TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Keputusan yang di ambil Gareng


__ADS_3

Malam itu di salah satu hotel Mewah di kota Chiyoda setelah sehari kepulangan Cok Ben ke negara asal nya, mereka berdua pun kembali ke kamar hotel masing masing untuk beristirahat.


Tidak lama setelah itu Gareng pun keluar dari kamar hotel tanpa sepengatahuan dari Abang Ipar nya yaitu Dani Rustandi.


Gareng pun langsung berjalan kearah pintu lifs setelah mengetahui bahwa Abang iparnya tidur dan membawa nya ke lobby hotel mewah itu, yang sudah di tunggu oleh beberapa pengawal Naga Saki Sempur.


Ketua Genk Kobra Beracun pun langsung masuk kedalam mobil yang sudah terparkir dan masuk, lalu mobil pun melaju di malam kota Chiyoda itu.


Tidak lama kemudian mobil yang membawa Gareng pun kini berhenti tepat di salah satu Restoran malam di kota itu, dan dari kejauhan terlihat tiga orang yang sudah dia kenal melambaikan tangannya kepada Gareng yang baru saja turun dari mobil.


Lelaki berusia 40 tahun itu lalu berjalan masuk menghampiri ketiga lelaki berusia 50 tahun lebih yang sedang duduk bersama dengan para wanita malam.


"Tuan, Simon, Mister Kong Kong dan Tuan Naga Saki Sempur. '' Ucap Gareng seraya membungkuk hormat kepada mereka bertiga.


Gareng silahkan duduk dan ada yang mau kita obrolkan kepada diri mu seorang.'' Titah Simon.


"Terima Kasih, Tuan, seraya duduk di kursi yang ada di Resto tersebut, dan para wanita yang tadi menemani segera pergi setelah Naga Saki Sempur melambaikan tangannya kepada ketiga wanita itu.


"Gareng saya mau bertanya kepada anda dan jawab dengan rasa percaya diri sendiri tanpa ada perintah atau pun ketakutan dari orang lain? Simon mulai bertanya di saat para wanita pergi dan Gareng duduk.


"Tuan Simon silahkan anda bertanya saya akan menjawab dengan hati yang sangat yakin.! Pinta Gareng.


"Organisme Genk Kobra Beracun sudah di pastikan akan musnah dari negara mu dan kau serta Dani tak lama lagi akan menjadi incaran oleh orang orang yang tidak suka kepada kalian berdua, Aku bersama dengan dua sahabat ku sudah menawarkan kepada Dani Rustandi tapi oleh Dani di tolak mentah mentah. Kami bertiga menawarkan perusahan KOBRA COMPANY GRUP untuk di jual saham nya kepada TRI FUTURE COMPANY GRUP. gabungan tiga perusahaan milik saya, Kong Kong dan Naga Saki Sempur. Kata Simon menjelaskan kepada Gareng selaku pemegang hak kekuasaan KOBRA COMPANY GRUP.


"Alasan apa yang di berikan Dani Rustandi atas penolakan dari Tuan Tuan.? Tanya Gareng ingin mengetahui nya.


"Alasannya hanya satu dia mampu untuk bangkit kembali tanpa bantuan dari kami bertiga. " Jawab Simon dengan senyuman kecut.


Gareng, kenapa saya menarik kembali orang orang yang akan di berangkatkan ke negara mu sampai saat ini belum saya laksanakan? Tanya Naga Saki Sempur.


Ketua Gareng hanya menggeleng, tanpa menjawab pertanyaan dari Naga Saki Sempur itu.

__ADS_1


"Karna Genk Kobra sudah hancur dan kabar tentang keberangkatan tiga ribu anak buah ku sudah tercium oleh pihak kepolisian, bila saya dan kedua sahabat ku melakukan pemberangkatan kepada anak buah ku sama hal dengan mengantarkan nyawa nya sendiri." Kata Naga Saki Sempur panjang lebar.


"Gareng keputusan ada di tangan mu sendiri apakah kau mau tenggelam begitu saja dengan nama besar mu atau kau bangkit dan bergabung bersama kami bertiga, bila kau mau bergabung saya jamin kau tidak akan menyesal. " Kini Kong Kong yang berbicara.


"Baiklah aku akan bergabung dengan kalian bertiga, tetapi semua dokumen KOBRA COMPANY GRUP harus melalui tanda tangan anak ku yaitu Sintia, itu juga tidak ada yang tahu. " Kata Gareng yakin dengan bergabung nya perusahaan yang baru dua bulan itu dia pegang bisa besar.


"Hahahahahah." Kau sangat pintar dan licik juga Gareng, aku suka dengan otak mu. " Puji Simon. Hingga mereka tertawa lepas di malam itu.


Obrolan pun berlanjut hingga malam pun semakin larut, dan sudah sepakat antara Gareng bersama Simon, Kong Kong dan Naga Saki Sempur untuk menggabungkan perusahaan KOBRA COMPANY GRUP tanpa sepengetahuan dari Dani Rustandi, dengan jaminan akan melindungi putri dari Gareng selaku Ketua Genk Kobra Beracun.


*******************************


Sementara pagi hari nya di apartemen milik perusahaan kobra company, Boled sedang berdiam diri sementara Suparno sedang menelepon bersama Dani Rustandi memberitahu kan bahwa mereka sudah bertemu dengan Cok Ben dan mengabarkan bahwa mereka menjadi target Anton Sideka, Kini prustasi lah Dani setelah mengetahui kabar dari Suparno bahwa orang kepercayaan nya sedang di buru hingga tidak bisa mengaktifkan ponsel nya hanya untuk keselamatan dirinya sendiri.


Setelah obrolan panjang bersama Tuan Besar pintu Apartemen pun tiba tiba di ketuk tiga kali dari luar. Sontak mereka berdua pun kaget dan Syok lalu melihat dari lubang pintu kecil dan terlihat bahwa hanya pelayan yang biasa membersihkan tempat mereka.


"Tok........ " Tok.......... " Tok.........."


"Wadaw...........! Setan alas........! Ringis Boled menahan kesakitan yang begitu dahsyat serta tangan nya memegang kantong warisan leluhur nya itu.


"Suparno yang melihat Boled terpental dan meringis kesakitan langsung melompat dari ruangan tengah menuju pintu keluar untuk melawan seseorang yang telah menendang sahabat nya itu dengan memakai handuk saja.


"Bajingan kau Gandi. " Sergah Suparno hanya memakai handuk saja dan kini berada di hadapan nya.


"Hahahaha." Lama aku memburu mu tak kusangka aku akan mendapatkan mu hari ini." Tawa lepas dari Gandi kepada Suparno.


"Cuih..........! Keparat kau.. Gandi. " Geram Suparno.


"Dirga..........! Habisi penghianat itu, yang ini biarkan urusan saya. " Titah Gandi.


"Siap...........! Jawab Dirga langsung melompat kearah Boled yang meringis kesakitan.

__ADS_1


"Bugh.......! Wadaw.......! Bugh......! Ahkk......!


"Brak........! Ampun......! Plak........! Ampun.....!


Tendangan dan pukulan di layangkan oleh Dirga kepada Boled hingga dia meminta pengampunan dari seorang yang membabi-buta memukul dan menendang, lelaki yang kini tidak berdaya seluruh wajah nya berlumuran darah.


"Ayo.... Suparno sekarang giliran mu.! Kata Gandi sesaat dia melihat sahabat nya di pukuli oleh Dirga sehingga nyali nya menciut.


"Apakah kau takut hah..... " Bentak Gandi seraya menghampiri nya dan..........


"Plak.........!


"Plak..........!


Tamparan pun mendarat dengan sempurna kepada pipi mulus milik Suparno tanpa ada perlawanan sedikitpun.


"Bugh.............!


"Bugh.............!


"Dua pukulan mendarat kepada perut Suparno sehingga darah pun muncrat dari mulut nya.


"Pengawal habisi semua nya malas berkelahi dengan seorang pengecut yang tidak mau melawan. " Titah nya memberi perintah kepada para pengawal nya.


"Dor..........!


"Dor..........!


Dua kali tembakan tepat di atas jantung kedua penghianat itu.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2