
Beberapa jam setelah menempuh perjalanan dari tempat tahanan kota menuju hotel mewah Kobra Company Group. Akhirnya rombongan yang di pimpin oleh pengacara hukum bernama Hutabarat untuk menjemput Winda dan Windi pun tiba di hotel KOBRA COMPANY GRUP.
Begitu Winda dan Windi keluar dari mobil, barisan pria berdasi dan memakai kaos bergambar Kelalawar Hitam, membungkuk hormat menyambut kedatang kedua Nyonya Besar putri dari Shintia dan Anastasya.
"Selamat datang kembali Nyonya Besar Windi dan Winda, semoga kedatangan anda kedua membawa kejayaan bagi perusahaan Kobra Company Group.
"Terima kasih. Terima kasih." Ucap Windi lalu terus berjalan memasuki loby hotel.
Setelah tiba di loby hotel dan terus melangkah mengikuti pengacara itu menuju ruangan khusus yang telah di tunggu oleh orang orang penting di perusahaan pusat Tri Company Group dan Kobra Company Group beserta beberapa orang orang Tuan Muda Harsya yang baru bergabung.
Setelah memasuki ruangan khusus dua orang wanita setengah tua dengan rambut yang mulai memutih sebagian dan langkah gemetaran langsung menyongsong dua gadis cantik Shintia dan Anastasya yang juga berjalan menuju pintu keluar ruangan khusus di hotel Kobra Company Group.
Sambil menangis, Shintia maupun Anastasya langsung berlutut di hadapan dua wanita yang baru masuk dan langsung mencium kaki Windi dan Winda secara bergantian.
"Selama datang kembali Bunda.!
"Anakku. Anastasya. Terima Kasih. Kau sudah membebaskan ibu dari tempat jahanam itu." Kata wanita tua itu.
Sementara Windi memeluk erat Shintia dengan penuh kasih sayang.! Terima kasih. Terima kasih. Anakku kau bisa di andalkan." Ucap Windi Ibu kandungnya Shintia.
Shintia memang anak tunggal pasangan Ruli Siregar Rusady dan Windi adik dari Winda yang menikah dengan Dani Rustandi mempunyai anak satu satunya yaitu Anastasya.!!
__ADS_1
Mereka berdua sebagai anak satu satunya sangat di manja oleh kedua Orang Tua nya, terkadang di gadang gadang akan menjadi penerus organisasi Genk Kobra Beracun. Nanti setelah lulus dari kuliah. Akan tetapi nasib berkata lain. Organisasi yang dulunya di takutkan oleh Bumi Pertiwi sudah hancur di babad habis oleh Brigadir Anton Sideka dengan bantuan dari para anak buah Harsya pemilik perusahaan terbesar se-Asia saat ini.
"Bunda, dan Tante Windi. Anastasya tahu kalian berdua sangat menderita dan tersiksa hidup di jeruji besi, terlihat dari seluruh tubuh yang sangat kurus kering." Kata Anastasya hatinya begitu sakit melihat keaadaan mereka berdua.
"Kita berdua tidak apa apa Nak. Penderitaan yang kita berdua alami akan menjadi pemantik semangat untuk membalas dendam. Kita berdua tidak akan membiarkan mereka hidup tenang.! Justru yang kita khawatirkan adalah kalian berdua Shintia dan Anastasya yang langsung terjun kedalam perusahaan dan mulai merekrut orang orang dari musuh kita kita. Bagaimana keadaan anak dan istri dari empat sahabat Ayahmu.?" Tanya Winda.
"Mari masuk dulu Bunda.! Ajak Anastasya sambil merangkul wanita tua, sama hal Shintia juga merangkul Windi ibu kandungnya.
Mereka lalu masuk dan di sambut oleh beberapa wanita tua yang bersama dengan anak anaknya, lalu membungkuk hormat dan berkata.
"Selamat datang kembali. Nyonya Besar Winda dan Windi." Ucap mereka berempat yang usia nya hampir sama.
Mereka yang membungkuk hormat kepada kedua orang tua Nona Muda Shintia dan Anastasya, adalah istri istri dari Jabar Sugeng Brewok dan Bocil yang semuanya sudah mati di tangan Fander dan Gandi serta Galang Mega Ardana.
"Anastasya. Anakku, dimana ketiga Paman mu. Apakah mereka tidak datang ke negara kita.?" Tanya Winda karna dari tadi tidak melihat Simon, Kong Kong dan Naga Saki Sempur.
"Bunda. Anastasya menjawab pertanyaan Bunda.
"Paman Simon dan Kong Kong serta Naga Saki Sempur tadinya kemarin mau datang dan berangkat bareng sama kita berdua. Akan tetapi ada undangan mendadak dari kolega Paman Simon yang ada di negara Singapura. Jadi mereka bertiga menghadiri nya, dan setelah urusan selesai akan langsung terbang menemui Bunda dan membahas perencanaan untuk membalaskan dendam kematian ayah dan Paman Ruli Siregar Rusady.
"Betul Tante Winda dan Bunda. Pertemuan dengan kolega yang ada di Singapura itu sangat penting. Kata Paman Kong Kong bila terbentuk jalinan kerjasama dengan kolega Simon maka SDM dari Kobra company Group akan semakin kuat." Kata Shintia meneruskan perkataan dari Anastasya.
__ADS_1
"Bagus...... Bagus.......!! Semua ini gara gara Ucok dan Beni. Genk Kobra Beracun tidak akan terpecah belah. Ini semua kesalahan Dani Rustandi. Dia memungut dua anjing jalanan untuk duduk di kursi empuk dalam organisasi. Suamiku bahkan lebih percaya kepada Ucok dan Beni ketimbang kepada Jhonny dan Citra orang yang sangat berkorban banyak untuk organisasi.! Andai Ucok dan Beni tidak masuk kembali lagi ke dalam organisasi Genk Kobra Beracun. Sudah pasti kehancuran keluarga dan organisasi ini tidak akan terjadi. Tetapi bukan suamiku sendiri dengan akal bulus mereka berdua, Gareng dan ke empat sahabat nya juga percaya begitu saja dengan Ucok dan Beni. Gara gara mereka berdua. Semua nya hancur. Bahkan Jimmy yang menjadi kepala pengawal keluarga Dani Rustandi pun sudah tewas di tangan Gandi.
"Nyonya Besar. Ucok dan Beni sekarang hidup sangat enak di kawasan Jakarta pusat tepatnya di kawasan pondok Indah. Bahkan dalam waktu dekat mereka berdua akan melangsungkan pernikahan secara bersamaan. Bila Nyonya besar mau membalas dendam sebaiknya target nya bukan kepada Ucok dan Beni, tetapi kepada kedua Srikandi kekasih mereka berdua. Dengan kekasihnya mereka berdua di tangkap Ucok dan Beni akan mudah di bunuh." Kata Hani memberi saran.
"Saran yang bagus. Nona cantik. Tapi untuk saat ini kita jangan dulu bergerak untuk melakukan balas dendam maupun penyerangan kepada pihak musuh. Aparat kepolisian yang tidak bisa di sogok masih menyelidiki tindak tanduk kita berdua. Terlebih lagi Brigadir Anton Sideka. Dia adalah Paman nya pemilik perusahaan terbesar se-Asia. Kita tunggu kedatangan dedengkot petinggi perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP datang ke Negara kita, baru kita akan merencanakan sesuatu dengan sangat matang.
"Baiklah Bunda. Anastasya dan Shintia ikut apa kata Bunda dan Tante Windi." Ucap Gadis cantik anak dari Dani Rustandi.
"Sebaiknya Bunda dan Tante Windi. Istrahat dulu, para pelayan sudah menyiapkan segala sesuatunya." Titah Anastasya dan anggukan kepala dari Shintia.
"Terima Kasih Anastasya dan ponakan ku Shintia. Kita berdua akan beristirahat sejenak, setelah itu ingin mengobrol lagi dengan kalian berdua." Kata Wanita tua itu.
"Iya siap Bunda.!!
"Pelayan. Antar kedua wanita super hebat untuk beristirahat." Titah Anastasya.
"Baik Nona Muda.!!
"Mari.!! Nyonya Besar Windi dan Winda.
"Hmmmmmmmm!! Kedua wanita tua itu lalu berjalan meninggalkan mereka yang ada di ruangan khusus.
__ADS_1
Bersambung.