TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Anak buah Rony dan Bimo di bantai habis


__ADS_3

Rombongan mobil mewah Milik Direktur Rony Gunawan pun tiba di vila milik temannya Bimo di kaki Gunung Patuha. Ketika dia turun dan melihat seluruh pengawal yang berjaga nya sedang tertidur pulas membuat Rony dan Bimo pun geram.


"Syamsul........! teriak Rony, sambil menyepak nyepak para pengawal yang sedang tidur di halaman vila usang tersebut.


"Orang yang di panggil dengan berteriak tak kunjung tiba Rony pun semakin marah.


Kalian semua cari Syamsul dan yang lainnya cepat ambil air siram semua pengawal yang tertidur ini" bentak Rony murka melihat para pengawal yang tertidur.


Tiba tiba dari kejauhan dua puluh motor cross melaju sambil berterbangan kearah vila usang tersebut membuat semua yang hadir terkejut apa lagi Rony dan Bimo yang dari tadi menahan amarahnya mulai membalikan badannya dan mengeluarkan pistol yang ada di pinggang nya....!


"Hahahahaha ...! Hahahaha ...! Hahahaha..!


"Hahahahaha ....! Hahahaha ...! Hahahah ...!


"Rony kau memang bajingan Cuih.! kata salah seorang yang baru turun dari mobil mewah nya.!


"Begitu melihat siapa yang turun dari mobil mewah tersebut, seketika Rony dan Bimo pun terkejut..!


"Da....'' dan....." Dani bagaimana kau tahu aku ada di sini" tanya Rony Gunawan terbata bata karna ketakutan.


"Rony.....! Rony.....! kau tahu Siapa aku...! hah....! bentak Dani Rustandi dengan mata memerah seakan akan mau membunuh orang yang ada di hadapannya.


"Seorang lelaki yang memakai motor cross menuju Tuan besar Dani Rustandi.


"Tuan Besar,' Nona Anastasia sudah dibawa oleh Bocil Sugeng Brewok dan Jabar menuju kedalam mobil," Lapor salah satu dari orang orang yang beterbangan memakai motor cross.


"Segera bawa kerumah sakit sekarang juga'' bentak Dani memberi perintah


''Baik Tuan Besar!


"Rony dan kau Bimo bila sampai putri saya kenapa Napa saya pastikan kalian membayar mahal keluarga kalian...! ancam Dani Rustandi kepada mereka berdua.


"Para pengawal dan Preman bayaran yang di bawa dan yang berjaga sudah tersadar lalu berkata kepada Direktur Rony.


"Tuan Direktur siapa mereka semua kaya nya terlalu banyak bacot" tanya salah seorang dari mereka.


"Mengapa? apa tangan kalian merasa sudah gatal dan terganggu? Tanya Tuan Direktur kepada pembunuh bayarannya.


"Anda selalu berpikir tepat pada keinginan hati kami" jawab salah seorang mungkin ketua preman pembunuh bayaran tersebut.

__ADS_1


"Hahahaha....! hanya cucunguk cucunguk tengil saja sudah berlaga sok jagoan, kalian melakukan kesalahan besar karna tidak melihat tinggi nya gunung di hadapan kalian" kata Dani Rustandi seraya untuk menyerang kepada seluruh anggota Genk Kobra yang sedang bersembunyi di semak semak belukar.


"Serang............!


"Serang............!


"Bantai jangan sampai ada satu pun yang hidup" teriak Dani Rustandi.


"Seketika orang orang yang memakai pakaian hitam berlambang ular kobra keluar dengan cara melompat dari atas bawah kiri samping depan dan belakang membuat semua para pengawal dan preman bayaran dari Direktur Rony dan Bimo terkepung.


"Bugh...........!


"Plak............!


"Wadaw.......!


"Hiat............!


Jeritan rasa sakit darah mengalir dari tubuh Preman bayaran dan anak para pengawal Rony Gunawan dan Bimo menjadi saksi, bagaimana sadis dan kejam nya organisasi Genk Kobra Beracun....!


"Celaka semua ini Bimo, mungkin ini Syamsul yang berkhianat" kata Rony gemetaran seluruh badannya.


"Hanya butuh waktu satu jam semua anak buah Direktur Rony dan Bimo sudah di bantai habis kini, tinggal lah mereka bertiga yang berdiri di tengah tengah mayat yang tergelatak dan darah berceceran di halaman Vila usang, bau amis pun seketika menyengat di daerah bukit kaki gunung Patuha.


"Jimmy kasih pelajaran kepada mereka bertiga" kata Dani Rustandi


"Dengan senang hati Tuan besar" jawab Jimmy seraya membuka kan baju nya dan terlihat lah otot otot dalam perutnya.


"Jimmy pun langsung menghajar notaris tersebut dan berkata kepada Rony dan Bimo nanti giliran kalian setelah saya memberi pelajaran kepada notaris bodoh ini.


"Bugh..........!


"Bugh...........!


"Bugh...........!


"Tiga kali pukulan pun menuju perut nya langsung muntah darah, seketika dan Jimmy pun mengeluarkan sebuah pisau belati dan langsung menusuk nya.


"Blus.......! ahk........!

__ADS_1


Seketika notaris tersebut ambruk ke tanah dan menggelepar seperti ayam yang di tebas oleh tukang jagal....!


"Jimmy mantap! kata Dani Rustandi sambil jempol nya di acungi dan mata mengarah dan menatap Kepada Rony Gunawan dan Bimo.


"Gareng yang dari tadi hanya menjadi penonton saja duduk di kap depan mobil dengan melompat langsung menendang Bimo.....!


"Hiat...............! Bugh.........! tendangan pun tepat mengarah dada Bimo dan tersungkur di tumpukan mayat mayat yang tergelatak.


"Pengawal cepat bangun kan bangsat itu" teriak ketua.


"Setelah di bangunkan dan di bawa kehadapan, ketua Genk Kobra beracun...!


"Gareng pun dengan membabi buta langsung memukul seluruh tubuh Bimo, Tampa ampun sampai semua darah keluar dari tubuh nya.


"Setelah Bimo sudah tidak berdaya lagi....! mungkin nyawa nya sudah hilang lalu Gareng pun dengan suara yang lantang buang lelaki bangsat ini kedalam Jurang


"Baik' Ketua jawab mereka serentak seraya mengangkut tubuh Bimo sambil di iringi tawa yang terbahak-bahak.


"Hussssssssssssss......! Tubuh Bimo pun di lempar ke jurang entah Apakah dia mati atau pun tidak, tipis kalau Bimo bisa hidup.


"Tuan Besar bagaimana dengan orang ini yang sedang berlutut, keringat bercucuran baju yang di pakai pun basah padahal cuaca tidak turun hujan....! "Kata Jimmy dengan tatapan mata nya Kearah Rony.


"Tunggu dulu Jimmy kita tunggu kabar dari Bocil Sugeng Brewok dan Jabar tentang keaadaan putri ku kalau sampai kenapa kenapa, kita kuliti seluruh tubuhnya dan keluarga nya kita bantai habis sampai ke akar akar nya" Geram Dani Rustandi.


"Baik' Tuan Besar' kata Jimmy membungkuk hormat.


"Sementara menunggu kabar dari Bocil Sugeng Brewok dan Jabar sebaiknya kalian semua cepat bakar seluruh mayat yang sudah tewas" walau bagaimanapun kita harus menghilangkan jejak pembantaian ini" kata Dani


"Siap Tuan Besar" kata seluruh anggota Genk kobra serentak...!


Sementara dua orang lelaki yang melihat kekejaman Genk Kobra Beracun dari kejauhan hanya memperhatikan saja tampa ada niat untuk membantunya dan ketika salah satu dari orang kepercayaan Rony Gunawan Direktur GELORA BUANA GRUP di buang ke jurang.


Dengan buru buru mereka berdua melangkah pergi menuju jurang tersebut dan setelah sampai di jurang tersebut serta menemukan pemuda yang di buang ke jurang salah satu dari mereka menempel kan telinga nya ke dada bidang pemuda itu.


Alhamdulillah seketika jantung nya masih berdetak lalu buru buru mereka mengangkut tubuh nya dan di bawa keatas menuju jalan memutar agar tidak di lihat oleh seluruh anggota Genk Kobra Beracun yang sedang menghilangkan bukti kejahatannya, mayat mayat pun ada yang di kubur dan ada yang di bakar, di lokasi bukit kaki gunung Patuha.


"Setelah kedua lelaki itu sampai keatas jalan Desa dengan hati hati mereka pun mendorong motor nya sedikit jauh takut nya di hidupkan kedengaran oleh organisasi ter sadis dan ter kejam di negri tercinta ini.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2