr......' Dorr..... ' Dor......" Dorr......."
"Suara tembakan meleset tepat kepada pria berdasi yang di bawa oleh Fander
__ADS_1
"Mereka berempat pun mengancungi jempol kepada lelaki yang sedang menembaki anak buah Fander dan berkata,"
"Ketua anda datang Tepat pada waktu nya," Serentak mereka berkata.
"Jhonny cepat bereskan sisa nya," ujar Ketua Genk Kobra Beracun,
"Baik'," ketua jawab," Jhonny yang mulai menghajar dia orang lagi secara membabi buta di bantu sama kekasih nya yaitu citra.
"Hahahaha....." nyawa sudah di ujung kerongkongan tapi kau masih saja sombong," kata Jimmy dengan senyuman mengejek.
"Puih....." hentikan omong kosong mu,"! Tuan," teriak Fander sambil menyemburkan lidah nya.
"Anda terlalu sombong Tuan," harus anda sekarang di beri pelajaran dulu," biar mulut busuk mu itu tidak meludah kemana mana," kata Jimmy yang sudah geram.
"Kalian para badut peliharaan Dani Rustandi dengarkan aku, sebelum aku membunuh satu persatu dari nyawa kalian sebaiknya kalian menyerah," bentak Fander padahal dalam hati nya Fander sudah pasrah karna pengawal nya sudah habis di babad Genk Kobra Beracun," demi menghilangkan harga diri nya Fander berani menantang orang orang yang ada di halaman Mansion milik Khabil Ardana.
"Baiklah," kalau begitu," Jimmy membalikkan badannya dan berkedip kepada Ketua Genk kobra Beracun, tapi gerakan itu adalah tipuan karena setelah itu......!....."
"Bugh............"........!......"
"Plaaaakkk........!
"Terdengar suara pukulan dan Tamparan keras, mendarat ke tubuh Fander dan pipi nya.
"Saat itu juga Jimmy membalikkan badan dan mengarahkan pukulan kepada perut Fander dan wajahnya.
"Fander yang yang tidak menduga mendapat serangan mendadak itu hanya bisa terkejut Tampa sempat menghindar, akibatnya dia pun terjengkang ke belakang.
"Setan Alas......"Puih....." bajingan kau menipuku Tuan," kata Fander kemarahan yang sudah memuncak.
"Dor.....".....! Dor......"....! Suara tembakan dari arah belakang Jimmy tepat di samping Fander,"
"Jimmy cepat ringkus dan bawa ke markas besar Genk kobra," kata Ketua karna bosan melihat Jimmy dan Fander banyak bicara.
"Siap Ketua," jimmy menjawab
bersambung
__ADS_1