TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Sang penolong


__ADS_3

"Malam itu Dua pasangan kekasih pun keluar dari kafe bintang dan mengantar kan kekasih nya masing masing ke tempat kost dimana mereka tinggal.


"Tidak lama kemudian dan hanya butuh 30 menit dua mobil sambil beriringan itu pun sampai di gerbang pintu pagar rumah kost yang di huni oleh para perempuan saja.


"Dua gadis itu pun turun secara bersamaan dari dua mobil yang beriringan yang di kemudi kan oleh pacar Azis dan Riyan


"Salah satu dari dua gadis itu pun memencet bel yang berada di tembok dekat pagar gerbang tersebut.


"Ting......." Tong.......!!


"Di saat menunggu pagar terbuka dua gadis itu pun berpamitan kepada pasangan nya masing masing,tapi kedua pacar nya Riyan dan Azis tidak langsung menjalankan mobil, tapi menunggu dulu dua gadis tersebut masuk kedalam kos nya itu.


"Saat pintu pagar tersebut, satpam itu pun keluar untuk melihat siapa yang telah memencet bel pintu malam malam begini, setelah pintu pagar terbuka satpam kost itu seraya menengok ke kiri dan kanan dan terlihat dua gadis yang kost di rumah majikan nya.


"Eh...." Non Hani dan Non Dewi sudah pulang kok larut Begini," tanya satpam kost sembari membuka lebar pintu pagar nya.


"Mereka berdua hanya tersenyum," malu karna kebablasan pulang ke kost nya, karna ada satu peraturan kalau mau kost di sini tidak boleh keluar sampai lewat jam 22:00 kecuali ada ijin terlebih dahulu.


"Maap pak satpam," lirih kedua gadis itu.


"Iya tidak apa apa," lagian yang punya kost nya juga lagi pergi dan mungkin esok sore baru pulang," jawab satpam tersebut.


"Terima kasih pak," eh....! ngomong ngomong Indah sudah pulang atau belum,?" Tanya Dewi menanyakan keberadaan sahabat nya itu.


"Bukan kah tadi berangkat bersama kalian," justru bapak dari tadi bertanya tanya dalam hati kok Nona Indah tidak kelihatan," ujar satpam tersebut.


"Emang tadi berangkat kita bertiga pak cuma tadi Indah bilang nya mau ke kampung Melayu karna kedua orang tua nya lagi bersama Tante Indah berada di restoran yang ada di situ," ujar Dewi menjelaskan Kanya.


"Satpam itu mengangguk dan berkata," mungkin masih bersama orang tua nya atau pun nginep di rumah Tante nya.

__ADS_1


"Dewi diam dan berpikir apa mungkin yaa tapi dari tadi wasttap nya tidak aktip di telepon seluler tidak aktip," perasaan cemas terhadap sahabat nya menerpa dalam hati nya saat ini," begitu juga dengan Hani yang dari tadi hanya diam dan mendengarkan pembicaraan antara Dewi dan satpam itu.


"Hani pun berjalan kearah mobil pacar nya dan langsung berkata, Kak Azis, Indah belum pulang telepon nya juga tidak aktip


"Sayang," kamu tidak usah khawatir dan cemas sebaiknya kamu sama Dewi masuk dan istrahat untuk Indah biar Kaka sama kak Riyan yang mencarinya," kata Azis menyuruh nya masuk dan tidak usah mengkhawatirkan sahabat nya.


"Hani pun....." bergeming lalu pandangan mengarah kepada kak Riyan," dan di angguki oleh Pacar sahabatnya, lalu beralih kearah Dewi dan berkata.


"Dewi," bagaimana...!!


"Yaa.....!! udah kita masuk aja," mudah mudahan Indah tidak kenapa Napa dan mungkin saja dia menginap di rumah Tante nya bersama kedua orang tua nya," kata Dewi, walaupun hati nya saat ini mencemaskan kan sahabat nya itu.


"Kak Azis kak Riyan," kami masuk dulu," kata mereka bersamaan.


"Mereka berdua pun mengangguk di mobil masing masing dan melesat pergi kearah kampung melayu untuk mencari Indah mungkin masih ada di restoran bersama kedua orang tua nya.


*


*


"Tolong jangan sakiti saya, Saya mohon.... ka..." kalian boleh membawa barang berharga saya, tetapi saya mohon jangan di apa apa kan saya, hiks..... hiks..... sambil menangis, di tengah tidak berdaya nya, Indah berusaha memohon, berharap ketiga penjahat itu kasihan dan mengurung kan niat jahatnya.


"Kita semua gak akan menyakiti mu, Cantik, untuk barang, berharga itu gampang di cari Nya, saat ini yang penting kita senang senang dulu, tenang kita bertiga tidak akan menghabisi kamu, kita bertiga hanya ingin bermain main dengan tubuh kamu yang mulus dan putih, salah satu dari mereka berbisik di telinga Indah, juga mengecup daun telinga nya.


"Bajingan..." bedebah," Indah ingin menampar pria brengsek itu, Namun kedua tangannya di cekal kuat, Jijik, Indah merasa Jijik ketika kulit nya harus di sentuh sentuh sedemikian rupa, Tapi dia tidak bisa berbuat apapun.


"Jika sesuatu terjadi kepada diriku, lebih baik dia mengakhiri hidup nya, dari pada hidup menanggung hinaan, karena nama baik nya dan nama baik kedua orang tua atau pun sanak saudara akan hancur, begitu pun dengan aib yang akan menjadi beban seumur hidup nya....!


"Rasa trauma juga akan menyelimuti dan menjadi momok dalam kehidupannya sampai ajal pun tiba pada waktu nya, nyinyiran dan bulian yang di terima akan sangat mengerikan bila seandai nya hidup.

__ADS_1


Oh....... tuhan tolong hamba mu ini .....?"


"Kancing kancing baju telah terlepas, menggelinding dan berceceran di jalanan dekat ruko yang waktu malam tidak berpenghuni, tiga pria itu menyobek paksa kemeja Indah dan terlihat tank top tipis yang membungkus tubuhnya, Indah semakin takut meraung dalam ketidak berdayaan.


"Dua pria itu justru tertawa," mengerikan melihat gadis itu menangis' ketakutan, satu dari kedua mereka menjulur kan lidah nya seolah olah menatap lapar hasil buruan nya, sedangkan yang satu lagi mencengkeram tangannya dan satu lagi mengelus dagu dan memandangi tubuh Indah secara lekat, seolah olah menelanjangi indah dengan tatapan itu.


"Hiat........!......"


"Plak..........!......"


"Bugh.......!......." Bugh.........!......."


"Bajingan," manusia laknat.......!


"Aahk......" sialan!..." Siapa kau?" Satu pria mesum itu tumbang di atas jalan yang becek saat seseorang menendang punggung nya dengan keras, satu lagi berbalik badan ingin mengetahui siapa yang datang dan mengganggu kesenangan mereka, sedangkan yang satu nya masih mencekal tangan indah dengan kuat.


"Siapa loe,?" tanya pria mesum yang masih berdiri tegak, wajah nya terlihat garang dan murka.


"Gak penting! jangan sakiti gadis itu! atau kalian akan merasakan tinggal di neraka! hardik seorang pemuda mengenakan masker penutup mulut dan topi berwarna hitam.


"Neraka, Hah....! Dimana itu, Boleh juga tuh kita Ke neraka tetapi sebelum loe mengirim kita ke neraka, loe duluan yang akan ke neraka" kata pria mesum yang menatap tajam kearah pemuda itu dengan sorot mata yang tajam .


"Di kapung kandang, tepat nya di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Disana ada TPU tempat pemakaman umum, jika kalian mau kesana ,saya dengan suka rela akan mengantar nya," terang seorang pria yang menyelamatkan Indah, pria tersebut berkata dengan nada dan senyum mengejek, membuat pria mesum itu semakin marah dan meledak ledak emosi nya.


"Kurang ajar...!! berani nya kau permainkan kami! kamu tidak tahu siapa kami, hah," bentak dengan suara lantang.


"Pemuda itu tersenyum sambil menggelengkan kepala nya dan berkata, maka nya kita kenalan dulu," kekeh pria yang menolong indah.


"Dari arah belakang dengan suara meninggi , Brow cepetan sikat ," suara terdengar dari arah belakang.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2