
Ucapan Selamat Datang Kepada Harsya
"Suasana begitu hening sunyi di halaman padepokan macan putih tidak seperti biasa nya.!
Murid murid kiayi sepuh yang biasa nya rame hilir mudik dengan berjalan kaki atau sekedar menghabiskan waktu di sore hari yang menjelang malam pun tak tampak di lihat oleh pemuda tampan tersebut.
Sosok wanita muda dan gadis gadis berkerudung beserta ibu ibu paruh baya biasa melakukan pengajian sore di teras atau pun dalam aula madrasah dengan di pimpin oleh istri kiayi sepuh nampak tak terlihat' di sore hari ini.
"Aneh bercampur heran yang kini dirasakan oleh tuan muda harsya saat ini.
hmmmmmmm gumam nya....!
aneh pada kemana semua orang di padepokan macan putih ini kiayi halimah fatimah tampak tidak ada ucap dalam hati nya.
"Aku parkir kan sepeda motor ku seperti biasa" mulai melangkah untuk menuju rumah kiayi Sepuh" yang tak jauh dari sepeda motor si dukun" langkah pun terhenti di saat" beberapa bayangan hitam mulai berkelebatan terbang dengan membawa busur panah yang di ikat kan dalam pinggang lelaki berbentuk Ninja"sosok bayangan bayangan yang berada di atas genteng milik rumah kiayi sepuh dan Aula Madrasah serta Pondok murid murid Kiayi Sepuh tinggal dan menetap.
"Apakah.......!!.."ini ucapan selamat datang kepadaku dengusku dalam membuang napas.
"Pemuda tampan yang bernama HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH. "pun bersiap siap memasang kuda kuda dan berjaga jaga" bila suatu saat serangan datang secara tiba-tiba.
"wuuzzzzzz..........!
Busur panah melesat kearah pemuda yang berprofesi sebagai TUKANG OJEG TAMPAN dari arah genteng aula madrasah"dengan sigap dan cepat pemuda itu menangkap busur panah tepat yang mengarah wajah nya
"desahku........" huh.....!.."hampir saja.
"Maju....!!kalian semua hah"....!.." jangan jadi pengecut lantang suara pemuda itu dengan Keras dan berteriak kepada bayangan bayangan yang ada dalam atap genteng tersebut.
Empat sosok bayangan tersebut pun melompat secara bersamaan setelah mendengar tantangan dari pemuda yang bernama Harsya" dan tepat berdiri tak jauh dari tuan muda harsya.
"Dengan gerakan cepat,tampa memberi kesempatan bicara kepada pemuda yang baru datang ke empat lelaki yang tidak di ketahui dan wajah tertutup sarung seperti pakaian ninja"mulai menyerang pemuda tampan yang berada di padepokan milik kiayi sepuh.
"Plak....! "Tak....! "Plak....! "Plak.....!
Suara tangkisan tangan di antara mereka Yang sedang bertarung satu pemuda melawan ninja abal abal.
hmmmmmmm dengus pemuda itu dalam hati nya"seperti nya mengenal jurus tersebut.
"Hiat...............! " Bugh..! " Bugh...!
Wadaaaw.....!! "Byur.....!
"Suara satu Lelaki terkena pukulan dan Jatuh terjerumus pada sebuah empang yang tak jauh dari lokasi perkelahian akibat terkena pukulan pemuda tersebut,"
__ADS_1
"Hehehehehe"......!.."rasain loe terkekeh cekikikan pemuda tampan tersebut melihat musuh nya masuk dalam empang milik kiayi sepuh.
Melihat teman nya terjerumus kedalam empang ketiga ninja itu pun hanya melongo saja"
Pemuda tampan tersebut langsung mengirimkan serangan lagi kepada tiga sosok berpakaian ninja palsu tersebut"Karna melihat celah yang tak di sia sia kan.
"Hiaaaat".........! tendangan secara bertubi tubi kepada salah satu dari tiga ninja tersebut"
"Sontak ninja tersebut kewalahan dari serangan yang di lancarkan oleh pemuda itu secara tiba tiba"?
"Bugh..! "Hoek"........"!......
Ninja tersebut tersungkur dan terpental tepat di pohon pisang yang buah nya sudah matang....!
begh.!.....
"Suara pohon pisang tumbang tepat di ninja yang tadi terkena tendangan secara beruntun oleh Tuan muda HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH.
"Ahhhhhhh......!.."wadaaaw"........!..."jurig"jarian..."nyeri ey"
"Meringis kesakitan bicaranya ngelantur kemana-mana" karna tertimpa batang pohon Pisang."
"Pemuda Itu lalu menatap dua orang lagi yang sudah siap menerkam musuh nya.
Hening seketika" dua di antara mereka tidak bersuara" hanya memasang kuda kuda saja.
"Apa"...!.."kalian gagu hah..."?Lekas bicara" atau aku akan mengeluarkan jurus ampuhnya untuk menghabisi kalian berdua...?geram pemuda sambil teriak yang dari tadi banyak bicara tak satu pun di jawab oleh mereka berdua.
"Ketika harsya sudah siap siap menyerang ke arah dua ninja Tersebut,
'Berhenti.....! teriak suara dua srikandi muncul dari atas Pohon Rambutan..
"wuszzzz".......!..."ssssssssss"........!."melompat..."
mendekat kepada dua ninja Yang sudah Siap dengan kuda kuda Nya......!
"hmmmmmmm" datang lagi cucunguk cucunguk" ala ninja tersebut batin dalam hati Harsya'
"Uhuk....!." Uhuk....!."Uhuk....!." suara batuk dari srikandi yang melompat dari arah pohon rambutan, karna tak bisa menahan kegugupan nya saat ini,
"Srikandi yang ada di sampingnya pun berbisik ketelinga yang tadi terbatuk.
"Kak bersikap wajarlah dan normal bisa bisa kita ketahuan? sama kak harsya' bisik srikandi mengarah ke telinga srikandi yang terbatuk-batuk.
__ADS_1
"Hei............!! Kalian ngapain bisik bisik mau di lanjut atau ngatain gue tampan" canda pemuda Itu sambil membanggakan diri nya sendiri dan tangan kanan nya di simpan dalam dagu seperti seorang yang sedang menembak" di depan dua srikandi beserta dua orang Yang berpakaian ala Ninja.
"Hmmmmmmm,"
"Sombong"....!.."cibir dua lelaki yang sudah kalah dua temannya"
Bukannya gue sombong dodol...!.."tapi kenyataannya" ledek harsya kepada lelaki yang mengatai tuan muda harsya sombong"
"Tapi.....".."loe masih jomblo sampai sekarang?"sindir salah satu lelaki tersebut" sontak gaya tengil nya keluar dari mulut yang memakai pakaian ala ninja itu"dan lelaki tersebut pun kaget sontak ucapan keluar begitu saja"lalu menutup bibir nya dengan kedua tangannya.
"hmmmmm".......!"kunyuk azis gumam harsya'
"Lelaki di samping nya lagi sontak menyiku lelaki yang keceplosan di sela pembicaraan nya.
"Sudah" ....!!"Sudah"...."gue tahu kalian semua"cakap pemuda tampan tersebut.
Hening seketika di antara ke empat ninja tersebut penyamaran nya di ketahui oleh pemuda yang bernama Harsya'..!
"Tidak butuh beberapa lama kemudian" orang orang yang pas waktu harsya datang ke padepokan macan putih tidak kelihatan batang hidung nya.
Kini keluar dari arah sudut masing masing tempat secara bersamaan menampakkan diri dan bertepuk tangan secara bersamaan.
"Suara tepuk tangan pun bergema dari arah Masing-masing sudut yang Ada di padepokan macan putih tempat pemuda itu belajar kurang lebih lima tahun
Harsya pun kaget di buat nya karna banyak nya orang di padepokan macan putih milik kiayi sepuh.
"Sekilas tatapannya kearah samping kanan pagar gerbang padepokan beberapa orang tak di kenal dengan memakai baju hitam berdasi badan tegap dan muka sangar"seperti pengawal orang orang berduit.
"Tatapan pun Ke berpindah kearah kiri samping empang yang tidak jauh berderet rumah kayu bertingkat,orang - orang menyebut nya pondok, tampak tersenyum dan bertepuk tangan, dari murid Murid kiayi sepuh"sebagian murid murid kiayi sepuh pernah belajar bersama sama denganku.
"Kak.....!!.."lirih suaranya sendu serak wanita yang ada di hadapanku air mata nya menetes mengalir di wajah putih dan mulus nya.
"Aku Pun Ter buyar Dalam Lamunanku Saat Suara Terdengar Pelan, Dari Depan Wajahku, Yang Tadi Memakai Kain penutup.
"Halimah Ihsan Permata "ucap nya pemuda tampan yang di panggil kak Harsya hanya ucapan yang keluar dari bibir yang bergetar saat ini.
"Kak.....!.."ayo"temui mereka semua sudah menunggu mu dari tadi"ajak wanita yang sudah mengalir lebih deras air mata nya tidak ada niat untuk mengusapnya?
"Pemuda itu hanya menatap sayu dan mengangguk kepala nya kepada sosok wanita yang di cintai Secara diam - diam Tampa berani mengutarakan hati nya.
Halimah.....!.."berjalan bersama tiga orang yang masih tertutup wajahnya" pemuda itu pun mengikuti dari arah belakang Tepuk tangan Yang tadi Menggema Hening Saat Ini juga Ketika Halimah dan Ketiga Orang yang masih tertutup Wajahnya Sudah Sampai di hadapan Tiga Pasangan Paruh baya, Beserta dua Pemuda Yang Tak jauh usia nya Denganku.
"Yang Bikin Aku kaget Dan Syok Adalah Seorang wanita Setengah Tua Hadir di Padepokan Macan Putih Yang Kutahu Sosok Wanita itu Bu jubaedah Tempat Di mana Aku kost Di Daerah kota besar J dan di Samping nya Lelaki Seumuran 50 tahun Tepat Berdiri Di hadapan Halimah,
__ADS_1
Bersambung